
Salma tertegun menatap Salju yang turun, ingatan nya memutar mengingat sosok yang telah lama hilang dari pandangan, namun tetap menetap di hati.
Salma menggapai butiran salju yang putih dan lembut, Ia semakin merindukan sosok Devin.
"Kelak aku akan mengajakmu ke Amsterdam !"
Ucapan itu selalu terngiang dalam benak membuatnya sesak.
Lima tahun berlalu begitu cepat dan Salma sangat bersyukur karena keadaan ibu nya semakin baik, lambat laun Salma yakin kalau sang ibu bisa sembuh dan mengatakan hal sebenarnya.
Salma terdiam menatap wajah yang tengah tertawa bersama istri nya, Sandi tidak pernah membahas masalah pernikahan nya dengan Devin, padahal tak pernah adalah kata perpisahan dari Devin meskipun ia pergi dalam ketidak Tahuan nya.
Salma mencoba menurut keinginan sandi tapi tidak dengan menerima pria lain dalam hidup nya, Charles sudah menikah, begitu juga Adit dan Arumi mereka hidup bahagia dengan dua orang anak laki-laki.
Salma menghela nafas berat mengingat buah hatinya yang mungkin sudah besar dan mungkin menanyakan siapa ibunya ?
mungkin ?
perkiraan umur nya sudah lima tahun dan mungkin sudah TK, tak terbantahkan bahwa Salma menderita jauh dari kedua nya, Salma ingin sekali bertemu dengan pelangi.
"Mommy rindu sekali dengan kamu nak !"
Batin Salma meringis perih, Air mata seakan menjadi teman setianya, tapi sampai kapan? sampai rambut memutih ? Atau semua berkahir tanpa cerita, mereka bilang bahwa ia akan mendapatkan yang lebih baik dari Devin ? tak segampang berbicara nyata nya sampai saat ini tak ada yang bisa membuat hati nya bergetar seperti Devin.
__ADS_1
"Bang, bagaimana anak kita ? apa dia baik baik saja ? dia pasti sudah pintar bicara !"
Gumam Salma duduk sendiri di kursi yang membeku.
"Salma, Ayo kembali ! ada kabar bahwa hari ini akan ada badai salju !"
Ujar sandi lalu meraih pundak nya untuk kembali ke rumah.
Lima tahun yang lalu ia berteduh di rumah ini bersama mereka, Namun kali ini hanya beberapa bunga tulip yang nampak, pemilik villa tersebut mengatakan bahwa beberapa telah gugur karena terus di hantam badai salju.
"Oh ya Salma, papah ingin bicara dengan mu !"
Ujar sandi mengajak Salma untuk duduk bersama Maura juga.
"Ada apa pah ?"
"Salma bagaimana kalau Attar ingin melamar mu?"
Tanya sandi membuat Salma membeku seketika.
Diam diam pria itu menyukai Salma, seperti halnya Charles namun Attar tak pernah menunjukkan perasaan nya Itu, selama ini ia membiarkan takdir berjalan apa adanya dan Attar mencoba memberanikan diri karena Salma dan Devin sudah lama berpisah dan ia siap menerima Salma apa adanya dia dengan semua masa lalunya.
"Maaf pah ?"
__ADS_1
Jawab Salma membuat sandi tertegun melihat Salma tampak murung.
"Salma kehidupan harus tetap berjalan dan sampai kapan kamu mengharapkan seseorang yang sudah jauh dan tidak ada kejelasan !"
Jawab sandi ingin Salma melupakan Devin.
"Ya tapi tidak segampang itu menerima orang lain dalam kehidupan Salma setelah apa yang terjadi, papah pikir semudah itu ? Ibu saja sampai seperti itu jauh dari ayah ? lalu Salma ?"
Jawab Salma lalu beranjak dari duduknya.
Mungkin kemarin ia masih bisa diam dan sabar dari tekanan Sandi tapi kali ini tidak lagi.
Ia berhak untuk menolak siapapun yang ingin masuk ke dalam hidup nya, bagi Salma tak akan ada yang bisa menggantikan posisi Devin dalam hati nya.
Tak apa ia hidup sendiri tanpa Devin, tapi itu lebih baik dari pada hidup dalam sandiwara cinta.
Salma masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, dingin namun keadaan hati nya lebih dingin lagi, dan ia tidak sanggup bersama orang lain sebab ia masih mengharapkan Devin hadir menjemput nya.
Inilah keteguhan cinta nya dan salju di Amsterdam yang mengawali kisah nya bersama Devin, Salma tidak menginginkan yang lain apalagi anak nya kini bersama Devin dan rasa nya ingin sekali mendengar Anak itu memanggil nya mommy.
Salma menyeka air matanya, lagi lagi harus menangisi ketiadaan Buah hati nya, tapi sandi tidak mengerti dan menganggap bahwa Ia baik baik saja, selama ini ia selalu bersembunyi di balik senyum palsu karena tidak ingin sandi terus memintanya untuk melupakan Devin, dan bukan hanya mudah sebab hingga saat ini ia masih saja mengingat bahkan mencintai Devin dengan sangat.
Salma tidak menduga kalau kak Attar diam diam menyukai nya, Sedangkan ia tahu bahwa semua terjadi karena ulah adik nya sendiri, mana mungkin Salma mau sementara selama ini ia selalu menghindari komunikasi dengan Charles ? Ia memang sudah menikah tapi tidak ada yang tahu jika selama ini ia selalu saja berusaha menghubungi nya padahal Ia hendak menikah tapi Charles selalu saja mengganggu nya.
__ADS_1
mungkin setelah pernikahan ini Charles akan berhenti menghubungi nya dan fokus dengan istri nya itu..
bersambung...