
Satu bulan berlalu Devin merasa bingung dan heran saat si kembar mengatakan bahwa Salma tidak mau menerima pemberian nya lagi tanpa alasan.
Tapi kenapa ?
Devin memarkirkan mobilnya di depan rumah sandi, Ia sangat merindukan Salma tapi perempuan itu mengacuhkan nya begitu saja.
Apa Salma tidak berharap bisa bersama dengan nya ?
Sekarang usia kandungan nya mencapai lima bulan, Namun Salma malahan menutupi diri dan memilih untuk berpisah.
Hal itu membuat Devin tersiksa sebab walau bagaimanapun dia adalah suami nya dan ia ingin sekali bertemu dengan istri nya itu.
...----------------...
Maura memijat tengkuk leher Salma yang sejak tadi tidak berhenti muntah, Ia khawatir dengan keadaan Salma bahkan tidak ada yang masuk sama sekali ke dalam perut nya termasuk air.
Saat ini sandi masih di London mengurus pekerjaan nya dan supir rumah sedang pulang kampung.
"Bi, coba tolong Carikan taksi di depan ya ! saya ma bawa Salma ke rumah sakit !"
"baik Bu...!"
Ujar pembantu dengan sigap pergi keluar mencari taksi.
"Mah, kenapa rasanya rumah seperti berputar !?" tanya Salma membuat Maura tertegun, si kembar belum kembali dari sekolah.
Maura terkesiap saat Salma tiba tiba tiba tidak sadarkan diri tergeletak di sofa.
"Salma....!"
Seru Maura menyentuh pipi Salma, wajah nya terlihat begitu pucat.
"BI sudah ada belum ?"
Teriak Maura karena sejak tadi Salma tidak sadarkan diri.
Devin mendengar seseorang berteriak dari dalam rumah, gegas Devin keluar dari mobil lalu memberanikan diri masuk ke dalam.
"Ada apa Bu Maura ?"
Tanya Devin membuat Maura terperangah karena melihat Devin.
__ADS_1
"Devin Salma pingsan ! cepat bawa Salma ke rumah sakit !"
Devin langsung lari masuk ke dalam rumah dan melihat Salma masih tergeletak di sofa, gegas Devin mengangkat tubuh nya lalu membawa nya ke mobil.
"Cepat Devin! Mama khawatir dengan keadaan Salma karena sejak pagi Salma tidak berhenti muntah !"
Devin melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sesekali menoleh ke arah Salma yang masih pingsan, pantas semalam ia risau tidak menentu padahal saat itu kondisi Salma tidak baik-baik saja.
Gegas Devin mengangkat nya ke brangkar lalu mendorong Salma ke IGD bersama Maura.
"biar Mama yang urus semua nya sebentar lagi Edi akan sampai membantu kita !"
Devin tertegun memandang wajah yang begitu ia rindukan, dua bulan lamanya ia tidak bertemu dengan Salma istri nya.
Dokter langsung memeriksa keadaan Salma, karena muntah muntah itu Salma mengalami dehidrasi dan yang menyebabkan nya pusing adalah karena tekanan darah nya yang begitu rendah.
Setelah itu dokter langsung membawa Salma ke ruang perawatan di dampingi Devin.
Salma terpaku saat membuka mata dan melihat Devin berada di hadapannya.
'Apakah ia sedang bermimpi ?'
Salma menggeleng kan kepalanya, Semua itu tak mudah Salma juga rindu bahkan ia sangat tersiksa tapi keadaan yang memaksa untuk berpisah.
"Apa aku sedang bermimpi ? sebesar itu kah rindu ku padamu sampai kau hadir dalam mimpiku !"
pekik Salma membuat Devin terpaku lalu gegas memeluk erat erat tubuh Salma yang rapuh.
Keduanya sama-sama menangis, Devin memangku wajah Salma kemudian menciumi seluruh wajah nya basah.
"lepas bang! aku tidak mau !"
Sergah Salma menolak sentuhan dari Devin yang sesungguhnya begitu ia rindukan.
"Kenapa Salma bukan kah aku merindukan aku ?"
Ujar Devin memaksa memeluk Salma dari belakang lalu mengusap perut Salma yang sedikit buncit.
Salma menggigit bibir nya saat Devin mengusap perut nya, belaian kasih yang sebenarnya selalu ia dambakan di setiap malam sunyi nya.
"Lepas bang, jangan sentuh aku lagi !"
__ADS_1
Pinta Salma namun Devin tidak menggubris perkataan Salma.
"kenapa kamu enggak bilang sebelum nya kamu sudah memiliki calon istri !"
ujar Salma, hal itu yang selama ini menjadi beban pikiran nya dan ia selalu melihat postingan memilukan Alena yang terluka karena di tinggal begitu saja oleh Devin.
"Siapa yang memberi tahu mu soal itu ?"
"jadi itu benar ?"
Devin membalikkan tubuh Salma lalu menatap lekat wajah cantik Salma yang basah, Gegas ia menyeka air mata itu lalu mencium bibir Salma lembut, awal nya Salma menolak meronta tak ingin Devin mencium nya namun Lama kelamaan ia kembali terbuai oleh kasih Devin.
Maura menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam ruang perawatan kedua nya saat kedua nya tengah berpelukan.
Maura yakin kalau ada sandi, Devin tidak akan bisa menemui Salma, Maura sendiri tidak tega sebab kedua saling merindukan dan momen ini menjadi kesempatan untuk kedua nya melepas kan rindu yang selama ini menyiksa.
Maura paham bagaimana Salma yang sebenarnya, ia sangat mengharapkan Devin berada di samping nya.
*
Devin menyeka rambut yang terurai pada wajah nya kemudian kembali memeluk nya erat.
"Apa yang aku lakukan salah ? sementara kau adalah istri ku !"
Salma tertegun sejenak lalu menatap wajah Devin, pria yang menjadi suaminya.
"saat itu aku memang hendak menikah, tapi aku lebih dulu tidur dengan mu !"
ujar Devin menatap wajah Salma dengan tatapan sayu nya.
"Aku khawatir kamu hamil dan intinya aku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan kita di Amsterdam. salju yang tahu bagaimana aku dengan mu, Aku membatalkan pernikahan itu karena memang aku tidak mencintainya !!"
Sambung Devin lalu menceritakan awal kisah nya bersama Alena hingga ia memilih Salma.
*
**
***
bersambung...
__ADS_1