
Salma meringkuk menatap hujan yang masih turun sejak kemarin sore, kemungkinan beberapa tempat akan tergenang air.
Kemarin sore Devin mengantar nya pulang karena supir rumah tidak ada di parkiran.
*
Sandi berdiri di atas balkon memperhatikan Salma yang turun dari mobil mewah berwarna hitam, Pria itu membukakan pintu untuk Salma, Entah siapa? sandi tidak jelas melihat wajah pria yang menggunakan kemeja berwarna putih itu.
Hampir semua teman Salma sandi kenal, tapi tidak dengan pria yang mengantar Salma pulang.
"Salma....."
Sandi langsung turun dan menghampiri Salma yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"papah....?"
"Papah kira kamu sudah pulang lebih dulu ? Supir menuggu lama di depan hotel...!"
Salma tertegun sejenak.
"Ya, Salma tadi ada sedikit urusan. Salma pikir Supir masih menunggu !"
"ya, memang tapi dia tidak bisa menghubungi mu, papah pikir kamu sudah pulang tanpa supir..!"
Salma tertegun mendengar apa yang Sandi katakan.
Ponsel nya lowbat dan tadi ia asyik ngobrol dengan Devin. benarkah hanya ngobrol ?
"Dengan siapa kamu pulang Salma ?"
Tanya Sandi membuyar kan lamunannya.
"Hm, teman ! Salma masuk ya pah !"
Sandi terpaksa mengangguk padahal masih Ada hal yang ingin Sandi tanyakan, tapi sepertinya Salma sangat lelah.
*
Salma heran pada dirinya sendiri, kenapa ia tidak bisa menolak Devin, apa yang terjadi dengan mereka seperti kedua sejoli yang tengah melepas rindu.
Ia dan Devin asyik ngobrol di ranjang hingga hujan mulai reda, tak ada yang Devin lakukan selain mendekap nya erat. salma meminta Devin untuk tidak melakukan hal itu, tapi Pria itu bersikukuh tidak mau melepaskan nya.
*
Salma tersenyum sendiri, Devin mengatakan bahwa Ia akan bertanggung jawab. syukurlah Ia belum menikah, setidaknya tidak ada hati yang tersakiti. Devin tak memberi tahu Salma kalau ia sebenarnya sudah bertunangan dengan Alena, namun Devin memutuskan memilih Salma karena Ia juga tidak memiliki rasa pada Alena.
secepatnya Devin akan membatalkan pernikahan nya dengan Alena.
Dan malam ini Salma tertidur dengan pulas, tidak seperti malam sebelumnya.
*
Pagi...
Salman tengah sarapan bersama Si kembar dan Sandi di meja makan, Sandi memindai Salma yang tersenyum sendiri menatap ponselnya.
Devin mengatakan hendak menjemput nya ke kampus, Devin benar-benar menunjukkan niat nya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya malam itu.
"Salma..."
Seru Sandi membuat Salma mendongak ke arah sandi, Maura menghampiri membawa kopi untuk sandi.
"Salma, Menurut kamu mu bagaimana Charles ?"
tanya sandi membuat Salma tertegun tidak mengerti pertanyaan Sandi.
"maksud papah apa ?"
"enggak, papah hanya ingin tahu pendapat kamu tentang Charles ?"
__ADS_1
Setahu sandi Charles baik, Ia berniat menjodohkan Salma dengan Charles dan kelak Salma harus tahu kebenaran tentang siapa diri nya.
"Salma enggak suka sama kak Charles, dia tuh nyebelin banget !"
Jawab Salma membuat si kembar menoleh seketika, keduanya justru menyukai Charles.
"kenapa kamu bicara seperti itu ?"
Salma menghela nafas panjang, mood nya langsung jelek karena pagi pagi sudah membahas pria itu, jika bukan karena Charles mungkin ia masih bisa bernafas lega hingga hari ini, tapi semua terjadi karena Charles.
"Salma berangkat sekarang ya pah !"
ucap Salma beranjak, Devin sudah menunggu nya di depan rumah.
Salma belum siap mengajak Devin bertemu dengan Sandi, ia akan mencari waktu yang tepat untuk membawa Devin ke rumah.
Salma meniggalkan rumah setelah pamit pada Maura dan sandi.
Maura memperhatikan Salma yang keluar dari rumah lalu melangkah keluar gerbang tanpa membawa kendaraan.
entah pergi dengan siapa ?
"Kenapa mah?"
tanya si kembar hendak mencium tangan Maura.
"hm, kakak kalian kok pergi enggak bawa kendaraan sih ?"
jawab Maura membuat sandi menoleh seketika.
"Mungkin pergi dengan kak Arumi ?"
Maura mengedikan bahu nya sembari menatap wajah sandi penuh tanya.
"Nanti aku selidiki, kemarin juga pulang dengan pria entah siapa ?!"
*
Salman langsung masuk ke dalam mobil saat Devin membuka pintu untuk nya.
"sudah sarapan ?"
Tanya Devin menilik wajah cantik Salma, pagi ini ia terlihat segar.
"Sudah...!"
jawab Salma dengan wajah merona, kenapa rasanya begitu senang bertemu dengan pria ini.
"Kamu tak bertanya pada ku ?"
Salma tertegun mendengar pertanyaan Devin, Ia menanggapi dengan senyuman.
"kau ingin aku bertanya hal yang sama ?"
Tanya Salma membuat Devin mendesah lalu melajukan mobilnya.
Salma memperhatikan Devin yang sejak tadi diam, apa ada yang salah ?
"Aku mau beli rujak, jam segini ada enggak ya ?"
Devin langsung menoleh ke arah Salma yang memperhatikan jalanan.
"Rujak ?"
Tanya Devin sambil berpikir apa mungkin Salma hamil ?
"Kamu sudah telat Salma ?"
tanya Devin membuat Salma terpaku.
__ADS_1
"Kalau kamu sudah telat kenapa tidak di cek ? aku ingin segera bertemu dengan orang tua mu !"
"jangan sekarang, aku akan mencari waktu yang tepat !"
sergah Salma ia harus mencari waktu yang tepat lebih dulu.
"baiklah....!"
Devin menepikan mobilnya ke arah tukang rujak yang mangkal di pinggir jalan.
"Kamu tunggu di sini ya !"Salma mengangguk saat melihat tukang rujak berada di depan nya.
Seseorang memperhatikan Devin yang membeli Rujak, waktu menunjukkan pukul delapan pagi. untuk apa Devin membeli rujak ?
Ia penasaran dan berniat menghampiri Devin, namun seseorang menelpon dan meminta nya untuk segera tiba di kantor.
"Ini ambillah...makan nanti siang setelah keluar dari kelas ?!"
Salma mengangguk.
"Kamu ambil jurusan apa Salma ?"
tanya Devin menoleh sekilas lalu melajukan kembali mobil nya.
"Teknik informatika...!"
Devin mengangguk lalu kembali fokus pada jalan.
Tak berapa lama mereka sampai di depan gerbang kampus, Devin membantu membuka kan sabuk pengaman Salma.
"pulang jam berapa, nanti Abang jemput !"
Salma tersenyum mendengar panggilan Abang yang tersemat pada pria itu.
"Emang Abang enggak sibuk ?!"
Tanya Salma menggigit bibir nya saat Devin mendekat kan wajahnya pada Salma.
"Sibuk, tapi Abang akan sempat kan waktu !"
Salma menyunggingkan senyuman, keduanya asing, tapi tiba tiba menjadi dekat melebihi seseorang yang sudah lama saling mengenal.
Salma memejamkan mata nya saat Devin mengecup bibir nya singkat, kemudian memeluk nya erat.
Untuk pertama kalinya Devin merasa kan rasa yang tidak biasa, semua begitu singkat namun terasa begitu memabukkan. rasa nya tak ingin melepaskan Salma untuk pergi ke kampus nya.
"Salma keluar ya ?!"
Devin mengangguk lalu merogoh dompet nya kemudian memberikan Salma satu buah ATM.
"Untuk mu jajan, nanti Abang kirim no pin nya !"
Salma tertegun menatap benda pipih berwarna emas yang Devin berikan.
"Ambil sayang !"
Salma tertegun dengan jantung yang berdebar kala mendengar seruan sayang dari Devin, Waktu begitu singkat membuat kedua nya dekat. Salma menatap wajah tampan Devin, mungkin kah ia telah jatuh cinta ?
*
**
***
****
*****
bersambung...
__ADS_1