
Akal dan logika benar benar menolak tapi perasaan menghianati dan Devin berhasil membelenggu kebebasan benak Salma sebab Ia terus mendambakan keberadaan Devin di samping nya.
Salma memberi kamar yang saat ini ia tempati dan Devin begitu senang saat mendapatkan respon baik dari Salma.
"Abang akan datang malam ini dek, kamu tau tunggu ya !"
Jawab Devin membalas pesan salma dan hal itu membuat Salma tertegun sendiri.
*
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi, Si kembar naik ke atas lebih dulu kemudian di susul oleh Salma yang mengantuk.
"pergilah ke kamar Salma nanti pembantu akan membawa kan mu susu..!"
Ujar Maura dan di angguk kan oleh Salma kemudian masukkan ke kamar.
Salma menolek ke arah jendela yang terbuka, dan waktu menunjuk kan pukul sembilan malam.
Salma menengok ke arah luar jendela dan tidak melihat siapa pun.
"apa mungkin Devin sudah datang ?"
Salma terkesiap saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya.
"hum bang kamu kapan datang ?"
Tanya Salma bergegas menghampiri pintu lalu mengunci nya dari dalam.
"Barusan sayang ?"
jawab Devin kembali merengkuh tubuh Salma.
"Jam segini security sedang ngopi jadi aku bisa bebas masuk ke area belakang rumah !"
Devin memangku wajah Salma lalu mengecup bibir nya singkat.
"Aku ingin selalu bersama mu Salma, katakan padaku bahwa kau pun menginginkan aku di sini "
Ujar Devin kemudian mengecup kembali bibir Salma lalu mencecap nya berulang hingga Devin terus memperdalam ciuman nya dan membawa Salma ke ranjang.
Salma tak bisa menolak Saat Devin mencumbu bibir nya dengan penuh hasrat.
Tubuh nya selalu merespon baik sentuhan Devin, Tangan nya meraba Perut Salma yang sedikit buncit hingga membuat Salma membuka bibir nya, dan saat itu Devin menelusup ke dalam bibir Salma yang mungil.
"Hm....!"
Salma mendorong tubuh Devin untuk menghentikan cumbuan nya.
keduanya saling menatap dengan nafas tersengal.
Tok tok..
Salma menoleh ke pintu terketuk gegas Salma beranjak dari ranjang.
__ADS_1
"bang pergilah bersembunyi sebab aku khawatir jika itu papah !"
Devin mengangguk lalu mencari tempat untuk bersembunyi.
Dengan cepat Salma membuka pintu kamar nya, benar saja sandi berada di balik pintu.
"kenapa di kunci ?"
Tanya sandi membuat Salma terkesima sejenak lalu merapikan rambut nya.
"Tidak papah Salma tadi habis dari kamar mandi !"
jawab Salma terbata lalu tersenyum kaku.
"Oh ya sudah ini susu untuk kamu cepat habiskan lalu segera istirahat..."
Salma mengangguk lalu mengambil Susu yang di berikan oleh Sandi.
"Terima kasih pah...!"
Sandi mengangguk lalu menutup kembali pintu kamar Salma.
"Uh...!"
Salma bernafas lega lalu Devin keluar dari bawah ranjang.
"Ayo minum susu nya sayang !"
Ujar Devin mengulas senyum lalu mengajak Salma untuk duduk.
Tanya Devin dan di anggukan oleh Salma.
"Bang kamu jangan tiap hari datang ya, Salma khawatir papah curiga !"
cakap Salma menunduk kan wajah nya dari Devin.
"ya sayang! Abang enggak akan datang tiap hari, paling nanti Abang rindu !"
Salma tertegun mengingat sandi yang menentang keras hubungan mereka karena permasalahan di masa lalu tapi ia tidak bisa jauh dari Devin, rasanya lemas dan tidak ada semangat.
"Ya sudah ayo sekarang kita tidur !"
Ajak Devin naik ke ranjang lalu keduanya masuk ke dalam selimut.
"Kelak malam seperti ini akan sangat kita rindukan...!"
Ujar Salma mendongak menatap wajah Devin yang termangu.
"Aku berharap manis tapi jika nanti yang terjadi pahit bagaimana !?"
Devin menghela nafas berat lalu memeluk Salma.
"Aku tidak tahu kenapa harus bertemu dengan mu bang, aku juga bingung kenapa secepat itu aku jatuh cinta ?"
__ADS_1
Devin tak menjawab.
"Aku berharap itu bukan cinta, mungkin sekedar kagum, empati atau hanya gairah !"
Cakap Maura menyayangkan sikap nya yang sudah melanggar aturan dari sandi, Tapi perasaan ini begitu kuatnya hingga ia begitu menginginkan berada dekat suaminya.
Awalnya perasaan itu tidak terlalu, Namun menetes semakin keras setelah Devin mengucapkan janji di depan penghulu.
"Abang juga sayang sama kamu dek, Saat ini Abang Tengah berusaha mencari keberadaan ayah mu, semoga kita bisa berdamai kelak hingga tak ada perpisahan di antara kita.."
Jawab Devin memeluk Salma semakin erat.
"Salma juga berharap seperti itu, tapi bagaimana jika pada waktunya Abang tidak bisa menemukan ayah dan kita !"
Salma menarik ingus lalu kemudian menatap wajah Devin.
Kedua nya saling menatap wajah yang ingin setiap hari terlihat di netra nya, mungkin wajah yang nantinya akan sangat dirindukan.
Devin mengecup bibir Salma yang terbuka lalu meraup nya dengan lembut.
"Abang akan terus berusaha agar kita bisa terus bersama !"
Ujar Devin lalu keduanya terlelap dalam tidur.
Pagi...
Salma membangun kan Devin agar segera pulang karena sebentar lagi terang, Salma menepuk pundak Devin perlahan.
"ada apa Salma ?"
Tanya Devin memeluk Salma dari belakang.
"Sudah siang bang! jangan sampai Papah tahu kamu ada di sini !"
jawab Salma membuat Devin tertegun.
"hum....!"
Devin bangun lalu duduk di samping Salma, waktu menunjukkan pukul empat pagi.
"Ya sudah Abang pulang dulu yah !"
Salma mengangguk lalu memeluk Devin dari belakang.
"Aku akan mempertahankan mu jika masalah nya tidak menyangkut orang tua ku !"
Ujar Salma membuat Devin tertegun.
"Salma percaya lah bahwa Abang akan terus berusaha agar kita bisa bersatu !"
*
**
__ADS_1
***
bersambung....