
Beberapa hari berlalu...
Adit dan Arumi merasa kehilangan Salma karena ia tidak pernah kembali ke kampus dan memutuskan untuk mengambil cuti.
Adit penasaran dengan permasalahan yang terjadi, sebenarnya kenapa Salma tiba tiba mengambil cuti.
"tolong dong yah, tanyain alasan nya sama pak sandi, Adit tuh penasaran...!"
ujar Adit saat sarapan bersama dengan kedua nya.
Sutomo memindai wajah Adit yang terlihat bertanya tanya, sebenarnya Sutomo sudah tahu kenapa Salma tiba tiba mengambil cuti kuliah. Sutomo enggan memberi tahu Adit karena khawatir putra kesayangannya itu kecewa, sementara Adit sangat berharap pada Salma.
Sebenarnya Sutomo sudah tahu apa yang terjadi dengan Salma, Sandi percaya dan menceritakan permasalahan tersebut.
Sutomo tahu betul kejadian lalu yang menimpa keluarga Alfarizi dan Syarif.
Tak menyangka semesta justru membuat kedua nya kembali terikat.
"Sudah lah lupakan Salma, masih banyak perempuan lain...!"
Jawab Sutomo tak ingin Adit kecewa jika tahu kalau Salma sudah menikah.
"kenapa yah, Adit terlanjur berharap pada Salma, Adit mencintai nya yah !"
ujar Adit membuat Sutomo dan Istri nya tertegun.
"Ya, ayah paham tapi tidak bisa karena Salma sudah menikah !"
giliran Adit yang tertegun mendengar hal itu.
"sebenarnya ayah tidak ingin bercerita masalah ini, tapi sepertinya kamu harus tahu agar berhenti mengharapkan Salma !"
Adit dengan seksama mendengar kan Sutomo bercerita tentang masalah yang tengah keluarga sandi hadapi.
jadi karena itu Salma menolak nya ? liburan kemarin merubah keadaan salma seketika, dan sekarang ia hamil !
"Ayah sih terserah kamu, kalau kamu mau menerima Salma yang nantinya janda, kalau masalah anak, sandi bilang ia akan menyerah kan nya pada Devin, karena sandi tidak mau merawat keturunan Syarif..!"
timpal Sutomo memperhatikan Adit yang seperti tengah berpikir.
"Jadi setelah bayi itu lahir mereka akan berpisah ?"
"sekarang saja sudah berpisah ?! mereka menikah tapi tidak bersama, sandi tidak mengizinkan Devin membawa Salma !"
"ya sudah Adit akan menunggu Salma, Adit akan menerima apa adanya perempuan itu yah!"
Sutomo hanya mengedikan bahu nya lalu beranjak dari duduknya kemudian pamit pergi untuk bermain golf.
Semua terjadi memang karena sebuah jebakan, Sutomo sendiri tidak menjudge Salma tidak baik, tapi kalau Adit mau menerima nya ia tidak akan melarang.
__ADS_1
"Adit ke rumah pak sandi ya Bun ?"
Ujar Adit membuat meli terdiam, kenapa Adit tetap bersikukuh menginginkan Salma ?
*
*
**
Salma tersenyum saat Arumi mendatangi rumah nya, sandi tidak mengizinkan Salma keluar dari rumah. khawatir kalau Devin membawa Salma pergi dari nya.
Sandi sangat menyayangi Salma dan tidak ingin Salma pergi meninggalkan rumah.
Selama satu bulan ini Devin selalu mengirimnya makanan dan yang lain nya, Sandi tidak pernah tahu karena si kembar yang menjadi jalan nya.
"Sebenarnya ada masalah apa sal ? kamu kok tiba tiba cuti sih ?"
tanya Arumi memindai wajah Salma yang sedikit cabi.
seharusnya ia bulan ini ia mengikuti ujian semester seperti Arumi, Namun karena masalah itu ia harus menundanya hingga tahun depan.
Arumi juga baru sempat datang karena ia sibuk dengan kegiatan kampus dan harus belajar menghadapi ujian semester.
keduanya hanya berkomunikasi sekedar nya saja lewat ponsel, Arumi menatap Salma yang seperti tengah memikirkan sesuatu.
"aku enggak tahu harus cerita dari mana ? aku juga malu rum !"
"Kenapa harus malu, kamu enggak percaya sama aku ? Kita sahabatan dari SMP loh !"
jawab Arumi menggenggam tangan Salma.
"Aku hamil...!"
ujar Salma lalu terisak, sementara Arumi terpaku mendengar ungkapan itu.
"Amsterdam, aku terjebak satu malam dengan pria itu, Devin !"
rasanya pahit nan getir mengingat malam itu, kedua nya sudah menikah tapi tak bisa bersatu karena dendam di masa lalu.
Salma menceritakan permasalahan hidup nya pada Arumi, Jadi perubahan Salma selepas dari Amsterdam itu karena Devin.
"aku tidak tahu kenapa semesta mempertemukan aku dengan Devin sementara ada tabir kebencian yang menjadi penghalang antara aku dan dia, kita menikah tapi keadaan nya bercerai !"
Salam tergugu menggenggam tangan Arumi erat, gegas Arumi memeluk nya.
"astaga Salma, aku enggak percaya dengan semua ini. aku benar benar sedih mendengar permasalahan kalian !"
"Kamu tahu aku tidak bisa menentang papah, aku hanya mengandung, dan kelak bayi ini akan pergi bersama ayah nya !"
__ADS_1
Arumi termangu, ia bisa merasakan kepedihan yang Salma rasakan.
"papah tidak sudi menerima keturunan syarip, aku dan Devin tidak bisa berkutik tapi dia bilang kalau dia akan mencari tahu penyebab mereka hilang !"
"ya, aku rasa itu harus di pecahkan, jangan sampai berlarut-larut dan mungkin saja itu sebuah kekeliruan sal.."
Salma termangu mengingat kembali Devin, ia sangat rindu dan hal itu sangat menyiksa.
Sandi benar benar menentang keras keduanya untuk bersama.
Ia tidak berdaya dan hanya bisa pasrah menahan sakit nya terserang penyakit malarindu.
"kamu sabar ya Salma, kalau ada sesuatu yang bisa aku bantu kamu harus bicara dan jangan sungkan !"
Salma mengangguk lalu meraih beberapa kertas dengan deretan untaian kata rindu dan cinta dari Devin.
*
"Salma aku mencintaimu....!"
"Salma aku sangat merindukan mu... pergilah dengan ku, aku janji akan membuat mu bahagia !"
ya Salma percaya tapi keadaan menjadi scat hingga Salma urung untuk kabur bersama Devin, mengingat sang ayah yang telah tiada karena Om nya.
"Aku rindu kamu, rindu salju di Amsterdam.
kita pergi honeymoon ..!"
"Salma, apa kau menginginkan sesuatu ? aku rindu membuat kan susu untuk mu !"
Banyak lagi kata kata yang membuat Salma pilu, ia benar-benar tidak berdaya dengan keadaan itu.
Tak ada pilihan selain berpisah, masih kah ada kemungkinan untuk bersatu ?
**
Salma mencoba untuk menguat kan hati dan tidak ingin terus menangisi keadaan.
Ia harus bisa menerima keadaan itu meskipun dengan keterpaksaan.
"gimana perasaan kamu sama Devin, sal?"
tanya Arumi memindai wajah Salma yang sendu.
"Tak bisa di jelaskan oleh kata kata, aku bingung harus bagaimana sementara keadaan memaksa untuk bercerita berai !"
Arumi mengusap pundak Salma, berharap sahabat nya itu kuat menghadapi masalah itu.
Banyak mimpi yang Devin rangkai bersama Salma, Ia ingin sekali bertemu dengan istri nya itu Tapi ia sudah berjanji untuk tidak melanggar kesepakatan nya dengan Sandi. semua bahkan tertuang dalam kertas dan materai yang sudah ia tanda tangani, kenapa kesalahan orang lain berdampak pada nya ?
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir dan berkomentar 😍😍😍