
Salma tertegun saat merasa kan perut nya yang terasa sakit dan mulas, Gegas Salma menghampiri Maura yang berada di dapur.
"Mah tolong Salma ?"
Ujar Salma menggapai meja sambil memegang tangan nya sambil meringis memegang perutnya.
"Salma ?"
Ujar Maura menyimpan sepatula lalu mematikan kompor sebelum menghampiri Salma.
"Ah sakit mah !"
Pekik Salma menggigit bibir nya lalu terhenyak saat merasa ada yang pecah dari tubuh nya.
"Ah, sakit sekali...!"
Maura langsung membawa Salma keluar dari rumah dan meminta salah satu bodyguard untuk membawa Salma ke rumah sakit.
Devin yang berada di gerbang terperanjat melihat Salma dalam keadaan seperti itu, gegas ia berlari keluar Masuk menghampiri Salma.
"Salma sayang kamu kenapa ?"
Tanya Devin membuat Salma tertahan dengan nafas tersengal.
"Ah sakit sekali bang !"
Ucap Salma lalu meraih tubuh Devin membuat Maura tertegun sejenak lalu dengan cepat Devin mengangkat tubuh Salma dan membawa nya ke dalam mobil.
"Ah sakit sekali.....!"
Rintih Salma memegang erat jas hitam milik Devin yang langsung memeluk nya.
"kamu sabar ya sayang !"
"Ah.........bang !"
Salma semakin merintih saat rasa mules itu begitu cepat datang dengan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh nya.
"Sakit bang !"
"ya sayang, Abang minta maaf karena tidak bisa berbuat apa apa !"
ujar Devin memeluk lalu mencium wajah Salma yang basah oleh air mata.
__ADS_1
Maura duduk di depan dan langsung menghubungi sandi perihal keadaan Salma.
"Sakit....!"
pekik Salma berpegang erat pada tubuh Devin.
"Sabar ya sayang enggak apa-apa kalau kamu mau pukul Abang juga dek !"
Salma menangis memeluk Devin dengan erat, Maura tahu bahwa kedua nya satu hati hingga Devin selalu ada saat Salma mengalami hal serupa.
Devin mengusap peluh yang membasahi wajah Salma karena menahan rasa mulas yang tidak tertahankan.
Gegas Devin mengangkat tubuh Salma dsn dan langsung membopong nya ke ruang persalinan.
Maura melihat bagaimana Devin pada salma, Maura yakin cinta nya sungguh besar namun keadaan begitu menyiksa hingga keduanya tidak bisa bersama.
Maura membiarkan Devin mendampingi Salma di ruang persalinan, Maura yakin saat ini Salma membutuhkan Devin suaminya.
Tak lama sandi datang bersama asisten nya lalu menghampiri Maura yang duduk di depan ruang persalinan.
"bagaimana keadaan Salma ?"
Tanya sandi dengan raut cemas.
"Dokter mengatakan kalau ketuban nya sudah pecah dan Salma akan segera melahirkan !"
Salma berjuang melahirkan buah hatinya untuk lahir ke dunia ini di dampingi oleh Devin, tak lama bayi cantik lahir dengan selamat.
"Alhamdulillah...!"
Ujar Devin memeluk Salma sambil terisak dan dalam ruangan itu terdengar suara tangis bayi.
"Terimakasih sudah berjuang sayang !"
Ujar Devin dan Salma tertegun melihat bayi cantik berada di atas dadanya namun ironisnya ia tidak akan bisa merawat bayi itu karena sesuai perjanjian bahwa setelah bayi itu lahir maka ia akan pergi bersama Devin.
Salma langsung menangis pilu mengingat hal itu, kepedihan tengah menunggu kedua nya.
"Dengar kan Abang Salma, jika kita berpisah kamu harus yakin bahwa Abang akan menjaga bayi kita hingga nanti saat nya tiba kita bersama !"
Salma semakin tergugu.
"Abang akan datang bersama pelangi menjemput mu !"
__ADS_1
Ujar Devin memeluk Salma erat lalu mencium kening nya lama.
"percayalah bahwa cinta Abang tidak akan berubah dan yakin lah akan ada satu masa kita kembali bersama !"
Ujar Devin dengan berat hati mengucapkan hal itu, Ia pun tidak ingin berpisah dengan Salma namun semua sudah menjadi ketentuan sandi sebelum mereka menikah.
Sandi tercenung melihat Devin keluar dari ruang persalinan menggendong seorang bayi, Ariel juga baru sampai di tempat itu.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu ku bahwa ia mendampingi Salma ?"
tanya sandi pada Maura yang tidak bersuara, namun ia langsung beranjak menghampiri Salma di ruang persalinan.
"sekarang....!" ujar sandi terhenti saat Devin menatap nya tajam.
"Tidak perlu mengusir kami sebab aku akan pergi sebelum kau memintaku angkat kaki dari sini."
Dokter mengatakan bahwa usia kandungan Salma memang baru berusia tujuh bulan namun bayi itu lahir dengan sehat dan normal tidak prematur seperti kebanyakan bayi lain yang lahir di usia itu, namun Devin tetap melakukan pemeriksaan Lebih lanjut pada dokter mengenai bayi nya.
Gegas ia pergi meninggalkan tempat itu menuju ruang bayi sebelum ia pulang membawa bayi itu.
"Minta bukti kelahiran nya saja untuk membuat akte kelahiran dan Nanti kita bawa ke rumah sakit yang lain saja Vin !"
ujar Ariel menyesal kan keadaan itu, sementara saat ini Salma menangis dalam dekapan Maura.
Ibu mana yang tidak sakit hati karena harus terpisah dari bayi nya, namun mengingat ibu dan ayah nya Salma memilih untuk menuruti kemauan sandi dengan membiarkan bayi itu bersama Devin.
"Kamu sabar ya Salma ? kamu harus kuat !"
Ujar Maura lalu kembali memeluk Salma, sesama perempuan Maura bisa merasa kan apa yang Salma derita.
Devin mengatakan bahwa ia akan menamai anak nya Pelangi mavin.
Miska juga langsung pulang ke Indonesia saat Ariel memberi tahu tentang bayi Devin yang sudah lahir.
"Cantik sekali seperti kamu Salma !"
gumam Devin mencium buah cinta mereka, andai tak ada perpisahan keduanya akan bahagia memiliki bayi cantik seperti bidadari.
"Jangan khawatir kamu akan baik baik saja bersama Dady !"
**
***
__ADS_1
****
bersambung....