Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 17.


__ADS_3

Sandi tertegun mengingat seseorang yang jauh di sana, Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan salah satu keluarga Syarief, ia bahkan menginjak kan kaki di rumah nya.


"kenapa Salma bisa menjalin hubungan dengan pria itu ?"


Salma cinta sama Devin ?


Salma beranjak remaja dan selama ini Sandi tahu dengan siapa saja Salma bergaul, sandi selalu mengawasi nya dan sekarang tiba tiba saja Ia datang bersama seorang pria dan mengatakan ingin menikah, tapi kenapa harus dari keluarga Syarif.


Salma tidak tahu apa yang sudah terjadi, apa ia harus memberi tahu Salma kenyataan pahit itu.


Sandi menoleh ke arah Maura yang memegang pundak nya. "bicara kan baik baik dengan Salma dan katakan bahwa kita sudah menjodohkan nya dengan Adit, kita tidak perlu memberi tahu keadaan yang sebenarnya jika itu berat untuk mu mas !"


Sandi langsung memeluk Maura untuk mendapatkan ketenangan.


*


"Aku tahu kamu sedih dan kehilangan tapi kamu harus kuat karena memiliki Salma..."


perempuan itu menggeleng, kehilangan orang tercinta membuat nya kehilangan semangat hidup.


*


**


***


****


Sandi membawa Salma dari panti asuhan saat Ibunya memberikan Salma ke panti tanpa sepengetahuan nya, Perempuan itu pergi mencari Suaminya yang hilang entah kemana.


Waktu berjalan, usaha nya tidak membuahkan hasil, Ia semakin terpuruk dan tidak sanggup menghadapi hidup tanpa pria itu.


*


**


Sandi membawa perempuan itu ke tempat di mana ia di rawat hingga saat ini.


***


Pagi...


Salma menghampiri sandi di meja makan, wajah nya pucat karena sejak tadi Salma terus muntah.


"Mulai sekarang kamu di antar jemput supir, tidak ada penolakan Salma...."


"Tapi pah ?"


Salma mengigit bibir nya menahan air mata, saat ini saja ia ingin sekali bertemu dengan Devin dan sekarang Sandi tidak mengizinkan ia pergi selain dengan supir.


"Kenapa papah larang Salma dengan Devin ? apa salah kami pah ?"


Tanya Salma berdiri tak dapat menahan air mata nya lagi.


"Salma papah sudah menjodohkan kamu dengan Adit !"


Salma menganga tidak percaya dengan apa yang sandi katakan.


"Tapi Salma enggak mau, Salma enggak cinta dengan Adit. kenapa papah maksa ? apa salah Devin ?"


"kenapa kamu juga memaksa ingin dengan Devin ? apa yang sudah dia lakukan pada mu Salma ?"


ujar Sandi ikut berdiri.


Maura meraih Sandi untuk sabar menghadapi masalah itu.


Salma menangis terisak lalu pergi meninggalkan meja makan, Ia berlari ke wastafel saat kembali merasakan mual dan muntah.


Sandi membeku dan khawatir dengan keadaan Salma ? beberapa waktu ini Salma selalu mual dan muntah, dan tiba-tiba saja pria itu datang melamar Salma.

__ADS_1


gegas sandi menghampiri Salma yang masih berdiri.


"kemari...!"


Ujar sandi menarik tangan Salma, si kembar ikut beranjak dari duduknya, sang papah terlihat meradang.


"katakan apa yang terjadi Salma ?"


tanya Sandi dengan tatapan menyelidik ke arah Salma, ia kembali mual dan kembali ke wastafel.


Maura ikut mematung melihat Salma, apa mungkin dia hamil ?


astaga ?


"mas kamu tenang dong !"


Ujar Maura menyentuh pundak sandi dengan nafas memburu.


"Sayang, ayo kalian berangkat sekolah ya !"


ujar Maura pada si kembar.


Keduanya melangkah sambil menoleh ke arah Salma yang masih menangis di bawah wastafel.


gegas Maura mendekati lalu meraih tubuh Salma yang lemah.


"Ayo kita bicara di dalam !"


ajak Maura mengajak Salma naik ke atas kamarnya.


Maura memberikan Salma minum terlebih dahulu sebelum mereka mengajak nya bicara.


"Salma jujur sama mamah dan papah nak, apa yang terjadi dengan kamu dan Devin ?"


Salma bungkam tidak menjawab.


"Salma apa kamu hamil ?"


"Salma apa Devin sudah melakukan itu sama kamu ?"


Sandi mengepal kan tangan nya menahan amarahnya, jika itu benar sandi tidak akan segan segan menghabisi Devin.


"Salma minta maaf pah?!"


Sandi langsung lemah mendengar kata maaf itu, Ia luluh duduk di lantai. Maura menganga mendengar pengakuan Salma.


"semua terjadi karena Charles ?!"


Ujar Salma, ia tidak mau di salah kan sendirian, semua memang karena Charles. Salma menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Devin.


"jadi sekarang kamu hamil Salma ?"


Tanya Sandi dengan nafas tersengal menahan cambuk kekecewaan.


Ia menjaga Salma dengan sebaik baiknya agar tidak bertemu dengan keluarga itu, namun kenyataannya justru Ia benar benar lengah.


"Apapun yang terjadi papah tidak akan menikah kan kamu dengan Devin, kalau perlu gugurkan saja !"


Salma menganga mendengar penuturan Sandi yang langsung menohok hati nya.


"Pah, bicara apa ?"


"aku tidak akan sudi keturunan Syarif ada di rumah ini !"


Ujar sandi pergi keluar dari kamar Salma dengan kekecewaan yang mendalam.


Dan saat itu Devin kembali mendatangi rumah sandi untuk bertemu dengan Salma.


"mau apa kamu datang lagi ke rumah ku ?"

__ADS_1


Ujar sandi meradang melihat keberadaan Devin di rumah nya.


bug...


bug...


Devin tercenung hingga terhempas karena Sandi tiba tiba menghajar nya.


"Mas, sudah... astaghfirullah !" seru Maura menahan tangan Sandi yang hendak kembali menghajar Devin.


Salma berlari ke luar saat melihat kegaduhan di dalam rumah.


"Bang Devin ?!"


seru Salma hendak menghampiri namun dengan cepat sandi menghalangi nya.


"berani kamu menyentuh anak saya ?!"


Seru sandi dengan nafas memburu.


"Sudah mas, kita bicarakan masalah ini baik baik !"


Ujar Maura berusaha untuk menenangkan sandi.


"Saya tidak terima kamu menghamili Salma!"


Devin tertegun mengusap bibirnya yang berdarah, Ia paham kenapa Sandi sampai semarah itu.


Jadi ia sudah tahu yang sebenarnya, pantas ia langsung dapat bogem mentah.


"sekarang kamu pergi dari rumah saya, dan tanyakan pada orang tua mu siapa Sandi Alfarizi...!"


ujar Sandi membuat Devin kembali tertegun.


"masuk ke kamar Salma...!"


titah Sandi menunjuk tangga, Salma tak bergeming melihat wajah Devin yang membiru.


"masuk lah Salma, Abang janji akan kembali !"


ujar Devin semakin membuat Sandi kesal.


Salma menyeka air matanya lalu menatap wajah sandi.


"Salma dan bang Devin tidak sengaja melakukan hal itu ? kak Charles yang sudah kasih Salma obat perangsang.."


"ya sudah biar Charles nanti yang menikahi mu !"


Salma menggeleng kan kepala nya tidak paham dengan pemikiran sandi.


Kenapa ia begitu membenci Devin ?


"Papah harus kasih tahu alasan kenapa papah tiba tiba membenci bang Devin ?"


Devin juga heran, ia tidak tahu apa apa, pertama kali bertemu Sandi langsung membenci nya.


"kau akan tahu jawabannya setelah menanyakan siapa aku ?"


Ujar sandi lalu membawa Salma ke atas tangga, Devin mematung melihat Salma yang meronta menginginkan nya.


"sebaiknya kamu pulang !"


ujar Maura lalu naik ke atas menyusul sandi dan Salma.


Devin melangkah keluar dengan lemas, Ia tidak tahu masalah apa hingga membuat sandi membenci nya.


gegas Devin pergi untuk menanyakan hal itu pada sang ayah.


bersambung.

__ADS_1


terimakasih sudah mampir.


Ayo dong komentar biar author semangat 🤭🤭😍😍💪😘


__ADS_2