
Jantung Salma semakin berdegup kencang tak kala langkah keduanya semakin dekat dengan pintu, dari dalam Sandi melihat Salma masuk ke dalam bersama seorang pria.
"assalamualaikum...!"
seru Salma mendorong pintu lalu masuk ke dalam rumah bersama Devin.
"walaikumsalam...... !"
Jawab Sandi bersama Maura menghampiri kedua nya.
"Pah....!"
Sandi menyuruh keduanya untuk duduk di Sofa. Sandi langsung memindai wajah pria yang berada di samping Salma.
"Ini Devin...pah !"
Sandi tersenyum kecil, tak menyangka Salma yang pendiam berani membawa seorang pria ke rumah.
"Aku sandi, dan ini Maura orang tua Salma ?!"
Jawab Sandi bersandar pada sofa.
"Apa maksud Salma bawa pria ini ke hadapan papah ?"
"Kami ingin menikah ?!"
Ujar Devin membuat Sandi melebar kan matanya, si kembar bersembunyi di balik lemari mendengar kan mereka.
"Menikah ?"
Tanya sandi sambil terkekeh.
"Apa dia alasan kamu menolak Adit ? dimana kalian bertemu ?"
Tanya sandi tak paham dengan pemikiran Salma yang begitu polos.
"Di Amsterdam..!"
jawab Salma menoleh pada Devin yang juga menoleh ke arah nya.
"Kalian belum lama kenal, tapi tiba-tiba ingin menikah ?"
Tanya Sandi terus memindai Devin, cukup dewasa jika menilik Salma yang masih sangat muda.
"Saya mencintai Salma dan ingin hidup bersama, jadi saya pikir lebih baik kita menikah !"
Jawab Devin tanpa ragu membuat jantung Salma bergetar mendengar kata cinta.
benarkah pria itu mencintai nya ?
"Oke, tapi apa tidak masalah sementara Salma masih kuliah ?!"
sahut Sandi, Ia harus mencari tahu dulu asal usul pria yang berada di hadapan nya itu.
"Tidak masalah Om, saya tidak akan membatasi waktu Salma untuk kuliah dan belajar !"
__ADS_1
Sebelum sampai kedua nya sepakat untuk tidak mengatakan hal sebenarnya yang terjadi di Amsterdam, Alasan kuat nya adalah cinta. itu saja !
Sandi menoleh ke arah Maura yang sejak tadi diam, Sandi tidak akan memberikan jawaban apapun karena Jujur saja sandi khawatir dengan Salma, apa lagi mereka baru saja bertemu.
"siapa nama keluarga mu ?"
Tanya sandi menyelidik, Ia tidak akan menunggu waktu lama untuk mencari tahu siapa pria asing itu.
"Saya....!"
"Papah, bagaimana kalau orang tua bang Devin kita ajak makan malam !"
sergah Salma membuat Sandi tertegun, Ia tidak tahu bahwa Sandi bukan tipe orang yang gampang menerima orang asing masuk, mengingat kejadian lalu.
"Tidak Salma, biarkan papah bertanya dia dari keluarga siapa ?!"
Ujar Sandi membuat Salma membeku seketika.
"ya Salma, hal itu tidak salah ? apalagi kalian ingin menikah, semua harus jelas !"
Devin mengangguk tanda setuju dan mengizinkan sandi untuk mencari tahu siapa dia?
"Nama Saya Devin Sanusi Syarif !"
Sandi langsung melebar kan mata nya mendengar nama Syarif.
"Syarif Hasan Ishaaq.....?"
Devin tertegun mendengar Sandi menuturkan nama kakak dari sang ayah.
Sandi terdiam, luka lama itu kembali menganga, Sandi mengepal kan tangan nya lalu beranjak berdiri di hadapan mereka.
Salma tertegun melihat Sandi langsung berdiri.
"Sebaiknya kamu pulang ? Saya tidak setuju dengan rencana pernikahan kalian."
Ujar sandi lalu pergi meninggalkan ruangan itu, namun terhenti lalu kembali menoleh ke arah mereka.
"Salma masuk !" titah sandi membuat Salma tertegun.
"jauhi Salma karena saya tidak bisa menerima kamu untuk menjadi bagian dari keluarga ini !"
tambah sandi membuat Devin membeku, Salma termangu tidak mengerti kenapa sandi bersikap seperti itu.
Sementara Maura paham apa yang terjadi, Salma bersama seorang yang salah. Devin bersalah dari keluarga yang sudah menyebabkan kematian seseorang.
"tapi kenapa pah ?"
Sandi tidak menjawab ia langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Mah ada apa ?"
"Devin sebaiknya kamu pulang dulu! nanti kita bicarakan lagi rencana pernikahan kalian ! Devin mengangguk lalu beranjak dari duduknya.
"Salma ayo masuk dan biar kan Devin pulang dulu !"
__ADS_1
"Tapi mah ada apa ?"
Tanya Salma menoleh ke arah Devin yang juga merasa heran dengan sikap sandi, padahal mereka baru saja bertemu.
"Sudah Salma, sebaiknya Devin pulang dulu !"
Devin menyentuh pundak Salma lalu mengangguk.
mungkin mood sandi sedang jelek hingga membuat keadaan tak bersahabat.
"Kamu tenang, Abang akan kembali besok dek !"
Salma mengangguk dan menggenggam tangan Devin erat, berharap pria itu menepati janjinya.
Salma tertegun memandang kepergian Devin, bulir air mata itu tiba tiba mengalir tak tertahankan, Ia kecewa karena sandi bersikap tidak ramah pada Devin.
"sebenarnya ada apa mah ?"
Tanya Salma saat Maura merangkul pundak nya, keduanya masuk ke dalam rumah menghampiri Sandi yang berada di ruang
keluarga.
"jauhilah pria itu, papah tidak suka kamu punya hubungan dengan keluarga Syarief."
"Tapi kenapa pah ? apa salah bang Devin ?"
Tanya Salma mengiba pada sandi.
"Kamu tak perlu tahu apa alasan nya, papah menentang keras hubungan kalian !"
Seru Sandi lalu pergi meninggalkan Salma dan Maura.
Bagi Salma itu tidak adil karena Ia tidak di perbolehkan tahu alasan nya, seharusnya sandi memberi tahu penyebab ia tidak merespon niat baik Devin untuk melamar nya.
"Seharusnya papah kasih tahu Salma apa alasan nya, jangan seperti ini.! Salma cinta dengan bang Devin !"
ujar Salma menghentikan langkah Sandi yang hendak masuk ke dalam kamar, ia tidak menggubris lalu masuk ke dalam kamar.
"Mah, Mama pasti tahu satu hal...!"
ujar Salma pada Maura.
"kita akan bicarakan nanti, sekarang kamu masuk ke dalam kamar dan sebaik nya kamu turuti kemauan papah !"
jawab Maura pergi menyusul Sandi ke kamar.
Salma masuk ke dalam kamar dengan gontai.
Sandi duduk berpangku pada kakinya sendiri, tidak menyangka sekian lama kembali bertemu dengan salah satu keluarga Syarif.
Sandi tidak tahu kenapa Salma bisa berhubungan dengan pria itu ? setahu Sandi Salma diam dan tidak pernah bergaul dengan orang selain keluarga sendiri, tiba tiba Salma datang membawa pria dan mengatakan hendak menikah sementara kemarin ia menolak Adit dengan alasan masih ingin fokus kuliah.
Sandi benar benar tidak paham, Ia merasa kecolongan karena diam diam Salma menjalin hubungan dengan orang yang seharusnya tidak pernah ia kenal sama sekali.
bersambung....
__ADS_1