Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab, 8.


__ADS_3

Devin langsung menarik tangan Salma untuk ikut dengan nya, Salma menolak namun tenaga nya kalah dengan Devin.


Ingin meminta tolong pada orang lain, Namun urung karena kemungkinan orang lain akan tahu permasalahan nya dengan Devin.


Pria itu langsung membawa nya ke jalur khusus milik nya, dimana tidak ada orang lain selain dia dan Salma.


"Lepas...!"


"kau harus ikut dengan ku...!"


Ujar Devin mencekal kuat tangan Salma.


"Apa yang hendak kau lakukan, jangan macam macam dengan ku!"


Devin menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Salma yang langsung terperangah.


"Macam-macam, bukan kau yang lebih dulu..!"


Devin tercengang saat Salma langsung menutup mulut nya, netra kedua nya bertemu lalu bayangan malam itu seketika memutar pada memori internal otak'nya.


Gegas Salma memalingkan wajahnya, Devin langsung membawa nya masuk ke dalam lift.


"lepas.....!"


Salma kembali meronta lalu menjauh dari Devin, Salma melebar kan pupil nya melihat nomor lantai paling atas yang tengah mereka tuju, entah apa yang hendak pria itu lakukan. seketika itu wajah nya memucat.


"Kemana saja kau ?"


Tanya pria itu membuat Salma langsung menoleh.


"Kau pergi setelah menggoda ku !"


sambung Devin membuat Salma menganga, Devin mendekat dan langsung meraup bibir Salma, Ia langsung menolak ciuman dari Devin namun lagi lagi tenaga nya kalah kuat, Devin menghimpit nya ke dinding lalu mencium bibir Salma dengan memburu.


"hm, lepas kan aku !"


Seru Salma mendorong tubuh Devin dengan nafas tersengal.


"berani kau mencium ku ?"


Sergah Salma dengan gemeretak gigi nya.


"Lebih dari itu pun aku berani, bukan kah !"


"cukup !"


Salma menghentikan langkah Devin yang hendak mendekati nya.


Pintu lift terbuka, Devin langsung menarik tangan Salma dan menariknya masuk ke dalam kamar hotel president suite.


"lepas kan...!"


Salma menarik tangan nya dari genggaman Devin.


"Apa mau mu, kenapa kau membawa ku kemari?"


Salma melebar kan matanya saat Devin membuka jas berwarna hitam nya.


Salma langsung memundurkan langkah nya, Ia gemetar karena takut Devin berbuat tidak baik pada nya.


Devin memicingkan mata nya melirik ke arah Salma yang langsung memucat.


Devin berjalan ke arah Salma lalu melewati nya begitu saja. Salma tertegun sejenak lalu menoleh ke arah Devin yang membuka lemari es dan mengambil dua botol minuman.


"Jangan tegang Begitu...!"

__ADS_1


Ujar Devin lalu menarik tubuh Salma untuk duduk di sofa, dan lagi lagi pria itu kembali menghimpit nya.


"Jangan seperti ini, menjauh dari ku !"


Pinta Salma menghela nafas berat.


"Aku terus mencari mu setelah kejadian malam itu ?!"


ujar Devin membuat Salma tertegun.


"kenapa kau pergi setelah menggoda ku ?"


Salma terperangah mendengar apa yang Devin sampai kan.


"Untuk apa kau mencari ku ? lupa kan saja malam itu ?!"


Ujar Salma menunduk.


"Aku sudah melupakan malam itu, anggap saja malam itu tidak pernah ada !" sambung Salma berbohong membuat Devin tertegun.


"Tapi aku tidak bisa melupakan mu !"


Salma kembali menatap wajah tampan Devin, Sebenarnya Ia juga tidak bisa melupakan pria itu !


"siapa nama mu ?"


tanya Devin memindai wajah cantik Salma.


"Salma, lepas kan aku ! biarkan aku pergi !"


Devin kembali tertegun menatap Wajah Salma.


"aku tidak ingin memperpanjang masalah itu ?" Salma beranjak dari duduknya.


tanya Devin, Ia tidak bisa melupakan Salma, hal itu membuat rencana pernikahan nya terombang ambing tidak jelas karena khawatir Salma hamil, tentu ia harus bertanggung jawab.


Salma tertegun saat hujan tiba tiba saja turun, ia berdiri mematung membelakangi Devin.


"apa yang akan kamu lakukan jika aku hamil?"


tanya Salma membuat Devin beranjak dari duduknya.


Salma membeku saat Devin tiba tiba memeluk nya dari belakang, Salma langsung mengigit bibirnya sendiri.


"Aku akan menikahi mu, aku akan bertanggung jawab meskipun malam itu kau yang memulainya...!?"


Salma langsung menganga dan membalikkan tubuhnya menatap Devin yang langsung terkekeh kecil.


"kau..."


Salma mendorong pelan tubuh Devin, pria itu langsung meraih pinggang Salma kemudian mengecup bibir salma pelan.


Sebelum bertemu dengan Devin, Salma terus merasakan mual tapi Saat ini ia tidak merasakan mual sama sekali.


Kedua nya saling menatap satu sama lain, Salma ingin melepaskan diri dari dekapan hangat Devin, namun lagi lagi tubuh nya berkhianat, tapi kali ini ia sadar tanpa pengaruh obat perangsang.


"lepas kan aku..."


ujar Salma melepas kan dekapan tangan Devin di pinggang nya.


"Apa alasan ku mempercayai mu...?"


"Nama ku Devin, Devin Sanusi Syarif..."


ujar Devin kembali meraih pinggang Salma.

__ADS_1


*


malam itu Benar benar mengubah dunia nya, Devin tidak bisa melupakan Salma begitu saja, pesona Salma begitu melekat pada benaknya.


"hotel ini milik keluarga ku, kau boleh mencari ku kemari !"


Salma terkekeh kecil lalu menjauh dari Devin.


ia menatap hujan yang turun cukup deras, waktu juga sudah gelap.


"untuk apa aku mencari mu, sekarang biarkan aku pergi dari sini !"


"tidak....!"


sergah Devin lalu meraih tubuh Salma, memangku wajah nya kemudian mencium bibir Salma penuh hasrat.


Salma berusaha untuk menolak, tubuh nya meronta-ronta memukul tubuh Devin, namun Devin malah mengangkat tubuhnya dan membawanya ke meja makan.


"lepas, jangan lagi Devin !"


Seru Salma mengigit bibir nya saat Devin tak henti mencumbu leher jenjangnya.


Meninggal kan bekas kemerahan seperti malam itu, jika di Amsterdam salju menjadi saksi percintaan terlarang mereka dan saat ini hujan mengiringi hasrat Devin yang tidak henti mencumbu Salma.


"lepas, Devin...!"


Seru Salma memohon namun Devin tidak mendengar kan rintihan nya.


"lepas, aku tidak mau hamil Devin... lepas kan aku !"


pinta Salma menutup bibir Devin dengan tangan nya.


"kenapa kau ingin melakukan nya lagi, aku bukan siapa siapa mu!"


ujar Salma membuat Devin menghentikan aksi nya.


"sejak malam itu hanya wajah mu yang berada dalam benak ku. anggap saja aku sedang melepaskan rindu karena beberapa waktu gagal menemukan mu, aku sudah berjanji pada diriku sendiri. aku tidak akan melepaskan mu jika kembali menemukan mu !"


ujar Devin membuat Salma tertegun.


"aku Ingin menikah dengan mu, aku tahu aku adalah pria pertama yang menjamah mu !"


"kau pikir semudah itu ?"


"ya, aku akan mendatangi keluarga mu secepatnya !"


Jawab Devin lalu menarik tubuh Salma untuk beranjak dari meja makan.


Salma masih duduk di meja makan menghadap Devin yang tengah menatap nya.


"aku mau pulang...!"


"di luar masih hujan !"


ujar Devin lalu kembali meraih bibir Salma, kali ini Salma tidak menolak. Ia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Devin.


Entah apa yang merasuki pikiran dan jiwa nya, Salma malah menikmati sentuhan dari Devin, dan tubuh nya merespon dengan baik.


Devin melepaskan ciuman nya lalu membawa tubuh Salma keranjang king size dengan sprei warna putih lembut.


"tidak aku tidak mau, jangan kali ini aku sadar !"


ujar Salma membuat Devin terkekeh kecil, namun ia tetap merebah kan tubuh Salma di ranjang king tersebut.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2