
Maura masuk ke dalam menghampiri kedua nya, keduanya terdiam melihat Maura yang menatap kedua nya.
"Sudah ya kangen kangenan nya! Mama enggak bisa kasih waktu lebih lama lagi !"
Ujar Maura membuat keduanya tertegun.
"Devin kamu ingat kan perjanjian kita !"
Devin termangu mengingat hal itu, Tapi ia sangat merindukan Salma dan ingin bersama.
"Tanyakan saja pada Salma apa ia ingin aku pergi dari sini ?"
Tanya Devin menoleh ke arah Salma yang membeku.
"Aku sangat tersiksa karena jauh dari istri ku, dan aku rasa anda tahu bagaimana rasanya jauh dari orang yang tercinta...!"
Maura mengangguk.
"Mama paham Devin maka dari itu pergilah mencari kebenaran sampai waktu nya tiba agar kalian tidak berpisah !"
Cetus Maura membuat Devin termenung sendiri, ia juga tengah mengusahakan hal itu tapi belum ada hasil nya.
"Sekarang sebaiknya kamu pulang, keadaan Salma juga sudah membaik kan !"
Sambung Maura dan di anggukan oleh Devin.
"Baiklah Ma, hum Abang akan kembali dengan sebuah kebenaran dimana hal itu tidak akan memisahkan kita, percaya lah Salma bahwa kamu adalah orang pertama yang aku cintai !"
Cakap Devin kemudian memeluk Salma yang membeku.
"kelak aku akan kembali membawa mu ke Amsterdam !"
Tambah Devin mencium pucuk kepala Salma lalu beranjak dari duduknya.
"Abang pulang ya Salma !"
Salma mengangguk.
"Baik baik ya!"
pesan Devin sebelum meninggal kan ruangan itu.
__ADS_1
Salma hanya mengangguk kecil kemudian membiarkan Devin pergi meninggalkan nya bersama Maura.
"sabar ya Salma, yakinlah bahwa apa yang Allah takdir untuk mu tak akan Ia biar kan pergi."
Salma mengangguk kemudian mendekap pinggang Maura.
"Terima kasih untuk semua kebaikan serta ketulusan Mama merawat membesar kan Salma seperti anak sendiri !"
"Tentu saja Salma, kamu adalah anak sahabat Mama dan tidak mungkin mama biarkan begitu saja, Mama sudah berjanji akan menjaga kamu."
Salma merasa berhutang Budi kepada mereka berdua maka Salma enggan melawan perintah kedua nya, dan Maura begitu baik karena sudah membiarkan Devin bertemu dengan nya padahal ia sudah pada sandi untuk tidak memberikan kesempatan pada Devin.
"Mama enggak akan bilang papah kan kalau Salma dan Devin bertemu!?"
Tanya Salma menatap wajah Maura yang kemudian mengulas senyum.
"Tidak akan Salma, kamu tenang saja !"
jawab Maura mengulas senyum.
"Seperti yang Devin katakan bahwa Mama tahu bagaimana rasanya jauh dari orang yang kita cintai, Rindu !"
Sambung Maura membuat Salma tertegun memikirkan Devin.
Semoga Devin bisa mengungkapkan masalah itu hingga tuntas agar kalian bisa bersama jika itu benar sebuah kekeliruan saja !"
Salma mengangguk dan berharap hal yang sama seperti Maura.
"Papah sudah pulang dan sekarang berada di perjalanan, Ia khawatir dengan keadaan kamu Salma !"
Salma kembali tertegun mengingat kedua nya yang begitu baik dan menyayangi nya, patut nya Salma menurut pada kedua nya.
"Ya mah terima kasih !"
"Ya sudah sekarang kamu istirahat saja Salma !"
Salma mengangguk dan membiarkan Maura merapikan selimut nya kemudian pergi keluar dari ruangan.
Salma termenung mengingat pertemuan nya dengan Devin dan entah kenapa ia merasa lebih baik setelah nya, Lagi lagi ia tidak bisa menolak sentuhan pria itu dan tubuh nya malah meminta.
Salma mengusap perutnya yang buncit seperti mengidam Devin mengusap perut nya dan hal itu membuat Salma merasa lebih baik.
__ADS_1
Mungkin calon bayi nya merindukan sang papah yang sudah lama tidak pernah menemui nya.
"Bunda ingin sekali berharap ayah mu bisa menemukan Kakek dan menyelesaikan permasalah itu, Bunda juga ingin bersama ayah seperti keinginan mu, tapi bunda tidak berdaya dengan kakek sandi nak, beliau terlalu baik hingga bunda tidak akan sanggup melawan nya untuk pergi bersama ayah mu !"
Ujar Salma sendiri berbicara pada calon bayi mereka, berharap kalau calon bayi mereka bisa mengerti keadaan ini.
***
Devin kembali ke rumah dan melihat Ariel yang tengah berenang sendiri, ia menghampiri lalu duduk di kursi dekat kolam renang.
"dari mana kamu Vin ? emang tadi enggak balik ke kantor ? Bunda tuh nanyain kamu !"
Devin duduk selonjoran kemudian menyadarkan tubuh pada kursi dengan menjadi kan tangan nya sebagai bantalan.
"Salma masuk rumah sakit karena dehidrasi...!"
Jawab Devin mengingat istri nya itu.
"lalu bagaimana keadaan nya sekarang ?"
"Sudah membaiknya kak !" jawab Devin sendu sebab ingin lebih lama merengkuh nya, Namun keadaan tak memungkinkan karena Maura tidak mengizinkan nya lebih lama di situ.
"Kamu kenapa Vin ?"
tanya Ariel duduk di hadapan Devin.
"Aku ingin lebih lama dengan Salma tapi keadaan tidak memungkinkan !"
Jawab Devin lalu menceritakan tentang persoalan nya.
"kakak paham Vin, cepat cari tahu permasalahan itu !"
Devin mengangguk.
"Datang lah saat malam larut, Aku yakin Salma juga membutuhkan mu! mungkin saja alasan nya sakit juga karena merindukan mu Vin !"
Saran dari Ariel membuat Devin beranjak dari duduknya.
"kalau kalian saling mencintai yakin lah bahwa Salma juga mengharapkan keberadaan kamu di samping nya Vin, jangan menyerah dengan keadaan. Aku yakin Salma akan sembuh jika berada dekat mu !"
Tambah Ariel dan di anggukan oleh Devin, ia langsung bersemangat dan akan mendatangi Salma saat setelah larut malam.
__ADS_1
bersambung....