Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
Salju di Amsterdam bab 19.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu...


Salma absen dari kampusnya, dan sandi sendiri yang meminta izin kepada dosen Salma beberapa hari ini.


Sandi benar benar tidak mengizinkan nya keluar, Ia bahkan merampas paksa ponsel Salma hingga ia tidak bisa menghubungi Devin.


Devin sendiri tidak bisa menemui Salma di rumah, apalagi di kampus karena Salma tidak masuk setelah hari itu.


Devin mendatangi rumah pun mereka menolak Devin untuk masuk apa lagi bertemu dengan Salma, rumah seketika di jaga ketak oleh beberapa body guard.


"Siang ini pergilah periksa kan kandungan mu bersama Mama...!"


ujar Sandi saat mereka tengah sarapan. walau bagaimanapun Sandi harus tahu berapa usia kandungan Salma, Ia tidak ingin siapa pun tahu tentang aib itu. Si kembar saja tidak tahu kalau salma hamil, hanya setelah kejadian yang menimpa Salma, sandi juga memperketat pergaulan si kembar di luar.


Salma tidak menjawab karena ia tidak bisa membantah perintah Sandi, ia tidak di ancam, hanya Salma berusaha untuk tahu diri karena selama ini sandi lah yang merawat nya hingga besar, suatu kenyataan pahit saat tahu kalau Ia hanya anak angkat, lebih tepatnya keponakan yang sudah seperti anak sendiri.


Salma masih bertanya tanya tentang keberadaan Ibu kandung nya, Sandi masih merahasiakan hal itu.


"jangan coba coba untuk kabur Salma, papah melakukan semua ini untuk kebaikan kamu sendiri ? apa kamu mau hidup dengan keluarga yang sudah menghancurkan keluarga kita ?!"


pahit bukan main mendengar hal itu, sementara ia terlanjur mencintai Devin, rasanya tidak mudah melupakan Devin seperti semudah ia jatuh hati.


Salma tetap diam, hanya air mata yang menjadi saksi kepedihan nya.


Andai bisa mengulang waktu, Salma tidak ingin pergi ke Amsterdam dan menghabiskan malam bersama Devin.


"sebelum nya kamu sudah periksa belum ?" tanya Maura.


Salma menggeleng kan kepala nya, Ia tidak bersemangat melihat calon bayi nya karena kelak bayi itu akan pergi.


"Salma akan menikah dengan kak Charles seperti keinginan papah, tapi setelah bayi ini lahir Salma harus bercerai dengan kak Charles, seperti ucapan papah Salma akan menjalankan kehidupan seperti biasa seakan masalah ini tidak pernah ada.!"


Salma tidak memiliki pilihan lain karena bersama Devin juga bukan pilihan terbaik, Salma memilih untuk menuruti perkataan Sandi. meskipun sesungguhnya ia ingin sekali bersama Devin, kenapa masalah itu harus ada di antara keluarga mereka?


"ya sudah, sore ini Charles akan sampai di jakarta bersama Attar. kita akan langsung membahas masalah ini !"


Ujar Sandi lalu beranjak pergi meninggalkan rumah, ia harus segera pergi ke kantor.


**


Devin menatap pintu gerbang rumah sandi dari kejauhan, Ia sangat merindukan Salma, berharap Salma pergi keluar supaya ia bisa bertemu dengannya. Devin pun tersiksa karena menahan kerinduan, Sang ayah mengatakan untuk pergi meninggalkan Salma dan membiarkan sandi dengan amarah nya, mereka sendiri belum bisa membuktikan tentang kekeliruan yang terjadi selama ini, karena keduanya menghilang entah kemana.


Tapi Devin bertekad untuk mencari kebenaran mereka, Ia tidak ingin keluarga nya terus di anggap pembunuh.

__ADS_1


Devin melajukan mobilnya saat melihat sebuah mobil keluar setelah mobil sandi, Devin yakin kalau ada Salma di dalam mobil itu.


Gegas Devin mengejar mobil tersebut, Ia harus bertemu dan berbicara dengan Salma.


mobil terus melaju menuju rumah sakit, Salma tidak banyak bicara, ia menurut seperti keinginan Sandi.


Devin mengikuti mobil masuk kedalam parkiran rumah sakit, Devin tahu seperti nya Salma hendak memeriksa kandungan nya, gegas Devin turun dari mobil.


Devin tertegun melihat wajah sendu Salma yang berjalan bersama Mama nya, Maura merangkul pundak Salma berjalan di koridor rumah sakit.


Salma berjalan dengan mata berkaca-kaca, ia tidak tahu kalau Devin berada di belakang nya.


"Kita langsung masuk karena sudah buat janji sebelum nya....!" ujar Maura mengajak Salma masuk ke ruang pemeriksaan.


Salma dan Maura terkejut saat Devin ikut menerobos masuk ke dalam.


"bang Devin....!"


Maura menatap tajam ke arah Devin berdiri.


"Saya mohon Tante ?"


Ujar Devin saat Maura hendak mengusir Devin.


dokter dan Maura terpaku mendengar hal itu, Devin mengatakan hal itu dengan mata berkaca-kaca merentangkan tangannya untuk memeluk Salma.


Salma langsung menangis hendak memeluk, tapi salma ragu dan teringat ucapan Sandi bahwa Om Devin sudah membunuh ayah kandung nya.


"Aku bingung bang, aku tidak mau menikah dengan orang lain karena kamu adalah ayah nya !"


Devin tertegun mendengar ucapan Salma, ia paham maksud Salma bahwa sandi akan menikahkan nya dengan orang lain.


"tidak Salma, aku akan menikahi mu, apapun persyaratan nya akan aku penuhi ! jangan menikah dengan orang lain."


Maura tertegun melihat kedua nya, ia bingung karena keduanya saling mencintai. Ia iba melihat wajah basah Salma.


"Salma, Devin kita akan bicarakan masalah ini nanti, Salma harus periksa kandungan nya !"


"izinkan saya di sini Tante, saya mohon !"


sergah Devin tidak ingin Maura mengusir nya.


Maura mengangguk pelan lalu duduk di kursi, membiarkan Dokter memeriksa kandungan Salma, kandungan nya sudah berbentuk karena sudah menginjak tiga bulan, Devin tersenyum melihat janin dalam layar monitor.

__ADS_1


darah daging yang akan Devin pertahankan, bahkan Devin tidak sabar untuk melihat nya di dunia.


Setelah itu Maura mengajak kedua nya ke suatu tempat, Maura pikir bukan ide yang tepat menikah kan Salma dengan Charles.


Maura menghubungi Sandi untuk datang menemui nya di restoran biasa tempat mereka makan, Maura langsung memesan ruang privat untuk mereka membicarakan hal itu.


Setengah jam sandi sampai di restoran itu, Maura langsung menghampiri Sandi yang langsung mengepalkan tangannya melihat Devin bersama mereka.


"Kita bicara dulu di luar berdua ?"


Ujar Maura membawa sandi ke tempat lain.


*


"Salma, aku tidak yakin kalau Om ku membunuh ayah mu...."


Salma tak menjawab hanya air mata yang menjadi saksi kepedihan nya.


"Aku yakin ini hanya sebuah kekeliruan..."


Tambah Devin menatap wajah Salma tanpa ekspresi, seperti buah simalakama, pilihan nya hanya mati.


"aku tidak tahu bang, tapi aku tidak bisa membantah keinginan papah, dia lebih tahu segalanya..."


"aku mohon pertahankan bayi kita, anak ku...!"


ujar Devin mengiba khawatir Sandi meminta Salma untuk menggugur kan bayi itu.


"Aku masih punya hati, mana mungkin aku membunuh anak ku sendiri..."


Sandi masuk ke dalam ruangan bersama Maura, Ia langsung meminta Salma duduk di dekat Maura dan menjauhi dari Devin.


"Aku akan menikah kan kalian, tapi setelah menikah kalian tetap terpisah. Salma tetap tinggal bersama ku, dan aku tidak mengizinkan mu untuk menyentuh Salma lagi, kalian akan bertemu nanti saat Salma melahirkan dan aku tidak mau ada keturunan Syarif di keluarga kami, kau harus bawa bayi itu dan menjauh dari kehidupan Salma, kalian akan langsung bercerai..."


Ucap sandi membuat kedua nya tertegun.


*


**


***


****

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2