Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )
Bab. 18. Mengunjungi Mertua


__ADS_3

"Halo, Mom!" Lilian menyapa dan langsung di sambut pelukan oleh Katie.


"Angelina,"


"Ha–halo, Mom," sapa Angelina lirih. Ia tak sepercaya diri Lilian yang merupakan menantu yang diinginkan. Sementara status dirinya ada karena sebuah kecelakaan.


Katie pun melakukan hal yang sama kepada Angeline. Ia sama sekali tidak membedakan keduanya. Ia mencoba menerima, keadaan dan situasi yang sempat membuat dadanya nyeri bukan main.


"Kalian ini, kenapa tidak mengabarkan sejak awal jika mau datang? Setidaknya Mommy bisa masak banyak. Kalau begini, kita pesan makan saja ya. Bagaimana? Kalian mau makan apa? Biar Mommy telepon restauran langganan Mommy," tutur Katie sangat antusias. Dia begitu terlihat senang karena kedatangan dari kedua menantunya ini.


"Tak perlu, Mom. Santai saja, nih aku bawakan cake. Mungkin kita bisa saling mengobrol sambil minum teh," usul Lilian seraya menyerahkan paper bag berisikan cake yang tadi ia beli toko bakery langganan keluarga.


"Hemm, wangi sekali. Sepertinya ini ...," Katie mengendus aroma kue yang manguar. Ia membuka kotak tersebut setelah meletakkannya di atas meja makan dengan ekspresi tak sabaran. Hingga, tak lama kemudian kedua matanya terbuka lebar.


"Woaa ... ini kan--," Katie tak meneruskan ucapannya karena ia terlihat begitu terkejut.


"Tiramisu kesukaanku," celetuk Katie pada akhirnya. Seraya menatap wajah kedua menantunya yang tersenyum puas. Karena pilihan mereka benar tentang kue kesukaan sang ibu mertua.

__ADS_1


Katie lantas memanggil pelayannya untuk datang. " Tolong, siapkan kue-kue ini di piring lalu buatkan minuman untukku dan juga kedua menantuku ini," titah Katie pada pelayan wanita yang berusia sekitar empat puluh tahun itu.


"Baik, Nyonya," jawab pelayan seraya mengundurkan diri.


"Ayo, duduklah. Dan ceritakan pada, Mommy bagaimana kalian bisa datang bersamaan. Lalu, dimana, suami kalian?" Katie mengajak kedua menantunya itu duduk seraya menanyakan keheranannya sejak tadi.


Lilian dan Angelina pun saling pandang. Hal ini pun diakhiri dengan senyum serta usapan Lilian pada punggung tangan Angelina. Lilian pun kembali menoleh ke arah Katie. "Kebetulan, aku dan Angel sudah pulang kerumah sejak sore. Sedangkan Alan, dia ada lembur hingga jam tujuh malam nanti. Jadi, kami berdua memutuskan untuk mengunjungi Mommy," jelas Lilian dengan ucapannya yang tertata rapi dan juga anggun.


"Tenang, Mom. Aku telah mengabari Alan, agar menjemput kami nanti. Sebab itu, Lili sengaja memerintahkan sopir untuk pulang setelah mengantar kesini. Karena, Alan telah berjanji akan datang. Bukankah itu baik. Karena seorang anak itu harus menjaga hubungan baik dengan orang tuanya meskipun sudah menikah," terbagi Lilian lagi.


Hal itu tentu saja tak luput dari pandangan Angelina.


Mommy sangat menyayangimu kak. Aku bahkan tak terlihat diantara kalian. Aku hanya kerikil yang tak sengaja ikut masuk dalam belanga. Kerikil yang suatu saat pasti akan di buang. Hanya menunggu saat yang tepat.


Angelina hanya bisa bergumam pasrah di dalam hatinya. Ia tau apa maksud Lilian mengajaknya.


"No, Mom. Lili tidak sesempurna itu. Aku masih membutuhkan bantuan Mommy, agar aku bisa menjadi istri yang terbaik dan ibu dari calon anak-anak kami nanti. Terlepas dari semua yang terjadi di awal pernikahan kami," tutur Lilian seraya menarik tangan Katie dan menggenggamnya erat.

__ADS_1


"Terimakasih, kamu telah berbesar hati untuk menerima kecerobohan dibuat oleh Alan. Kau memang wanita pilihan dari semesta. Bahkan, di awal pernikahan saja karena sudah diuji seberat itu," sahut Katie. Ia bahkan melupakan kehadiran dari menantu keduanya.


Akulah kesalahan itu. Aku tak terlihat. Karena itu aku harus pergi. Untuk apa kau membawaku kesini, kak. Posisiku tak lebih baik dari benalu.


"Angeline!"


Mendengar ada suara bariton memanggil namanya, sontak kepala Angelina menoleh dengan cepat.


"Daddy, mertua," gumam Angelina lirih.


"Bisa kita bicara?"


Tak tau harus menjawab apa, karena ini pertama kali Angelina bertemu dengan Damian. Maka, ia hanya bisa mengangguk lemah.


Mau apa, Daddy Dami memanggil Angel?


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2