
Siang itu Devin sudah siap menjemput Salma di kampus nya, Ia menatap wajah tampannya di cermin. Devin sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih nya itu.
*
Arumi tertegun saat Salma bercerita tentang Adit yang melamar nya langsung.
"Kenapa di tolak ?"
Tanya Arumi tak paham dengan pemikiran sahabat nya itu, di saat banyak perempuan yang mendambakan Adit, ia justru dua kali menolak nya dan hebatnya Adit tidak pantang menyerah, Ia tetap pada pendiriannya untuk menunggu Salma sampai ia siap.
"Aku udah punya pacar rum ?!"
jawab Salma membuat Arumi melongok.
"Cowok yang suka jemput kamu ?"
Salma mengangguk pelan.
"Siapa sal, kamu kenal dimana ?"
Tanya Arumi heran karena setahu nya Salma jarang bergaul di luar.
"Aku dan dia bertemu di Amsterdam !"
jawab Salma mengingat malam kebersamaan mereka.
Salma menoleh ke arah Arumi yang menunggu nya melanjutkan cerita.
"Pokoknya seperti itu rum !"
Sambung Salma lalu membereskan buku buku yang tergeletak di meja kemudian menyimpan nya kembali ke rak buku.
"kalian berdua langsung jatuh cinta ?"
Arumi penasaran dengan cerita Salma yang terkesan tanggung.
"Seperti itu kira kira...!"
jawab Salma tersenyum getir, jika bukan karena urusan ranjang mungkin hubungan nya dengan Devin tidak akan berlanjut hingga kini.
"Aku duluan ya, bang Devin sudah menunggu di depan !"
Ujar Salma sembari menatap ponselnya, Devin mengirimkan pesan bahwa Ia sudah sampai di depan kampus nya.
"Kamu enggak niat kenalin aku sama Abang mu itu sal?"
Tanya Arumi semakin penasaran dan ingin melihat Devin dari dekat.
"Boleh, ayo aku kenal kan !"
ajak Salma lalu beranjak dari perpustakaan itu.
Devin tersenyum saat Salma berjalan menghampiri nya bersama seorang teman.
Salma langsung meraih tangan Devin, pria itu tersenyum mengusap kepala nya.
"kenal kan bang, ini teman Salma, Arumi !"
Devin mengulas senyum lalu mengulurkan tangannya.
"Devin Sanusi....!"
__ADS_1
"Arumi Hani !"
Arumi memindai keseluruhan Devin, pria tampan, dewasa dan sepertinya sudah mapan.
Berbeda dengan Adit yang masih kuliah dan belum bekerja, apa Salma memilih Devin karena hal itu ?
"Mau pulang sama sama ?"
Tanya Devin membuyarkan lamunan Arumi.
"hm, tidak bang !
Aku bawa motor...!"
jawab Arumi mengulum senyum lalu pamit pada Salma.
Dari kejauhan Adit memperhatikan Salma yang masuk ke dalam mobil bersama pria waktu itu, siapa sih dia ?
Adit melihat Arumi juga tadi mendekati, seperti nya mereka baru saja berkenalan. gegas Adit menghampiri Arumi yang berada di parkiran motor.
"Rum, tunggu sebentar !"
Ujar Adit menghentikan laju motor Arumi yang hendak meninggalkan parkiran.
Saat ini kedua nya duduk di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus, Adit mengajak Arumi untuk ngobrol sambil makan siang.
"Sebenarnya siapa pria yang selalu bersama Salma ?"
tanya Adit meminta informasi dari Arumi karena kemarin Salma tidak mau jujur kenapa ia menolak nya.
"Salma bilang cowok itu pacar nya, mereka ketemu di Amsterdam ! Salma enggak cerita banyak kak, tapi sepertinya Salma sudah menjatuhkan pilihan pada Devin !"
Adit tertegun mendengar nama Devin.
Adit hanya mengangguk menanggapi hal itu.
"ya sudah terimakasih Arumi atas infonya, lanjut makan saja. aku duluan ya !"
Arumi mengangguk sambil mengunyah makanan nya.
Benar kah Ia harus mundur dan menyerah untuk mendapatkan Salma, tapi Adit terlanjur jatuh hati pada Salma.
*
Salma menatap Devin yang juga menatap nya, pria itu menyodorkan segelas susu untuk ibu hamil, Salma membiarkan Devin membelai rambut nya.
"Aku rindu padamu Salma ?"
Devin langsung memeluk Salma yang tidak bergeming.
"Segera lah datang ke rumah karena.....!"
Salma menatap wajah Devin yang menunggu nya lanjut berbicara.
"bukan hanya tentang bayi ini...!"
sambung Salma menatap perut nya sendiri, ia yakin sebentar lagi akan membesar.
Devin mendekati Salma kemudian mencium bibir nya singkat, Salma terpaku saat tangan Devin menelusup masuk ke dalam kaosnya.
menyentuh perut nya yang masih rata, Devin menyingkapkan kaos tersebut lalu mencium perut Salma yang masih rata.
__ADS_1
"pulang dari sini aku ingin bertemu dengan papah mu, Salma aku ingin kita segera menikah !"
Salma termangu mendengar hal itu, bibir Devin kembali terpaut dengan bibir nya.
ciuman itu begitu lembut dan halus, tidak menuntut namun penuh dengan hasrat.
Devin sudah dewasa dan ia cukup lihai mencumbu perempuan muda itu.
**
Keduanya makan bersama di restoran hotel tersebut, Salma memperhatikan Aquarium ikan yang cukup besar di dalam restoran itu.
Terdapat ikan kecil yang cukup banyak, berwarna warni seperti pelangi.
"Ayo makan nya sayang, Jam berapa papah mamah mu ada di rumah...?"
tanya Devin mengelap bibir Salma yang sedikit belepotan karena saos tomat.
"kalau di dalam mungkin Abang akan menyapu nya langsung pakai ini !"
ujar Devin menunjuk bibir sendiri kemudian terkekeh kecil membuat Salma tertegun sejenak lalu senyum kecil.
Kebersamaan itu begitu mengikat, rasanya ingin selalu bersama saling mendekap, Devin berpikir untuk segera meminang Salma, apa lagi Salma sudah hamil karena nya, tapi semenjak kedua nya bertemu, mereka tidak pernah melakukan hal itu lagi.
Setelah selesai makan, keduanya beranjak pergi meninggalkan restoran.
Salma tertegun saat tangan Devin menggenggam nya keluar dari hotel tersebut, Seseorang mengamati mereka berdua.
Ariel bertanya tanya dengan siapa Devin !?
Apa Itu perempuan yang di maksud oleh Devin semalam?
Cantik dan masih sangat muda, seperti nya masih kuliah !
Ariel tahu kalau Devin sebelum nya tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita, Ia terkesan acuh dan dingin terhadap wanita, tapi seketika itu Devin berubah menjadi pria yang hangat pada wanita itu, terlihat dari cara menggenggam tangan dan Devin tak segan-segan merangkul pundak nya.
seperti nya wanita itu memang istimewa, Ariel mengulum senyum lalu masuk ke dalam mobil nya.
"kamu yakin udah siap ketemu papah ku ?"
Tanya Salma di dalam mobil, Devin mengangguk sambil mengulas senyum.
Apalagi yang ia tunggu, semua harus segera terlaksana, Devin tak ingin memiliki batas bersama Salma, berulang kali harus menahan diri untuk tidak melakukan hal itu lagi, sementara Jiwa nya meronta menginginkan kembali kebersamaan itu.
Tak ada yang berbicara dalam perjalanan menuju rumah, Jantung Salma berdegup kencang saat mobil semakin dekat dengan rumah.
Apa ini waktu yang tepat untuk mempertemukan sandi dengan Devin ? Nanti apa kira kira tanggapan Sandi jika tiba tiba saja Devin datang untuk melamar nya.
Devin menggenggam tangan nya yang dingin, Devin tahu kalau Salma gugup.
"Tenang sayang, kenapa kamu gugup begini ?"
Salma mengulas senyum lalu bersandar pada tubuh Devin, semoga semua berjalan sesuai rencana.
*
**
***
berdamai dengan diri sendiri....
__ADS_1
bersambung......