Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )
Bab. 38. Kekhawatiran Katie.


__ADS_3

Sementara, Alan masih sibuk dengan penyelidikannya. Lionel dan keluarganya telah sampai di apartemen Angelina. Ternyata, disana sudah ada keluarga Jackson. Tentu saja hanya Katie yang ditemani oleh Adam.


Keadaan yang ramai dan banyak orang, serta rasa bersalahnya terhadap Lilian, membuat Angelina merasa sesak. Apalagi, ketika ia paham arti dari tatapan Meriam dan usapan lembut di bahunya dengan sedikit tekanan. Angelina tau, jika sang bibik sedang marah dan kecewa padanya. Tapi, mau bagiamana lagi. Ini juga bukan hal yang dia inginkan. Justru kenyataan ini merupakan beban tersendiri bagi Angelina.


Apalagi ketika ia melihat tatapan sendu dari Lilian. Betapa sang kakak kecewa padanya. Sesungguhnya, hal inilah yang Angelina takutkan. Perpecahan dalam keluarga karena kenyataan yang sama sekali tidak diharapkan. Angelina memegang perutnya yang masih rata. Ia nampak memejamkan matanya.


Meminta maaf dalam hati, pada janin yang saat ini tengah tumbuh di dalam rahimnya. Sungguh ia tidak bermaksud menyalahkan kehadiran mahkluk yang entah akan menjadikan nasibnya seperti apa ke depan. Satu lagi, yang Angelina takutkan adalah ... perlahan dan dalam waktu dekat, semua orang akan tau jika dirinya hanya memiliki satu ginjal saja.


Ia merasa harus mencari cara agar, dapat menutupi semua itu. Andai saja ia memiliki uang banyak. Tentu saja ia akan menjalin kerja sama dengan dokter kandungan dan membungkam mulutnya dengan uang.


"Mommy, meninggalkan pelayan disini untukmu. Jaga diri kalian baik-baik. Sebenarnya, jika kau mau ... tinggallah bersama Mommy saja di mansion." Katie yang selalu bertutur kata lembut, menawarkan kepada Angelina agar tinggal bersamanya. Agar, dirinya bisa memantau dan mengawasi keadaan menantunya yang tengah hamil itu.


Meskipun, pernikahan Alan dengan Angelina terjadi karena sebuah tragedi. Tetap saja, Katie menganggap bahwa Angelina adalah anggota keluarga Jackson, serta istri sah yang diakui dari salah satu putra kebanggaannya.

__ADS_1


Mendengar tawaran dari Katie, justru Meriam dan Lilian yang terbelalak. Bahkan Meriam langsung memberi kode kepada putrinya itu untuk maju dan membuat Angelina menolak tawaran dari Katie.


"Maaf, Mom. Sebenarnya, Lilian yang ingin menemani Angelina. Jadi, Mommy tidak usah khawatir. Aku akan menjaga Angelina. Karena, mungkin kalau ikut ke mansion, Angel akan sungkan," tutur Lilian seraya mengarahkan tatapannya kepada Angelina, berharap adik sudah punya itu ikut bicara untuk memberi persetujuan.


Kakak ingin menemaniku disini? Benarkah? Atau, dia sengaja tak ingin aku dekat dengan keluarga Jackson? Atau, ia ingin melindungi sesuatu?


Angelina memiliki bermacam pertanyaan dalam otaknya. Tak mengerti kenapa tiba-tiba sang bibi dan kakak sepupunya ini begitu perhatian. Ia harus bisa melindungi diri serta calon bayinya ke depan.


"Tak apa, Mom. Aku sudah merasa nyaman tinggal sendirian di apartemen ini. Terimakasih atas tawaran Mommy dan juga pelayannya. Angel rasa itu sudah lebih dari cukup. Lagipula, jika dari sini ... jarak perusahaan tempatku bekerja itu lebih dekat," jawab Angelina memberi alasan yang logis untuk menolak tawaran Katie. Tentu saja tidak ada hubungan dengan ancaman halus yang di berikan oleh Lilian.


"Ah iya, itu--"


"Tak apa, Mom. Karena aku akan sesekali datang untuk menemani Angel," potong Lilian membuat Angelina tidak meneruskan ucapannya. Padahal, ia ingin mengatakan setuju saja. Angel pikir keamanannya lebih terjamin jika ia tinggal di mansion keluarga Jackson.

__ADS_1


"Ya, ini bagus juga. Kalian harus akur ya. Lilian, kau harus berbagi perhatian Alan dengan Angelina. Biarkan dia menemani Angelina sesekali kalau malam. Karena, menurut dokter kandungan Angelina agak lemah. Harus ada yang mengontrol sedang memperhatikan," ucap Katie, menegaskan.


Mendengar itu, Lilian langsung kesusahan saat menelan ludahnya. Karena satu hal yang ia jaga adalah jangan sampai Alan dan Angelina dekat. Ia tak mau jika Alan menyadari beberapa hal yang sengaja mereka sembunyikan.


"Untuk hal itu, aku akan membicarakan dengan, Alan. Karena, putra Mommy itu tidak akan tahan jika semalam saja tidak bermain denganku," jawab Lilian dengan nada manja.


Bagus Li. Sekali-kali jadilah anak pintar. Jangan biarkan mereka membawa Angelina. Atau rencana kita akan berantakan.


"Besan tenang saja. Saya juga akan membantu untuk memantau terus keadaan Angelina.Karena, kami juga menyayanginya," tutur Meriam membuat Katie menanggapi ucapannya dengan senyum sekilas. Sejak awal, entah kenapa perasaannya kurang baik ketika melihat Meriam dan pembawaannya.


"Baiklah, kalau begitu Mommy pulang ya. Mari besan!" Katie pun pamit setelah Lilian memeluknya sebentar. Begitu pula dengan Meriam. Meksipun apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas formalitas belaka.


"Ad, suruh orang untuk mengawasi mereka. Karena perasaan Mommy tidak enak," titahnya kepada Adam. Putra pertamanya itu.

__ADS_1


Sebelum masuk kedalam kendaraan mewah yang akan mengantar mereka kembali ke mansion, Adam terlihat lebih dulu memberi kode kepada orang suruhan Demian yang bersembunyi di atas pohon.


...Bersambung...


__ADS_2