
Salma keluar dari rumah sendirian, ia berjalan jalan sendiri di kebun bunga tulip berwarna merah muda.
Salju tak lagi turun, namun udara dingin terasa begitu melekat, rasanya ingin segera pulang ke Indonesia.
liburan kali ini tak berjalan mulus, Salma tak bisa melupakan pria itu.
Salma duduk di kursi dekat kebun bunga, Ia menatap bunga bunga yang tertiup angin, meski sempat tertimpa salju yang dingin, namun tidak mengurangi harum nya.
Salma menoleh ke arah sandi dan Maura, seperti nya mereka baru kembali. entah dimana si kembar?
"Salma, mama pikir kamu masih di kamar ?"
ujar Maura menghampiri lalu memeluk tubuh Salma.
"hm, bosan juga di dalam terus mah !" jawab Salma tersenyum getir, bayangan pria itu terus memutar di matanya.
"tadi di ajak pergi malah enggak mau !"
tukas Maura membuat Salma menahan senyumnya.
"Ayo masuk, besok kita pergi jalan jalan ke kota ya!"
Salma mengangguk lalu masuk ke dalam rumah.
Seperti nya si kembar juga sudah masuk kamar lebih dulu.
**
Hingga sampai saat ini Devin masih mencari keberadaan Salma, tentu Ia tidak akan menemukan Salma karena ia tinggal di pinggiran kota. saat keluar dari tumah pun Salma tidak pernah melepaskan masker nya.
*
Beberapa hari ini mereka habiskan berjalan jalan dan mengunjungi tempat wisata di Amsterdam, sejenak Salma melupakan sosok yang akhir akhir ini menghantui nya.
Salma juga bersyukur karena perlahan bekas merah yang pria itu tinggal kan mulai menghilang, namun Salma tetap tidak pernah melepaskan syal berbulu nya.
"Besok kita akan pulang, hari ini khusus Kita berbelanja oleh-oleh Kota Amsterdam."
Ujar sandi, mereka langsung naik ke mobil.
Salma memperhatikan jalanan kota Amsterdam, salju masih turun namun kota itu tidak pernah sepi pengunjung. banyak para turis asing yang justru menikmati dinginnya salju.
Salma hanya membeli beberapa barang saja, Ia hanya mengambil untuk dirinya karena untuk oleh oleh keluarga Maura yang memilih kan.
"malam ini kita makan malam bersama Charles dan Attar."
ujar Sandi dan di anggukkan oleh Salma serta yang lain nya.
Mereka kembali ke rumah setelah asyik berbelanja, Salma langsung masuk ke dalam kamar.
**
__ADS_1
malam..
Salma tampil cantik dengan dress berwarna biru nya, kali ini ia lepaskan syal tebal nya.
Sandi terdiam memperhatikan betapa cantiknya Salma, persis seperti seseorang, Sandi berharap Salma memiliki jalan yang berbeda dengan wanita itu, Hidup nya harus lah jauh lebih baik dari nya.
Malam ini mereka akan makan malam bersama Charles dan Attar. Saat ini mereka sudah sampai di Restoran mewah tersebut.
Salma melebar kan matanya saat melihat seorang pria yang beberapa waktu ini mengganggu tidur nya.
Gegas Salma memalingkan wajahnya dan duduk membelakangi Devin.
"Salma, kamu kenapa sayang?"
tanya Maura memperhatikan Salma seperti gelisah.
Devin duduk tak jauh dari nya, salma belum siap bertemu muka dengan nya.
Salma menggelengkan kepala nya saat Attar dan Charles datang, si kembar langsung memesan makanan.
"gimana kabar kalian?" tanya sandi pada kedua nya.
netra Charles memindai Salma yang sejak tadi menunduk.
"baik, Om. benarkah besok Om dan Tante akan pulang ke Indonesia ?!"
"ya, waktu liburan sudah selesai. Om harus kembali ke kantor !"
"Ya lain kali Attar !"
Jawab sandi, mereka memang berkunjung satu kali ke rumah Attar, namun tidak dengan Salma, ia menolak untuk kembali ke rumah itu.
Mereka ngobrol banyak tentang pekerjaan dan yang lain nya, sementara Salma memilih untuk diam dan tidak memperdulikan tatapan dari Charles.
Salma juga bersikap acuh pada Charles, Hana dan Hani justru aktif mengajak Charles ngobrol.
Salma tidak akan melupakan apa yang sudah Charles lakukan pada nya, niat jahatnya membuat ia terperangkap pada malam kelam itu.
Devin memperhatikan sekeliling Restoran itu, Ia memperhatikan perempuan yang berada tidak jauh dari tempat nya, Devin penasaran dengan perempuan yang memiliki tato bunga mawar pada tengkuk lehernya itu.
"seksi...."
gumam Devin mengulum senyuman.
besok ia kembali ke Indonesia, dan sampai saat ini ia belum menemukan perempuan itu? entah harus bagaimana sementara ia harus kembali ke kantor.
"jadi gimana bos tentang perempuan itu ?"
ujar Roni bertanya tentang langkah selanjutnya.
"Aku akan menyuruh seseorang untuk terus mencari perempuan itu ?!"
__ADS_1
Jawab Devin lalu beranjak dari duduknya, ia melangkah melewati Salma yang langsung memalingkan wajahnya ke arah sandi.
tentu hal itu membuat Devin tak bisa melihat nya.
Salma menghela nafas lega karena pria itu lebih dulu keluar dari restoran, Salma bisa lebih leluasa bergerak.
"Sayang kamu hanya pesan makanan itu ?"
tanya Sandi pada Salma, kedua adiknya memesan banyak makanan.
"ya, Salma enggak terlalu lapar pah !"
Sandi mengangguk, beberapa kali Charles melirik namun Salma acuh.
hingga tiba waktunya pulang, Charles mendekati Salma yang menunggu mobil datang.
Salma tertegun saat sebuah jaket tebal merengkuh tubuh nya.
"Aku minta maaf Salma untuk....!"
Salma tidak menjawab, ia langsung pergi dan meninggalkan jaket tebal milik Charles.
Bagi Salma apa yang sudah Charles lakukan sangat keterlaluan, Ia tega menjual nya ke pria hidung belang hanya karena sebuah penolakan, Charles terang terangan ingin menghancurkan nya. dan hal itu tidak akan pernah termaafkan, karena Charles ia menanggung masalah, dan dengan mudah nya ia meminta maaf.
Charles mematung menatap Salma yang langsung naik ke mobil, Ia menyesal sudah melakukan itu ? kalau saja ia berpikir ulang mungkin keadaan nya tidak akan seperti sekarang ini.
Salma menarik nafas lega, besok ia akan pulang ke Indonesia. Ia harus segera menyelesaikan masalah ini, sebelum semua terlanjur tumbuh.
Tentu saja gerak gerik Salma tidak lepas dari pantauan Sandi, Ia sedikit heran dengan Salma dan Charles. sebelumnya mereka akrab meskipun kadang seperti tom and Jerry, tapi kali ini mereka tidak berinteraksi sama sekali.
Salma terlihat acuh dan menjauh dari Charles. Padahal sandi berencana hendak menjodohkan Salma dengan Charles.
**
Tak lama mereka sampai di rumah, Salma langsung masuk ke kamar.
"Kamu kenapa?"
tanya Maura pada sandi.
"enggak, aku cuma heran melihat Salma dan Charles ? apa mereka sedang ada masalah ? lusa kemarin juga Salma menolak saat kita mengajak nya berkunjung ke rumah mereka !"
Maura mengangguk memahami apa yang di pikirkan oleh suami nya itu.
"sudah lah nanti kita tanya kan pada Salma ? sekarang biarkan salma istirahat dulu !"
Sandi mengangguk lalu masuk ke dalam kamar, besok pagi mereka akan pulang ke Indonesia.
bersambung..
terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍
__ADS_1