Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 25.


__ADS_3

Pagi itu Hana dan Hani mengajak Salma berjalan jalan di sekitar kompleks perumahan, weekend ini taman ramai orang bermain dan berolahraga.


Salma duduk di kursi memperhatikan si kembar yang ikut senang dengan ibu ibu kompleks.


Di sana juga ada Maura yang pergi lebih dulu, Salma merogoh ponsel pemberian Devin.


Salma langsung mengaktifkan ponsel tersebut, Ia termangu saat satu pesan masuk dan membuat Salma membeku membaca isi pesan tersebut.


Haru dan membuat pilu, Salma iba tapi ia juga tidak berdaya dengan keadaan ini.


Salma menoleh pada seorang perempuan cantik yang duduk di samping nya.


"kamu udah nikah sama bang Devin ?"


tanya perempuan itu tiba tiba membuat Salma terpaku.


"Aku sela, sepupu mantan calon istri bang Devin !"


timpal perempuan itu membuat Salma melongok, mantan calon istri Devin.


apa sebelumnya Devin sudah punya calon istri ?


"maksudnya...?"


Salma tak paham maksud perempuan itu.


"ya, aku tahu kalau mbak Alena gagal nikah sama bang devin karena kamu hamil !"


Ucap sela langsung menohok hati, ia bahkan berbicara dengan lantang.


"hebat ya kamu gampang banget rusak rencana orang, Padahal pernikahan mereka tinggal menghitung hari, Kamu bisa bayangkan bagaimana hancur mbak ku saat Devin tiba tiba membatalkan rencana pernikahan mereka karena kamu...!"


Salma terdiam mencerna ucapan sela.


"Aku tahu karena mbak ku cerita semua sama aku, kamu enggak tahu ya kalau kita satu Kampus, aku juga tahu kalau kamu ambil cuti Kuliah karena hamil duluan kan?"


ujar sela dengan senyuman mengejek.


"Aku cuma mau bilang, selamat kamu berhasil merusak mimpi indah seseorang !"


tambah sela lalu pergi meninggalkan Salma yang mematung sendiri, Ia tidak pernah tahu kalau sebenarnya Devin sudah mempunyai calon istri, kenapa ia tidak pernah cerita ? seakan akan tak ada orang lain di antara mereka berdua.


Salma mencengkeram erat ponsel pemberian Devin, ia benar benar tidak menyangka hal itu.


bukan hanya hamil di luar nikah tapi ia juga menjadi perusak hubungan seseorang.


Salma beranjak dari duduknya lalu melangkah pulang, melupakan si kembar yang tengah senam aerobik.


Salma terpukul karena kenyataan itu, siapa perempuan yang menjadi calon istri Devin ?


Salma berjalan sendiri menuju rumah, Seseorang berhenti di samping nya menggunakan sepeda.


"Salma....!"


ujar pria itu membuka kaca mata serta masker kain yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Salma tertegun melihat Charles berada di hadapannya, pria itu memang belum kembali ke Amsterdam setelah kejadian sore itu, Hanya Attar yang kembali karena ia harus kerja.


"kamu sendirian ?!"


Salma tidak menjawab pertanyaan Charles, ia pergi meninggalkan Charles yang mematung, gegas pria itu mengejar Salma.


"tunggu Salma !"


"lepas... Jangan sentuh aku !"


ujar Salma menepis tangan Charles yang hendak meraih tangan nya.


"Salma, aku bicara baik-baik kenapa kamu bersikap acuh seperti itu ?"


"menurut kamu, aku harus bagaimana ? bersikap ramah pada seseorang yang sudah merusak hidup ku ?"


Charles langsung tertegun, ia menatap wajah Salma tampak sendu.


"kau pikir jadi aku senang ? aku terpenjara karena ulah mu !"


Tambah Salma lalu pergi meninggalkan Charles, pria itu mengejar lagi.


"Salma...!"


"apa hah ? jangan ganggu aku !"


Sergah Salma lalu mendengus, Gegas Charles meraih tubuh Salma dengan paksa, namun dengan cepat Salma meronta.


"lepas, jangan kurang ajar !"


sergah Salma membuat Charles geram lalu meraih pundak Salma dengan paksa.


seorang pria menghampiri lalu menarik tubuh Salma, pria itu mirip sekali dengan Devin.


"Lo jangan ikut campur ya !"


"gue berhak ikut campur karena dia itu istri adik gue Devin !"


jawab pria itu, Ariel.


Salma melongok mendengar jawaban pria itu, Charles langsung diam lalu pergi saat beberapa orang memperhatikan mereka.


Salma menoleh ke arah pria yang berdiri di samping nya.


"kamu tidak apa-apa ?"


Salma menggeleng kan kepala nya.


"Terimakasih...!"


ujar Salma tak berani menatap wajah Ariel.


"Mau aku antar pulang ?"


Tanya Ariel menunjuk ke arah mobil.

__ADS_1


pria ini dan Devin tak jauh berbeda, Salma harus menjauhinya.


"Tidak, terima kasih...!"


jawab Salma lalu berjalan cepat meninggalkan Ariel yang tak henti menatap punggung Salma.


"kasihan mereka...!"


gumam Ariel teringat dengan Devin dan gadis yang berjalan cepat di depan nya lalu menghilang di belokan.


Salma bergegas masuk ke dalam rumah, mengabaikan panggilan telepon dari Devin.


Keadaan semakin menegaskan bahwa ia harus menjauh dari pria itu, tak perlu lah ada komunikasi atau apapun yang membuat jiwa semakin tersiksa.


Ariel tertegun sendiri duduk di kursi yang berjejer di trotoar jalan.


Ia sudah memintai seseorang untuk mencari tahu kebenaran kasus lama itu, Ariel ingin tahu hal sebenarnya, jika memang Om nya sudah membunuh ayah Salma, kemungkinan mereka memang tidak bisa bersama.


Devin sendiri pergi ke Amsterdam selain untuk urusan bisnis, ia juga akan mencari mereka berdua yang sudah menghilang sejak lama.


**


Devin menatap ponselnya, beberapa kali melakukan panggilan telepon namun Salma tidak menjawab, ia menolak panggilan nya, bahkan ponsel nya tiba tiba mati dan tidak bisa di hubungi.


Apa Salma sengaja atau ia tengah bersama sandi?


Devin memijat kening nya sendiri, pagi ini ia baru sampai di Amsterdam, Ia menatap salju yang hendak menghilang, seperti nya sebentar lagi hendak musim semi.


Devin menghela nafas panjang, Ia berharap bisa melakukan panggilan video dengan Salma, tapi Perempuan itu tak bisa ia hubungi.


Devin tak tahu kan kalau Salma memang sengaja melakukan hal itu, ia tidak ingin lagi berharap apapun. Kedua nya memang tak bisa bersama, bukan hanya tentang dendam di masa lalu tapi juga tentang hati yang tak lagi mendamba.


"kak Salma !"


Seru Hana mencari keberadaan Salma, ia mencari cari Salma di taman.


Hana berjalan ke arah kolam renang, Salma duduk termenung sendiri menatap air yang jernih.


"kak, Hana cariin kak Salma di taman !"


Sahut Hana duduk di samping Salma.


"maaf Hana, kakak lupa kasih tahu kamu kakak pulang duluan !"


"ya, mama juga cari kamu tadi !"


tambah Maura dan Hani mengikuti duduk di hadapan Salma.


"ya, maaf....!"


"kamu baik baik saja kan ?"


Salma mengangguk, padahal ia tidak baik-baik saja, ia menyembunyikan kesedihannya di balik topeng senyuman.


Berusaha tegar menghadapi ujian ini, tak ada yang mampu ia lakukan selain bertahan hingga keadaan berlalu dan berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


bersambung.


terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya😍😍😍


__ADS_2