Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
Hanya cinta yang bisa.


__ADS_3

Devin langsung beranjak dan memegang pundak salma, seperti mimpi tapi perempuan yang berada di hadapannya itu memang istrinya.


"Salma ?"


Tanya Devin lalu memeluk erat tubuh Salma, waktu Lima tahun berjalan dengan tertatih.


Ia begitu dahaga ingin bertemu dengan Istri nya, Devin terus terisak memeluk Salma yang justru membeku dalam pelukan Devin.


pelangi menghampiri dan tertegun melihat Devin yang terisak, di susul Salma yang menangis tergugu.


"Aku sangat rindu Salma, demi tuhan aku sangat menderita !"


cakap Devin membuat Salma mengangguk.


Bukan hanya Devin yang merasakan hal itu, Salma juga menderita jauh dari ia dan buah hati nya.


"pelangi !"


Seru Devin melepaskan pelukan nya lalu menggendong tubuh pelangi.


"Ini anak kita dek !"


Ujar Devin menunjuk kan betapa cantik nya putri Mereka.


Gegas Salma mengambil alih putri mereka dan memeluk nya erat sambil menangis.


Layak nya kemarau panjang yang tersirami air hujan, itu lah keadaan Salma yang layu kini kembali segar setelah bertemu dengan mereka.


"Ini mommy nak !"


Ujar Salma tersenyum dengan airmata.


"Pelangi Cantik kan Mommy ?!"


Pelangi adalah bukti rasa yang tiba tiba tercipta pada malam bersalju.


Dan salju kali ini kembali mempertemukan mereka yang sudah lama berpisah.


"Bang terimakasih sudah merawat pelangi dengan baik !"


Ujar Salma tidak menyangka putri nya secantik ini.


"Kalian adalah harta berharga Abang dalam hidup !"


Jawab Devin memeluk pelangi dan Salma yang terisak.


Rasa nya ingin sekali bersama dan tidak ingin berpisah, salju yang menyatukan mereka dan berharap salju kali ini tidak lagi memisahkan keduanya, tapi adakah kesempatan untuk bersama sementara keadaan masih sama seperti sedia kala.


"Mommy, lihat kakek tua ini ?"


Ujar pelangi menunjukkan foto kakek yang tinggal di lembah dekat danau.


Salma menganga melihat wajah pria itu persis seperti wajah pria yang berada di foto yang selalu ibunya pegang.


"Astaga, Dimana kakek tua itu ?"


Tanya Salma langsung gusar, seperti nya itu adalah ayahnya.


"Itu ayah bang, ayo bang!"


Ajak Salma dan di anggukan oleh Devin.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju tempat itu, Devin urung membawa pelangi karena Salju turun dengan derasnya.


"Sayang sebaiknya kamu bersama Oma dulu ya !"


Ujar Devin lalu membawa pelangi masuk dan menitip kan nya pada Miska.


Gegas keduanya pergi ke tempat itu, jalan menuju tempat itu cukup curam apalagi salju turun dengan cepat.


"Seperti nya akan turun badai sayang, nanti kamu tunggu di mobil saja !"


Ucap Devin mengecup pelipis Salma.


"Tidak Salma harus ikut bang !"


Sergah Salma begitu bersemangat, Ia teringat dengan ibunya yang mengatakan ingin sekali bertemu dengan ayah nya.


Tak berapa lama mereka sampai ditempat itu, Salma dan Devin bergegas pergi mencari pria tua itu.


"Hah itu Dia...!"


Ujar Devin berlari saat melihat seorang pria yang terkapar di jatuhi salju, seperti nya pria itu pingsan.

__ADS_1


"Astaga bang, apa ia masih hidup ?"


Tanya Salma melihat wajah pria itu dsn dan benar benar sama dengan yang berada di foto sang ibu.


"Urat nadinya berdetak lemah, ayo kita bawa ke rumah sakit! "


Salma mengangguk lalu membawa pria tua itu masuk ke dalam mobil.


Salma menolak beberapa pria yang datang karena yakin dengan ucapan sang ibu bahwa Sang ayah masih hidup, Salma berharap bisa bersama dengan Devin jika kenyataan mengatakan bahwa semua yang terjadi hanya kekeliruan saja.


Devin mendorong brankar yang membawa pria tua Itu, Gegas Devin meminta dokter memeriksa dan memberikan pertolongan pada pria tua itu.


Devin merengkuh pundak Salma saat Dokter menutup pintu ruang pemeriksaan.


"Ya Tuhan !"


gumam Salma menoleh ke arah Devin yang juga seperti nya kedinginan, di luar tengah terjadi badai salju.


"Semoga salju di Amsterdam kembali menyatu kan kita !"


batin Devin lalu memeluk Salma yang membeku.


Dua jam berlalu dokter memanggil mereka dan mengatakan bahwa pria tua itu sudah sadar.


Gegas Salma dan Devin menghampiri ruangan tersebut.


"Halo...!"


Seru Salma pada pria tua itu, mereka sama sama terdiam namun jantung kedua nya berdegup kencang.


"Aku Salma, apa anda mengenali Ibu Saya ?"


Tanya Salma menunjukkan foto sang ibu yang berada dalam ponsel nya.


"Mungkin, tapi yang terjadi beberapa tahun lamanya saya kehilangan ingatan dan tidak tahu siapa saya dan keluarga saya !"


Jawab pria itu lalu memijat Keningnya yang berdenyut pusing mengingat masa lalu yang tak nampak dalam ingatan, Salma sudah menghubungi Sandi dan Maura, mereka akan datang setelah badai berlalu.


Pintu terbuka dan sandi menyembul masuk menghampiri Salma.


"Papah apa ini ayah?"


Tanya Salma membuat Sandi membeku seketika menatap seorang yang dua puluh tahun ini ia cari.


Seru sandi lalu memeluk pria yang katanya bernama Erwin, sandi malah langsung menangis dan Maura merengkuh pundak Salma.


"siapa yang menemukan ayah mu Salma, dia benar-benar ayah mu !"


Ujar sandi menyeka air matanya.


"Pelangi dan bang Devin yang menemukan nya !"


jawab Salma membuat Sandi tertegun menatap wajah Devin, ternyata pria itu tidak pernah patah semangat menemukan Ayah Salma.


"Ibu Juga pernah bilang sama Salma kalau Ayah pasti masih hidup pah, Salma yakin bahwa semua yang terjadi hanya kekeliruan dan itulah kenapa Salma menolak siapapun pria yang datang karena sampai saat ini Salma masih mengharapkan bang Devin menemukan ayah !"


ujar Salma menangis membuat Sandi tertegun.


"Bagaimana pun keadaan ayah sekarang, Salma mohon pah restui Salma dengan bang Devin !"


pinta Salma.


"Mommy, Daddy !"


teriak pelangi berlari memeluk Devin.


Miska dan Ramlan menghampiri mereka berdua.


"Ya sandi aku minta maaf kalau semua terjadi karena adik ku, tapi Salma dan Devin tidak salah mereka tidak seharusnya menjadi korban atas keegoisan kita karena dendam di masa lalu, jika Erwin selamat maka aku ingin memberi tahu mu kalau Syarif sudah tiada karena perebutan kekuasaan itu, Aku mendapatkan informasi itu satu bulan yang lalu, berusaha mencari keberadaan Erwin dan malah pelangi cucunya yang menemukan nya, bukan kita yang penuh dengan dendam dan amarah.


Cinta Devin dan Salma begitu besar, Aku ingin melihat mereka bahagia karena kedua nya berhak bersama, dan aku yakin kalau ibu Salma akan sembuh jika kita mempertemukan nya dengan Erwin !!"


Ujar Ramlan lalu menggendong pelangi yang menghampiri nya.


"ya kamu benar Ramlan !"


Jawab sandi lalu menyatukan tangan Salma dan Devin.


"Maafkan papah Salma, kalian bersatu lah karena kebencian memang hanya akan merusak jiwa !"


Ujar Sandi terisak memeluk Salma.


"maafkan papah sudah membuat mu menderita nak !"

__ADS_1


Ujar sandi lalu menyeka air mata Salma.


"bersama lah dalam mahligai cinta dan salju menjadi saksi bersatu nya kalian kembali !"


Tambah sandi lalu berpelukan dengan Devin.


Setelah itu Devin meraih pelangi dan memeluk erat Salma.


"Alhamdulillah..."


**


*


*


...----------------...


Begini lirik lagu Hanya Cinta yang Bisa – Agnes Monica ft Titi DJ


Ku pikir ku tak pernah pantas untuk bahagia


Sejak kau pergi dalam ketidaktahuanku


Kini kau kembali


Membawa bingkisan kebahagiaan


Yang aku ingat pernah kau curi dariku dulu


Kau tawarkan lagi untukku..hu…


Jangan lagi kau pergi dari hidupku


Takkan mudah untukku bila sendiri


Biar kita miliki rasa bahagia


Ingin selalu bersama


Di dalam ruang dan waktu


Ku sadari


Bukan hanya kau kembalikan mimpiku…


Hadirmu kini membuatku percaya lagi


Bahkan lebih indah dari mimpi-mimpiku, hu…hu


Hanya cinta yang bisa menaklukkan dendam


Hanya kasih sayang tulus yang mampu menyentuh


Hanya cinta yang bisa mendamaikan benci


Hanya kasih sayang tulus


Yang mampu menembus ruang dan waktu


Wo…o…hoo…


Jangan lagi kau pergi dari hidupku


(Hanya kasih, hu…uu) Takkan mudah untukku bila sendiri


(Hanya cinta, wo…wo…hoo) Biar kita miliki rasa bahagia


(Hanya kasih sayang tulus) Ingin selalu bersama


Mampu menembus ruang dan waktu, wo…


Hanya cinta yang bisa (Bisa menaklukkan dendam)


Hanya kasih sayang tulus (Tulus mampu menyentuh)


Hanya cinta yang bisa (Bisa damaikan benci)


Hanya kasih sayang tulus (Tulus)


Yang mampu menembus ruang dan waktu (Dan waktu, hu…hu…hu).


Tamat.

__ADS_1


terima kasih yang sudah mendukung novel ini 😍😍😍


__ADS_2