Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )

Salah Kamar ( Adik Iparku, Istriku )
Bab. 42. Bahagia Untuk Alan, Hancur Bagi Adam.


__ADS_3

Angelina sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Maka, Alan lah yang menjadi orang yang paling bahagia. Hingga, pria itu tidak bisa membohongi setiap orang yang ada di sana. Senyum terus terpancar di wajahnya.


"Baru kali ini, Mommy melihat Alan sebahagia itu," ucap Katie pelan pada Adam yang ada di sebelahnya. Mereka hanya menjadi penonton dari kesibukan alam yang menyiapkan kepulangan istrinya itu. Segala keperluan Angelina telah Ia masukkan ke dalam koper. Tak lupa dengan beberapa macam obat yang baru saja diberikan oleh perawat.


Katie, merasa bangga karena putra keduanya yang selalu membuat onar itu terlihat lebih dewasa dan bertanggung jawab. Alan bahkan bisa meletakkan barang-barang itu dengan posisi yang benar ke dalam koper.


"Ayo kita pulang, dan memulai kehidupan serta hubungan yang baru," ucap Alan lembut di depan wajah Angelina. Wanita itu langsung tersipu, apalagi di saat Alan meletakkan telapak tangannya ke depan perut lalu mengusapnya pelan.


"Hey, junior. Kita pulang ya. Papa akan menjagamu dan Mama mulai saat ini. Kita, bertiga akan menjadi keluarga yang bahagia," ucap Alan di depan perut Angelina yang masih rata itu. Angelina pun meringis, ketika Alan melabuhkan kecupan ringan di perutnya.


Ya Tuhan. Jantungku, hampir saja meledak karena kebahagiaan yang kau berikan ini. Tolong jangan ambil kenangan ini lebih cepat. Sungguh, aku tidak membutuhkan apapun lagi.


Angelina tersenyum bahagia, hingga kedua pipinya memerah.

__ADS_1


"Hei, wajahmu merah tuh. Ciee ... seneng ya dedeknya di cium? Apa kamu juga mau aku cium?" goda Alan yang mana membuat Angelina semakin salah tingkah. Karena gemas dengan tingkah Alan, alhasil pria itu pun mendapat pukulan gemas di lengannya dari Angelina.


Sialan tuh si Alan. Udah gini aja mesra melulu.


Kemaren aja di cuekin.


Adam bergumam dalam hati. Gemas dengan kelakuan adiknya sendiri.


"Mana ada, Mom! Sejak kapan aku iri padanya," kilah Adam membantah ucapan Katie padanya. Tentu saja, perilakunya itu membuat Katie justru terkekeh geli.


"Cari wanita sana. Nanti biar Mommy yang melamarnya," desak Katie. Ia tau, jika Adam juga ingin memiliki rumah tangga bahagia seperti sang adik.


"Kenapa di cari? Nanti juga datang sendiri," celetuk Adam. Ia pun keluar dari ruangan yang membuatnya gerah itu. Tanpa siapapun tau, tentang apa yang tengah ia rasakan saat ini. Penyesalan dari rasa yang terlarang.

__ADS_1


"Kenapa perasaan ini harus datang pada wanita yang salah. Wanita yang telah menjadi milik orang lain. Terutama adikku sendiri. Kenapa aku sial sekali!" rutuk Adam pada dirinya sendiri.


Demi melampiaskan kesalnya yaitu menendang apapun yang terserak di depan kakinya.


Setidaknya semua itu belum terlambat untuk diakhiri. Adam memilih berjalan untuk mengambil mobil yang ia parkir di base man. Membawanya ke lobi, dimana Alan dan Angelina telah menunggunya.


"Awas kepalamu sayang," ucap Alan seraya menjaga kepala Angelina agar tidak terbentur ujung atap mobil. Mendapat panggilan istimewa begitu, lagi-lagi membuat jantung Angelina berdebar kencang. Ia tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dari pria yang ia cintai. Hingga, dirinya rela melakukan apapun juga.


Adam, hanya bisa menghela napasnya pelan. Ia harus bisa melupakan rasa sebelum membuat batinnya sakit bahkan gila.


"Syukurlah keadaanmu sehat sayang," ucap Katie yang duduk di samping pengemudi tampan. Siapa lagi kalau bukan Adam. Sebagai seorang ibu, Katie mulai merasakan aura yang aneh. Karena, feeling wanita itu terkadang lebih cepat dari cahaya dan lebih peka dari apapun.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2