Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )
Bab. 40. Kenyataan Yang Terungkap.


__ADS_3

Angelina, kini tengah mendapat pertolongan darurat dari dokter di rumah sakit terbaik di kota itu. Rumah sakit tersebut berada di bawah naungan perusahaan milik Damian Jackson.


Hingga, sebuah fakta yang mengagetkan semuanya terungkap. Bahwa, ibu hamil yang keadaannya sempat kritis tadi ternyata hanya memiliki satu ginjal saja.


Atas perintah Damian, tim Rumah Sakit menyelidiki kapan waktu Angelina mendonorkan ginjalnya dan kepada siapa. Berkat kekuasaan yang dimiliki maka pada tenaga kesehatan yang telah dibuka mulutnya kini dapat dibuka dengan sedikit ancaman.


Lionel yang kaget bukan main langsung menitipkan kecurigaannya kepada Meriam. Karenanya, ya langsung memblokir segala akses agar istrinya itu tidak bisa keluar dari kota tersebut. Sebab, wanita itu langsung pergi setelah Angelina dibawa ke rumah sakit.


Sebenarnya, dia mengajak Lilian namun putrinya itu tidak mau dan bersikeras untuk tetap menemani adik sepupunya. Lilian siap menerima apapun konsekuensi dari hal yang pernah ia lakukan terhadap Angelina. Ia berharap jika suaminya dapat menerima semua alasan tersebut. Karenanya, Lilian yang tidak ingin menambah masalah dengan kesalahan yang lain, berusaha bertahan walaupun ia tau resikonya.


Lilian yakin jika cinta Alan akan tetap untuknya. Terlepas dari kebohongan yang telah ia lakukan. Berharap, kali ini sekali lagi Angelina berpihak padanya. Ia tau dan paham jika adik sepupunya itu selalu mengalah padanya juga akan menuruti setiap keinginannya. Lilian, tinggal mendatangi Angelina dengan keadaan yang berderai air mata.


Maka hasilnya akan seperti biasa, adik sepupunya itu tidak akan tega melihat dirinya menangis dan bersedih. Sehingga, Angelina akan melakukan apapun demi membahagiakannya.

__ADS_1


"Apa ada yang mau kau sampaikan padaku, Li? Sebelum kebenaran mengungkap semuanya!" cecar Alan. Sengaja menekan agar istrinya itu mau berkata jujur padanya.


Karena kebenaran sebenarnya telah dipegang oleh Damian sang papa. Dan pria yang merupakan orang tuanya itu kembali mengecam dirinya. Mereka semua benar-benar merasa di jodohin oleh keluarga Cole. Hingga, Lionel benar-benar tak memiliki wajah untuk mendongak di depan keluarga Jackson.


"Alan, aku ... tidak bermaksud. Tapi, Angelina sendiri yang--"


"Kau keterlaluan! Semua yang kau katakan padaku, selama ini adalah kebohongan! Jangan-jangan, semua rasa cintamu juga bohong! Palsu!" hardik Alan sangat marah. Jika saja yang berdiri di hadapan ini adalah laki-laki mungkin, sudah dibuat hancur wajahnya oleh bogeman mentah dari Alan.


Mendapat kemarahan yang belum pernah ya lihat secara langsung dari suaminya itu, maka Lilian segera menjatuhkan dirinya berlutut. Wanita itu bahkan memegangi kaki Alan memohon pengampunan, dari pria yang selama ini memujanya.


Dan, Karena rasa bersalahnya Angelina pun berjanji untuk membuat serta membantu Lilian mencapai mimpinya. Sekalipun, ya harus merelakan ginjal tetapi yang ia cintai dimiliki oleh Kakak sepupunya sendiri.


"Maafkan aku, sayang. Tolong maafkan aku ...," lirih Lilian tergugu. Ia mendongak menunjukkan wajahnya yang bersimbah air mata berharap suaminya iba dan menghentikan kemarahannya. Karena, dirinya tidak akan sanggup menerima keburukan yang lebih daripada ini.

__ADS_1


Akan tetapi hati Alan sudah ditutupi dengan kekecewaan dan benci. Selama ini dia telah mencintai wanita yang salah. Ia telah mengingkari janjinya, serta membuat menderita wanita yang selama ini benar-benar tulus memberikan rasa cinta itu padanya. Hingga, Angelina mengorbankan segalanya. Alan, benar-benar merasa seperti orang yang sangat bodoh. Ia merasa bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya. Sungguh sangat memalukan.


"Tidak ada maaf bagimu, Li! Kau sudah membuatku selayaknya pria paling bodoh di dunia! Kau bukan hanya telah menipuku, akan tetapi juga mempermainkan perasaanku. Kau ... bahkan telah membuatku menjadi orang yang tega berbuat jahat kepada wanita yang benar-benar mencintaiku dengan tulus. Perbuatanmu ini sudah keterlaluan dan kelewat batas!" Alan kali ini benar-benar tidak bisa lagi menahan kemarahannya. Ia sangat marah kepada Lilian hingga enggan menatap wajahnya.


Alan menyentak kakinya hingga pilihan tersungkur. Ia pun, memutuskan kembali ke rumah sakit. Berusaha, abai akan teriakan demi teriakan dari Lilian yang terus memanggil namanya.


"Alan! Ku mohon jangan tinggalkan aku!" Lilian berlari, tapi Alan sudah masuk ke dalam kendaraan mewahnya itu. Pria itu bahkan mengabaikan Lilian yang mengetuk-ketuk kaca jendela mobilnya.


Alan nampak mengeluarkan ponselnya ketika dirinya sudah berada di dalam mobil. "Roy, hubungi pengacara Steve. Lalu, suruh dia menemuiku di rumah sakit," titah Alan. Setelah itu dia memijat pangkal hidungnya.


"Baik, Tuan," jawab Roy singkat. Pria yang merupakan asisten dari Alan, langsung melakukan kendaraannya. Meninggalkan Lilian yang berteriak semakin histeris.


Wanita itu sadar bahwa saat ini adalah akhir dari pernikahannya dengan pria yang selama ini ia perjuangkan dengan cara yang salah.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2