
Arumi dan Salma keluar dari kamar saat Maura mengatakan bahwa ada Adit di bawah.
Salma sempat bingung mau apa Adit datang menemui nya ?
"Hai kak Adit !?"
sapa Arumi senyum di ikuti oleh Salma tersenyum kaku melihat pria tampan yang dulu menjadi idola nya di kampus.
"Hai, Arumi, Salma ?!"
Adit mengulas senyum lalu memindai wajah Salma yang sembab dan pucat.
Tak ada yang tahu bagaimana keadaan hati nya yang meronta mengharapkan Devin, tapi itu adalah sebuah pantangan dari keluarga.
"gimana kabar kamu Salma ?"
Tanya Adit duduk di hadapan Salma dan Arumi.
"Baik kak, Hum...tumben sih ke rumah?"
"ya, Kakak sekalian antar kue dari bunda untuk kalian di sini !"
Maura keluar di ikuti oleh pembantu yang membawa kan minuman dan cake coklat yang tadi Adit bawakan.
Ibu Sutomo memang pintar membuat kue, Adit sengaja meminta sang ibu membuat kan kue untuk Salma.
"Ayo cicipi kue nya sama sama !"
Seru Maura senyum menilik sekeliling nya.
Keduanya ngobrol membicarakan hal santai hingga Arumi pamit untuk pulang karena seseorang menelpon nya.
"sal, aku pulang dulu ya ! kak Rizki telpon"
Salma mengangguk sambil tersenyum.
Arumi meniggalkan rumah Setelah pamit pada Maura. Arumi sengaja pamit karena berpikir kalau Adit seperti nya hendak berbicara berdua dengan Salma.
Adit terus memindai Salma yang terus menunduk, Ia harus berbicara berdua dengan Salma.
"Salma..!"
Seru Adit membuat Salma mendongak.
"Boleh kakak tanya sesuatu sama kamu ?"
Tambah Adit membuat Salma tertegun.
Berharap Adit berhenti mengharapkan nya karena hati ini telah tertawan oleh Devin, dan Salma tidak ingin membuat Adit kecewa.
__ADS_1
"kenapa ambil cuti kuliah ?"
Salma mendongak ke arah Adit, ia ingin tahu apa alasan Salma.
"Papah yang punya alasan, Salma cukup menuruti perkataan nya !"
Adit termangu mendengar jawaban Salma, Ia ingin sekali mengatakan bahwa ia tetap akan menunggu Salma hingga permasalahan nya selesai.
"Salma, Kakak akan tetap menunggu sampai masalah mu selesai, kakak benar benar tulus dan sayang sama kamu !"
Salma semakin tertegun mengapa Adit sampai seperti itu pada nya ?
"jangan kak, Salma tidak ingin kak Adit terluka ? biar Salma tanggung permasalahan ini sendiri !"
"Tapi aku tidak bisa membiarkan mu sendiri !"
Adit bertekad untuk tetap menunggu Salma, ia akan menerima perempuan itu apa adanya.
Tak peduli meskipun nanti ia seorang janda.
Salma tidak menjawab, Maura datang dan mengajak nya untuk makan siang bersama.
Maura memperhatikan Adit dengan kesungguhan nya, semoga kelak Salma mau menerima pria itu dan melupakan Devin.
**
Alena memperhatikan Devin yang berada di Bandara yang sama dengan nya, pria tampan itu bersama Roni assisten nya, sementara hilman tetap di jakarta.
Alena dengar Devin sudah menikah tapi keduanya tidak terlihat bersama, Alena bahkan tidak pernah melihat perempuan itu lagi setelah insiden beberapa waktu yang lalu.
Ia jadi tidak bisa melancarkan rencana nya untuk memberikan perempuan itu pelajaran, Ia menghilang begitu saja.
Devin duduk menunggu keberangkatan nya bersama Roni, ia tidak sadar jika seseorang memperhatikan nya dari jauh. Alena tak bisa move on dari Devin, ia terlanjur terobsesi pada pria cool itu.
Alena akan tetap mencari celah agar bisa kembali dengan Devin, semoga hubungan nya dengan perempuan nakal itu hanya untuk sementara waktu sampai bayi mereka lahir.
*
Sebelum berangkat Devin sudah menitip kan sesuatu pada si kembar untuk di serahkan pada Salma, Ia tidak mendapatkan nomor baru Salma beberapa kali ia meminta, dan Devin berharap Salma mau menerima ponsel dari nya, Devin tidak tahan dan ingin sekali bertemu dengan Salma, minimal ia bisa mendengar suara nya.
Devin beranjak dari duduknya saat waktu keberangkatan nya tiba, mungkin sepekan ia berada di Amsterdam.
***
Salma duduk sambil membaca buku di halaman belakang rumah, hanya air dari kolam renang yang terdengar terjun ke bawah.
suasana begitu sepi dan sunyi, Sandi belum pulang dari Swiss dan Maura pergi arisan dengan teman teman nya, sementara si kembar masih ekskul di sekolah nya.
Salma tertegun mengingat percakapan nya dengan Adit, lagi lagi Salma berpikiran kenapa harus dirinya ? seharusnya Adit mencari perempuan lain setelah mengetahui permasalahan nya, Ia tidak ingin Adit kecewa, dan lagi rasa nya Salma ingin sendiri setelah ia terpisah dengan Devin dan buah hati nya.
__ADS_1
Terbayang kepedihan itu, dan rasa mual membayang kelak ia harus merelakan diri nya sendiri tanpa bayi yang ia kandung selama sembilan bulan.
Salma tidak bisa berharap mereka akan bersama, sandi tidak akan pernah mengizinkan.
Salma akan meminta sandi untuk mempertemukan nya dengan sang ibu, mungkin dengan kehadiran nya bisa membuat ibunya sembuh ? tapi sakit apa beliau ? Salma tidak paham karena sandi tidak bercerita secara detail hal itu.
"Halo kak...!"
Seru Hana membuyarkan lamunannya.
Salma menoleh ke arah Hana dan Hani yang duduk di samping nya.
"kak Devin titip ini untuk kak Salma !"
Hana memberikan sebuah paper bag berwarna cokelat dan bungkusan plastik berisi mangga muda.
Salma tersenyum, jauh saja ia masih perhatian apalagi dekat.
*
"bang, lepas! jangan dekap aku seperti ini !"
Ujar Salma saat kedua nya bersama di hotel, Devin selalu memeluk nya erat, mencumbu nya sesuka hati, tapi Salma suka.
tapi ternyata itu adalah hal yang seharusnya tidak terjadi, dan saat ini Salma merasa sakit karena harus membuang perasaan cinta nya pada Devin.
Hana dan Hani tertegun melihat Salma yang menitik kan air mata nya mengingat kebersamaan mereka berdua.
Salma langsung melihat isi paper bag tersebut, sebuah ponsel Android terbaru yang sudah aktif.
Salma mengerti maksud Devin, ia ingin berkomunikasi dengan nya langsung lewat ponsel, beberapa kali meminta tapi Salma tidak pernah memberi.
"kak Devin bilang hari ini ia pergi ke Amsterdam, kalau kakak ingin jajan di luar bicara saja sama Hana ya!"
Salma mengangguk sambil mengulum senyum. kedua nya beranjak masuk ke dalam rumah, tentu saja mereka mau membantu Devin, kedua nya mendapatkan iming iming uang yang lumayan dari Devin.
Meskipun sebenarnya mereka membantu karena iba dengan kedua nya, saling mencintai tapi tak bisa bersama, menikah tapi terpisah.
*
*
**
***
bersambung..
terima kasih yang sudah mampir dan memberikan author semangat, author doakan kalian sehat selalu 😍
__ADS_1