Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )
Bab. 20. Katie, Ibu Mertua Yang Baik.


__ADS_3

Angelina keluar dari ruang kerja, Damian, dengan perasaan yang gak menentu. Entah kenapa, tiba-tiba ia merasakan kedua matanya memanas. Hingga, tanpa terasa buliran kristal bening itu meluncur dengan deras di pipinya.


Menyadari hal itu, Angelina pun mengusap kasar air mata yang menggenang di ujung matanya. "Aku tidak boleh seperti ini. Kau harus kuat!" gumam Angelina, menyemangati dirinya sendiri.


Ia pun melangkah turun dengan cepat. Memutuskan untuk tetap biasa saja. Ia takkan membiarkan orang mengecilkannya karena derita dan nasib buruk yang selalu singgah pada takdirnya.


"Apa yang Daddy bicarakan? Apa dia menyulitkan kamu?" cecar Lilian. Ia sungguh ingin tau apa yang mereka bahas di atas. Tepatnya di dalam ruangan khusus milik Damian. Dimana anggota keluarga, bahkan para pelayan pun tidak boleh sembarangan masuk jika tidak di perintah olehnya.


Angeline melihat dengan tatapan menelisik arti dari pertanyaan sang kakak sepupu. Lalu, ia tersenyum tenang. Seolah tak terjadi apapun. "Hahaha, kau jangan memasang ekspresi seperti itu, Kak. Daddy, hanya ingin mengenalku. Itu saja," jawabnya, santai. Bahkan, ia mengandeng lengan Lilian dan mengajaknya kembali ke ruang tamu.


Sepi.


"Dimana, Mommy, Kak?" heran Lilian bertanya seraya menoleh ke samping. Tepatnya ke arah dimana Lilian juga menatapnya.


Sepertinya kau sangat penasaran, Kak. Maaf, kali ini tak ada lagi berbagi rahasia antara kita. Karena terakhir kita berbagi hubungan kau dengan Alan semakin dekat. Bukan ingin berpikiran buruk terhadapmu. Aku hanya berusaha melindungi diriku. Karena, aku tidak akan bergantung lagi pada siapapun.

__ADS_1


Angelina, sudah bulat dengan tekadnya. Namun, ia tidak ingin memberitahu kepada Lilian, sedari awal. Seperti yang biasa ia lakukan selama ini. Tak ada hal sekecil apapun yang ia tutupi maupun sembunyikan dari Lilian. Semua hal mengenai diri dan juga perasaannya, pasti sang kakak akan tau.


Karena, Angelina selalu membaginya. Termasuk, perkenalannya pertama kali dengan Alan kala itu. Hingga, akhirnya merengek ingin berkenalan juga. Hingga akhirnya mereka bertiga menjadi sahabat. Hingga, beberapa rahasia mengenai Alan di ketahui oleh Lilian melalui Angelina.


Apa yang kau sembunyikan dariku, Angel. Aku tau, Daddy Damian pasti mm bicarakan hal yang penting.


Lilian masih berusaha menebak-nebak. Ia sungguh tak puas dengan jawaban Angelina.


"Kak, mana Mom--"


Mau tak mau, Lilian dan Angelina pun menurut.


"Kapan-kapan, kita harus jalan bertiga. Pasti seru kan?" ajak Katie antusias. Sikapnya sangat welcome. Berbeda sekali dengan suaminya. Katie senang saja dengan kehadiran Lilian maupun Angeline. Ia sama sekali tidak memikirkan reputasinya.


"Aku setuju, Mom!" jawab Lilian setengah, memekik lantaran girang.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu, Angel?" tanya Katie, seraya menatap menantunya yang berkaca-kaca itu intens.


Ditatap seperti itu, tentu saja membuat Angelina bingung harus menjawab apa. Pada dasarnya, dia tidak menyukai tempat khusus yang terlalu spesifik seperti itu. Apalagi harus merubah penampilan di depan Lilian.


"Aku, mau saja, Mom. Asal, Mommy mau menanggung tatapan aneh dari orang-orang karena sudah mengajakku berjalan di sampingmu," jawab, Angelina merendahkan diri.


"Hei, kau ini! Mana ada seperti itu. Kau itu cantik. Mommy ingat ketika kau menjadi pengantin Alan. Jadi, jangan merendahkan dirimu begitu," bantah Katie. Dia bukanlah wanita sombong yang suka memandang rendah orang lain. Apalagi, Katie tau di balik penampilan culun Angelina, ada aura yang bersinar di sana. Hanya saja, ia memilih diam tak berkomentar.


"Haih, Mommy. Itu, hanya kehebatan make up," seloroh Angelina lagi, bahkan kali ini campur tertawa.


Kau wanita yang sangat baik. tapi maaf, sepertinya aku tidak bisa menjadi menantumu selamanya.


"Jadi, kalian di sini!"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2