Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 37.


__ADS_3

Menapaki hari demi hari bertema dengan sepi dan sunyi, Tak ada yang tahu bahwa perempuan yang tengah duduk sendirian telah lama di rundung duka.


Rindu, bukan hanya dengan Suami tapi juga buah hati nya, Salma masih merasa istri seorang Devin sebab Pria itu tidak pernah menceraikan nya dan hanya berpesan akan datang untuk menjemput nya.


"Salma, Ayo berangkat sayang !"


Ajak Maura karena pesawat sebentar lagi berangkat.


Lagi lagi ia akan menginjak kota Amsterdam, Salma sebenarnya enggan namun ia pun berpikir tidak ada salah nya mendatangi kota awal permasalahan ini merebak dan cinta nya yang terlanjur salah jalan.


"Ya...!"


jawab Salma berjalan dengan gontai mengikuti langkah mereka yang berlari kecil.


"Sebentar lagi aku akan bertemu dengan mu kota Amsterdam !"


gumam Salma masuk ke dalam pesawat.


***


Devin mengikuti langkah pelangi yang ingin main ice skating, putri cantik nya ini sangat pintar bermain dan Devin tidak pernah melarang nya melakukan hal baru.


"Daddy apa arti nama pelangi Mavin..?"


Tanya Pelangi menatap wajah Devin dengan matanya yang bersinar.


"pelangi adalah keindahan yang jarang di temui sebelum hujan, Pelangi hadir setelah hujan reda, Anggap saja kamu adalah keindahan setelah kesedihan, dan mavin itu singkatan dari Salma dan Devin ?"


Pelangi mengangguk meski tidak paham dengan maksud Devin.


"Salma itu siapa Dady ?"


Tanya Salma membuat Devin mengulas senyum.


"Salma itu mommy yang sudah melahirkan kamu ?" jawab Devin mengusap rambut pelangi.


"Sekarang dimana mommy Salma ?"


Tanya pelangi membuat Devin tertegun.


"Daddy kenapa diam ?"


Tanya lagi pelangi merasa heran dengan sang ayah.


"Ada di sana, mommy mu sedang belajar dan menunggu Daddy untuk menjemput nya !"


"ya sudah sekarang jemput mommy Daddy ?"


Devin senyum lalu menggendong anak berusia lima tahun itu.


"Ya nanti Daddy akan jemput mommy ku, sekarang kita main ice skating !"


Ujar Devin dan di anggukan oleh pelangi.

__ADS_1


"Jangan terlalu jauh ya sayang !"


Tambah Devin kemudian membiarkan pelangi bermain seperti biasanya.


Pelangi melaju sedikit menjauh dari Devin saat melihat seorang dengan beberapa anjingnya, Pelangi penasaran hingga mengikuti langkah orang itu.


Rambut nya panjang dan pakai nya compang camping tidak beraturan.


"Siapa orang itu ?"


Tanpa sadar pelangi mengikuti orang itu semakin jauh dari Devin.


Pelangi berlari meninggalkan alat ice skating nya lalu mengejar orang Itu.


Pelangi melebarkan matanya saat orang itu berbalik ke arah nya.


"Hum, anda siapa ?"


Tanya pelangi pada pria dengan janggut panjang dan kumis yang tebal hampir menutupi wajahnya.


Pria tua itu terpaku melihat sinar mata seperti seseorang yang berada di masa lalu.


"Anda lapar ?"


Tanya pelangi memundurkan langkahnya saat pria tua itu mulai memajukan langkah nya.


"Pelangi punya roti, ambil lah !"


*


Devin terhenyak saat menyadari pelangi tak berada di sekitar nya, gegas ia mencari putri nya itu.


"Salma.....!"


Teriak Devin tiba tiba menyebut nama itu.


"pelangi...!"


Devin berlari hingga ke ujung dan melihat pelangi berlari dari arah bawah dekat jurang.


"pelangi sayang !"


panggil Devin berlari memeluk pelangi lalu menggendong nya.


"Salma....!"


Pria asing itu membeku mendengar Seseorang meneriakkan nama Salma.


Ia kembali memijat kepala nya yang terasa pusing, ia tidak bisa mengingat apapun tapi jantung nya berdebar kencang saat bertemu dengan anak berusia lima tahun yang mengaku bernama pelangi.


*


"sayang kamu dari mana sih ?"

__ADS_1


tanya Devin langsung menciumi wajah putri nya itu.


"dari sana Daddy, pelangi lihat seorang pria menyeramkan. Rambut nya panjang san dan mukanya tidak terlihat jelas karena kumis nya yang panjang dan tebal !"


ujar pelangi membuat Devin membeku.


"Pelangi, Daddy kasih tahu kamu jangan berinteraksi dengan orang asing !"


Cakap Devin membuat pelangi termangu.


"Tapi Kakek tua itu lapar Daddy, dia diam saja tidak jahat, dia hanya menerima kue yang pelangi berikan dan anjingnya juga tidak buas !"


jawab Pelangi iba pada kakek tua itu.


"ya tapi tetap saja itu berbahaya sayang, ayo sekarang kita pulang !"


ajak Devin menggendong pelangi meninggal kan tempat itu.


"Ayo masuk kita pergi membeli makanan !"


ajak Devin masuk ke dalam mobil.


"Daddy kasihan Kakek itu, dia seperti nya kelaparan !"


Devin menghela nafas panjang lalu melajukan mobilnya.


"Daddy kasihan kakek !"


Tambah pelangi namun tidak di gubris oleh Devin yang melajukan mobilnya menjauh dari area itu.


"Daddy Kakek itu juga tidak memakai pakaian yang benar, pakaian nya sobek sobek. hum dia pasti kedinginan di musim salju seperti ini !"


Lagi lagi pelangi membahas pria tua itu.


"baiklah kita akan membeli makanan untuk pria itu...!"


jawab Devin menyerah pada anaknya karena Pelangi memang senang membantu orang.


"belikan kakek pakaian yang tebal juga Daddy !"


Pinta Pelangi kasihan melihat pakaian yang compang camping.


"baiklah sayang, sudah ya kamu jangan terus merajuk !"


pelangi mengangguk lalu memeluk Devin.


**


***


****


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2