
Alan masa bodoh. Ia tak perduli dengan apapun tanggapan dari Daddy-nya itu. Ia hanya perlu mengabarkan hal yang menurutnya sangat penting bagi kelangsungan penerus keluarga besar Jackson.
"Mommy akan segera menemuinya, dengan membawa salah satu pelayan disini untuk menemani Angelina selanjutnya." Setelah berkata demikian, wanita paruh baya yang masih cantik itupun berlalu dari tiga pria yang ada di ruang keluarga itu.
"Aku akan mengabarkan hal ini pada keluarga Lilian." Alan pun juga berlalu tanpa menunggu tanggapan dari Damian.
"Perketat pengawasan, Ad. Jangan sampai istri dari Lionel itu berbuat macam-macam setelah mengetahui kehamilan, Angelina," titah Damian tegas pada putra pertamanya, yang tak lain adalah, Adam.
"Baik, Dad. Aku akan menghubungi Aziel," jawab Adam.
Bagaimana Damian bisa tau perangai buruk dari Meriam?
__ADS_1
Pria itu tau, semenjak ia melihat perlakuan kasar wanita itu terhadap Angelina di pernikahan Alan dengan Lilian. Sejak saat itu ia meletakkan alat penyadap yang sengaja merekam bagaimana sikap sehari-hari wanita itu terhadap salah satu sahabat putranya tersebut. Siapa kita, jika Angelina justru juga menjadi menantunya di hari berikutnya.
"Kirim terus orang yang mengawasi gerak-gerik, Lilian. Karena, selama ini ia tidak mengalami efek apapun. Padahal, Telah hidup dengan satu ginjal selama bertahun-tahun," titah Damian kemudian pada Adam.
"Jadi, Daddy juga mencurigainya?" sahut Adam.
Damian juga sengaja meletakkan alat penyadap di kamar Lilian kala itu.
"Tentu saja. Karena, libido wanita itu sangat tinggi. Bukankah, wanita yang hidup dengan satu ginjal tidak bisa kelelahan. Tapi apa? Bahkan ia sanggup meladeni permainan Alan sampai pagi," jawab Damian yang seketika membuat Adam mengangguk tanda mengerti.
Kabar yang di bawa oleh Alan ternyata sangat mengejutkan semua orang yang ada di kediaman Lionel Cole. Terutama, meriam dan juga Lilian. Kedua wanita itu tidak menyangka jika Angelina akan hamil dari benih yang baru sekali ditanam oleh Alan.
__ADS_1
Lilian langsung membawa suaminya itu naik ke kamar. "Mana mungkin jika Angel hamil? Kalian bahwa baru melakukan sekali saja kan? Sementara kita yang melakukan setiap malam, kau lihat Aku bahkan tidak ada tanda tangan hamil. Atau, jangan-jangan kalian berdua telah membohongiku. Kau dengan Angelina diam-diam melakukan hubungan suami istri di belakangku. Iya kan! Jawab Alan!" Lilian ternyata sangat marah hingga ia mencurigai keduanya.
Logikanya sungguh tidak habis pikir. Bagaimana hubungan badan yang dilakukan secara tidak sengaja dapat menumbuhkan benih. Sementara ya yang melakukannya dengan sepenuh hati tidak kunjung hamil hingga saat ini. Padahal mereka telah menikah selama lebih dari satu bulan.
"Kau mengenalku Lilian? Jika iya, maka kau tidak akan mempertanyakan hal seperti itu. Waktuku selama ini telah habis untukmu. Bahkan, tak ada sedikitpun waktu yang tersisa untuk memperhatikan Angelina. Padahal, dia juga istriku. Bahkan, jadinya saat ini mengasingkan diri dengan tinggal sendirian. Demi siapa? Demi menjaga perasaan kita berdua. Tapi, kita sama sekali tidak pernah memikirkan perasaannya. Aku, sedikit kecewa kepadamu, Lilian. Sebagai saudara sepupu seharusnya kau kasihan akan nasib yang dialami oleh adikmu itu," ucapan Alan pada kalimat terakhir sungguh sangat menusuk relung hati Lilian.
Hingga, ia tersadar. Bahwa telah banyak pengorbanan yang diberikan oleh Angelina kepadanya. Akan tetapi dirinya sama sekali tidak memikirkan perasaan adik sepupunya itu. Lilian terlalu sibuk memikirkan perasaan dirinya sendiri.
"Aku ... aku tidak begitu. Kenapa kau bisa menuduhku seperti itu Alan?" Lilian terbata, namun tetap berkilah dari tuduhan yang Alan lemparkan padanya.
"Aku tidak sedang menuduhmu. Aku, justru sedang menilaimu. Hal yang seharusnya aku lakukan sejak awal. Lilian, apa kau selama ini baik-baik saja hidup dengan satu ginjal?"
__ADS_1
Pertanyaan dari Alan barusan, sontak membuat Lilian tersedak udara.
...Bersambung ...