Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 10.


__ADS_3

Alena terpaku saat Devin mengatakan bahwa ia ingin membatalkan pernikahan nya yang tinggal satu bulan lagi. Ia terkejut dengan apa yang Devin sampai kan tiba tiba, Alena pikir Devin hendak memastikan tanggal pernikahan nya, tapi ternyata ia justru membatalkan nya sepihak.


"kamu jangan bercanda Devin, ini tidak lucu..!"


"ya, Devin kau ini apa apaan !?"


Ujar Miska sang Bunda.


Devin langsung mengutarakan maksud hati nya saat mereka menyuruh Devin datang ke rumah Alena bersama Miska sang bunda.


"ya maaf kan Devin Bun !"


"Ada masalah apa ? kenapa tiba-tiba membatalkan rencana pernikahan kalian ?"


Tanya Santi, ibu Alena tidak paham.


"Semudah itu kamu Vin, sebenarnya ada apa ?"


Ujar Alena terisak.


"Aku tidak mau semua terlaksana saat Aku membuat kesalahan dan dampak nya akan lebih parah kalau aku meneruskan pernikahan kita ?"


"kesalahan apa Vin, kamu membuat aku kecewa?!"


Devin menceritakan apa yang terjadi dengan nya, ia tidak mau ada yang tersembunyi meskipun Salma belum tentu hamil, tapi alasan sejujurnya Devin tidak pernah mencintai Alena.


plak..


Satu tamparan keras melayang dari tangan Miska, Ia benar benar kecewa dengan kelakuan putra bungsu nya itu.


"siapa perempuan yang kamu buat hamil ? kamu membuat bunda malu ?!"


Devin terdiam sembari memegang pipi nya yang terasa panas.


"apa nanti kata ayah ? kamu tuh benar benar membuat bunda kecewa !"


Alena semakin terisak di pelukan Santi.


"Devin minta maaf Bun, Ibu dan kamu Alena. aku tidak mau berbohong, kejujuran memang menyakitkan, tapi aku yakin itu lebih baik !"


Cakap Devin membuat Alena meradang.


"tega Kamu sama aku, kamu pikir semudah itu ? aku enggak akan pernah memaafkan kamu Vin!"


sergah Alena lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"astaga jeng, saya minta maaf. Kita akan bicarakan lagi nanti ya!"


Santi mengangguk lalu pergi mengejar Alena.


"bunda enggak akan menerima perempuan itu, silahkan kamu lakukan apa yang menurut kamu baik, tapi jangan bawa perempuan itu ke hadapan bunda !"


Devin tertegun mendengar apa yang Miska sampaikan, Bunda nya langsung beranjak pergi meninggalkan nya sendiri.


Devin duduk termenung sendiri, semua sudah menjadi keputusan nya, ia tetap akan memilih Salma.


**


Salma memakan rujak sembari melihat teman teman nya latihan cheers leader.


Arumi tidak heran melihat Salma makan rujak karena teman nya itu sangat menyukai makanan pedas asem seperti itu.

__ADS_1


"kamu yakin enggak mau ikut gabung lagi ?"


Salma menggelengkan kepalanya.


Adit memperhatikan nya dari jauh, ia juga tengah latihan basket.


"gabung lagi aja sal, kita kurang personil nih !"


Salma tetap menggeleng kan kepalanya.


Ia tidak akan kembali ke team leader bukan hanya khawatir ia hamil, tapi ia mulai jenuh dengan kegiatan itu.


Salma tertegun saat Adit menghampiri nya.


"Salma, aku boleh bicara berdua sama kamu !"


Salma termangu, Arumi mengangguk lalu beranjak meninggalkan kedua nya.


"Salma....!"


Seru Adit menatap wajah cantik salma.


"Kenapa kak ?!"


Salma tidak bisa seperti dulu lagi, kejadian malam itu merubah hidup nya seketika.


"kenapa sih akhir akhir ini kamu menjauh dari aku ?!"


Tanya Adit penasaran, Ia terlanjur menaruh hati pada Salma, namun harapan itu surut semenjak Salma kembali dari Amsterdam.


"Enggak, salma enggak menjauh dari kamu, hm...biasa aja !"


Elak Salma padahal Ia memang banyak menghindari Adit.


ungkap Adit membuat Salma tertegun.


Mungkin jika keadaan nya tidak seperti sekarang, Ia akan begitu senang mendengar ungkapan itu, tapi keadaan tak lagi sama.


"Maksudnya ?"tidak


Tanya Salma tanpa menoleh ke arah Adit yang terus memindai nya.


"Salma, kamu mau enggak jadi yang spesial untuk Kakak ?!"


Salma langsung mendongak, ponselnya tiba tiba saja berdering dan terlihat Devin menghubungi nya.


"Maaf kak, tapi Salma enggak bisa !"


Ironis semua keinginan tak dapat terwujud karena ulah Charles.


"Salma ingin fokus pada Kuliah, kita biasa aja kak...!"


Tambah Salma membuat Adit terpaku, Ia tidak menyangka kalau Salma akan menolaknya.


"sebentar kak !"


Salma menjauh karena beberapa kali Devin menghubungi nya.


"Halo bang !"


Jawab Salma mengangkat telepon dari Devin.

__ADS_1


"Salma kamu sibuk ?"


tanya Devin karena panggilan ke tiga Salma baru mengangkat telepon nya.


"Enggak, udah pulang kok. Salma lagi lihat teman latihan cheers leader...!"


sahut Salma lalu meminta Devin menjemput nya.


"ya sudah tunggu Abang ke kampus kamu sekarang...!"


Devin langsung mengakhiri telponnya, gegas Ia menghampiri mobil.


Seseorang sudah menunggu dan hendak mengintai Devin, Alena ingin tahu siapa perempuan yang menghancurkan semua rencana nya. Ia tidak akan tinggal diam melihat Devin bersama perempuan lain, Salah karena Devin sudah mempermainkan nya.


*


"Maaf kak, aku harus pulang sekarang..."


ujar Salma pada Adit yang mematung kecewa karena Salma menolaknya.


Salma mendekati Arumi untuk pamit pulang lebih dulu, Arumi mengangguk lalu menoleh ke arah Adit yang masih duduk tidak bergeming.


"kak Adit kelihatan sedih..."


gumam Arumi lalu menghampiri Adit setelah Salma keluar dari gedung.


"Kenapa kak ?"


Adit mendongak menatap wajah Arumi terlihat penuh tanya.


"Kata kamu Salma suka sama aku ?"


Arumi termangu mendengar apa yang Adit ucapkan.


"Aku di tolak, seperti nya Salma sudah memiliki seseorang yang spesial ?!"


Ungkap Adit lalu pergi meninggalkan Arumi yang termangu sendiri, jadi tadi Adit nembak Salma, tapi di tolak.


gegas Arumi berlari keluar dan terhenti saat melihat Salma bersama seorang pria berjas hitam.


"Udah makan ?"


tanya Devin menghampiri Salma yang sudah menunggu nya di depan gerbang.


"belum, habis makan rujak !"


jawab Salma membuat Devin mengulas senyum, gegas Devin membukakan pintu mobil untuk nya.


"Ayo kita pergi makan siang...!"


Arumi berjalan perlahan mengamati Salma dengan pria asing itu, siapa?


Salma tidak pernah cerita apa apa pada nya ? apa mungkin itu sepupu atau kerabat Salma ? tapi kenapa mereka terlihat mesra.


Bukan hanya Arumi yang memperhatikan kedua nya, Alena juga mengepal kan tangan nya melihat Devin dengan Salma ? "jadi Dia perempuan yang kamu maksud Vin ?"


Alena melajukan mobilnya meninggalkan Kampus, Ia akan memberikan kedua nya pelajaran nanti, sebelumnya Alena akan mencari tahu siapa perempuan yang bersama Devin.


Alena benar benar sakit hati karena Devin dengan mudah nya membatalkan pernikahan mereka, jauh jauh hari ia mempersiapkan semuanya dan saat waktu hampir tiba Devin membatalkan nya begitu saja, Sementara semua teman teman nya sudah mengetahui rencana pernikahan itu, bukan hanya sakit hati tapi ia juga harus menanggung malu, dan Devin harus membayar semua itu.


Bukan hanya Alena tapi Adit juga memperhatikan dari jauh interaksi Salma dengan pria itu, apakah pria itu kekasih Salma ? hal itu masih menjadi pertanyaan Adit dan juga Arumi.

__ADS_1


bersambung...


terimakasih untuk para reader yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2