Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 27.


__ADS_3

Salma tersenyum memperhatikan janin yang hampir berbentuk bayi dan bergerak gerak dalam rahimnya, Maura juga memperhatikan dengan seksama layar monitor yang menapakkan calon bayi Salma dan Devin.


Kasihan mereka harus berpisah karena permasalahan di masa lalu, Namun semua itu sudah menjadi jalan untuk mereka. semoga ada solusi yang baik selain memisahkan Salma dengan bayi nya.


"seperti nya bayi nya perempuan !"


ujar dokter kandungan tersebut melempar senyum ke arah Salma yang langsung membeku.


"perempuan ?"


Tanya Salma dan di anggukan oleh dokter.


"Semoga lancar sampai waktu persalinan ya nona Salma !"


Tambah dokter membuat wajah Salma muram sebab nantinya bayi itu akan sandi serahkan pada Devin.


Salma beranjak tanpa bicara apapun, Ia memilih diam dan membiarkan Maura banyak bertanya pada dokter.


Salma menghela nafas panjang dan berharap waktu lambat bergerak agar ia tetap mendekap erat bayi nya, karena setelah tiba waktunya ia akan kehilangan bayi itu.


Maura merangkul pundak Salma keluar dari rumah sakit, sejak tadi Salma bungkam dengan pemikiran nya sendiri.


"kita langsung pulang saja ya Salma ? atau kamu mau pergi nonton sama Mama ?"


tanya Maura menilik wajah Salma yang tidak bersemangat.


"kita pulang saja ma, Salma ingin istirahat !"


Maura mengangguk lalu mengajak Salma ke mobil.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?"


Tanya Maura saat kedua nya sudah duduk di mobil.


"Melahirkan itu seperti apa ? Salma tidak berharap waktu berjalan cepat karena bayi ini akan pergi bersama Devin !"


ujar Salma menyeka air matanya.

__ADS_1


Maura menghela nafas panjang lalu memeluk Salma yang terisak-isak.


"Kamu pasti bisa melepaskan nya, Kelak kamu akan punya alasan untuk itu. jadi sekarang kamu sabar ya."


ujar Maura merangkulnya sambil mengusap punggung nya.


Maura tahu itu berat dan bukan perkara mudah namun kejadian di masa lalu membelenggu kebebasan mereka untuk bersama.


***


Setelah sepekan di Amsterdam Devin memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan tangan hampa, namun Devin tetap menugaskan seseorang untuk mencari tahu keberadaan mereka.


Devin harus kembali ke Jakarta karena pekerjaan nya di kantor sebab Kedua orang tua nya sudah kembali ke Jerman mengurusi bisnis mereka di sana, dan mereka menugaskan Devin dan Ariel untuk mengurus beberapa perusahaan di jakarta.


Devin memvideokan semua usaha nya mencari keberadaan Ayah Salma dan Om nya, meskipun Salma tidak pernah mengaktifkan ponselnya, namun Devin tidak pernah henti mengirimkan nya pesan.


Malam itu Salma terus terjaga, ia tidak bisa menutup matanya dan terus teringat dengan Devin, entah dimana pria itu berada karena beberapa waktu ini Salma tidak mengaktifkan ponsel dari Devin.


Salma menghela nafas panjang lalu meraih ponsel Devin yang berada di laci meja nya, Salma mengaktifkan nya lalu terlihat potret salju yang berada di Amsterdam.


Beberapa panggilan tidak terjawab, dan beberapa pesan masuk membuat Salma membeku.


ucap Devin tersenyum memvideokan diri nya yang berada di Amsterdam.


"Salma aku rindu ? aku harus bagaimana ? jangan katakan lupakan aku karena itu tidak lah mudah Salma, kau sudah membuat ku tertawan tak menentu karena aku jatuh cinta !"


Salma mengigit bibirnya mengingat kebersamaan mereka yang begitu singkat, namun mudah membuat keduanya terikat hati.


beberapa foto Devin di Amsterdam terkirim, Salma menutup mulut nya melihat Devin datang ke tempat dimana sang ayah katanya terbunuh.


"Aku harus tahu kebenaran nya, aku ingin bersama dengan mu istri ku Salma, dan berharap kalau semua hanya sebuah kesalahpahaman..!"


pesan Devin membuat Salma terisak lalu melempar ponsel tersebut ke ranjang.


"aku tak mau berharap Devin, Cinta ku harus berakhir sebab kita tidak bisa bersama, bukan hanya karena permasalahan di masa lalu, tapi karena seseorang yang lebih dulu ada sebelum aku !"


Agis semakin tergugu kemudian meringkuk menutup seluruh tubuh nya dengan selimut tebal.

__ADS_1


beberapa hari berlalu..


Siang itu si kembar datang dengan menjinjing kantong plastik berisi mangga muda dari Devin, tadi siang ia menemui si kembar di sekolah dan menitipkan mangga muda untuk Salma.


"nih kak mangga muda dari kak Devin ?!"


ujar Hana duduk di samping Salma yang tengah membaca buku.


Salma tidak menjawab ia diam memperhatikan kantong plastik tersebut, jadi Devin sudah kembali ke Indonesia?


dari dalam Maura memperhatikan mereka yang tengah berbincang, Ia menghampiri sembari membawa Camilan untuk Salma.


"kalian bawa apa ?"


tanya Maura membuat kedua nya terperanjat kaget.


"his Mama bikin kaget deh ?!"


Maura menggeleng lalu melihat isi dalam kantong plastik itu.


"mangga muda ? dari mana kalian dapat ?!"


Tanya Maura membuat kedua nya terdiam.


"teman mah tadi bawa ke sekolah, kebetulan dia bawa banyak jadi kita minta untuk kak Salma ?!"


ujar Hana berbohong karena kalau jujur mereka pasti kena omel.


"oh gitu, ya sudah mama buatkan manisan saja ya!"


Salma langsung mengangguk, keduanya malah diam tidak menjawab.


"ya sudah pergi ganti pakaian sana kembar, setelah itu makan siang ajak kak Salma !"


keduanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Salma yang tidak bergeming.


Ternyata pria itu tidak bosan Padahal salma sudah mengacuhkan nya dengan tidak merespon pesan apapun yang masuk ke dalam ponsel, Salma juga tidak mengaktifkan nya lagi.

__ADS_1


bersambung...


terima kasih yang sudah mendukung author ya 😍😍😍


__ADS_2