
Salma termenung sendiri memeluk boneka beruang besar nya, Ia tidak tahu harus bagaimana memberi tahu Sandi tentang kehamilan nya.
Salma takut dengan kemarahan sandi, bagaimana kalau Sandi menentang keinginan Devin yang hendak menikahi nya ?
"Salma ?"
Seru Maura dari luar, weekend ini mereka berencana untuk pergi ke puncak bersama kolega bisnis sandi.
"Ya mah ! ada apa ?"
Tanya Salma membuka pintu kamar.
"Salma Siang ini kita pergi ke puncak, bersiaplah !"
Ujar Maura mengulas senyum lalu pergi meninggalkan Salma yang mematung.
puncak ?
Dering ponsel berbunyi membuyarkan lamunannya, Salma menoleh ke arah ponsel yang tergeletak di ranjang.
Salma tertegun saat Devin kembali menghubungi nya, sebelum bertemu dengan orang tua Salma. Devin ingin mengajak Salma bertemu dengan orang tua nya.
Sang ayah melunak dan meminta Devin untuk membawa Salma ke hadapan mereka.
Miska terpaksa mengalah saat Ramlan Syarief tak mempermasalahkan keputusan Devin yang tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Ramlan tahu betul bagaimana watak keras putra bungsunya itu.
Semua terjadi memang karena paksaan dari Miska untuk menerima perjodohan itu.
"Halo Salma...!"
Seru Devin saat Salma mengangkat telepon nya.
"ya bang, Ada apa ?!" Salma menggigit bibirnya mengingat kejadian kemarin, tubuh nya selalu merespon sentuhan Devin. layak nya di mabuk cinta, kedua nya selalu saja menautkan kedua bibir mereka.
"Abang ingin mengajak mu pergi keluar !"
Devin tersenyum di sebrang, merasa rindu pada perempuan muda itu.
"Tapi hari ini tidak bisa bang, Papah mengajak Salma ke puncak dan kemungkinan pulang besok sore !"
Devin tertegun sambil berpikir sejenak.
"Ya sudah dek, kita pergi setelah kamu kembali dari puncak. Abang merindukan mu !"
Senyum tersungging di bibir Salma, Ia juga merasa kan hal yang sama.
"Ya sudah bang, kita bertemu besok sore !"
"baik lah...!"
__ADS_1
Devin langsung memutus panggilan tersebut.
Gegas Salma pergi ke kamar mandi, Ia harus segera bersiap untuk pergi. Sandi paling tidak suka menunggu jika sebelumnya Ia sudah memberi tahu bahwa mereka akan pergi.
Salma termenung mengingat hubungan nya dengan Devin, pria asing yang merangsek masuk ke dalam kehidupan nya.
Salma tidak pernah punya pacar, ia juga hanya dekat dengan Charles dan Adit, itu pun hanya sekedar nya saja. tapi dengan Devin. tak tanggung ia melakukan hal terlarang dan dosa, semua karena niat jahat Charles ia sampai hamil.
Salma bersyukur karena Devin tidak melupakan malam itu, ia bahkan langsung mencari nya dan ingin bertanggung jawab atas malam itu.
Kemarin kedua nya menghabiskan waktu bersama di hotel, bercanda, makan bersama dan bercerita tentang kehidupan masing-masing.
Devin begitu menyenangkan dan membuat nyaman, sentuhannya selalu membuat Salma luluh.
"Dalam keadaan sadar saja kau mau menerima sentuhan nya, apa lagi mabuk! dasar gila !"
umpat Salma pada diri sendiri lalu keluar dari kamar.
Sandi memperhatikan Salma tampil cantik dengan dress bunga bunga selutut dan syal berwarna merah muda.
"Ayo berangkat sekarang...!"
Salma memilih duduk di belakang sendiri agar bisa berbalas pesan dengan Devin, dari kaca Sandi memperhatikan Salma yang tersenyum sendiri menatap ponselnya, kelakuan nya itu persis seperti anak muda yang tengah jatuh cinta. sementara si kembar Asik memperhatikan jalan.
***
Alena menatap langit langit kamar nya, perasaan nya masih hancur dan kecewa karena Devin. Begitu mudah nya Devin melakukan hal itu, Alena tahu mereka memang di jodohkan, tapi tidak seharusnya Devin mempermainkan nya. ia berubah setelah kembali dari Amsterdam.
"dasar murahan..."
umpat Alena penuh kebencian. Ia harus memberikan mereka pelajaran, Alena tengah memikirkan rencana untuk bisa membalas rasa sakit hati nya.
Keluarga Devin memang sudah meminta maaf, mereka juga sudah mengganti semua kerugian, namun ada yang tidak mampu terbayar dengan materi. yaitu rasa malu dan sakit hati nya.
Alena berjanji pada diri nya sendiri kalau ia akan membuat mereka menyesal karena sudah membuat nya sakit hati, apa yang terjadi tak semudah yang Devin kira.
"Kemarin baru permulaan, selanjutnya aku akan mengirim mu ke dunia lain..."
gumam Alena terkekeh sendiri, ia akan terus mengintai perempuan itu.
***
Dua jam berlalu mobil sampai di depan villa, mereka berhamburan keluar dari mobil.
Salma menarik nafas nya perlahan, merasakan segar nya udara puncak Bogor.
"Hai pak sandi..."
seorang pria seumuran sandi menghampiri bersama seorang anak laki laki.
"hai pak Sutomo..."
__ADS_1
keduanya berpelukan, Salma tertegun melihat pria yang berada di samping pria tua itu.
bukan kah itu Adit ?
"Hai kemari anak anak...!"
Si kembar menghampiri di ikuti Maura yang menyapa istri pak Sutomo.
"Salma....!"
Adit tersenyum saat Salma menghampiri mereka.
"nah, ini dia. kalian satu kampus kan ?"
ujar Sutomo mengulas senyum, sebenarnya kebersamaan mereka juga karena keinginan Adit.
pria itu ternyata tidak menyerah begitu saja, Ia ingin meraih Salma selama perempuan itu belum menikah.
Salma mengulas senyum ke arah Adit, pria itu terlihat tampan dengan pakaian santai nya.
"Kita memang satu kampus, kak Adit senior !"
jawab Salma, ia memang pernah mengagumi sosok Adit, tapi sebelum terjadi sesuatu di Amsterdam. dan seketika Devin menarik perhatian nya dari Adit.
"ya sudah ayo masuk, kita istirahat dulu !"
Salma masuk ke dalam kamar yang pembantu tunjukkan, Ia satu kamar dengan si kembar.
"Salma masuk ke dalam duluan !"
Sandi mengangguk, si kembar duduk bersama mereka.
Salma menghempas kan tubuh nya di ranjang kecil, di kamar itu terdapat tiga ranjang berukuran kecil. Salma menoleh ke arah jendela dimana terlihat hamparan kebun teh yang hijau.
Salma beranjak dari ranjang kemudian menoleh ke arah kolam renang dimana Adit tengah duduk sendirian menghadap kolam.
Adit melambaikan tangan nya meminta Salma untuk keluar, namun Salma hanya mengulas senyum.
Salma kembali ke ranjang, Adit pria yang baik, seharusnya ini menjadi momen yang tepat untuk mereka berdua, tapi kejadian malam itu membuat semua Asa luluh lantah.
Salma memejamkan mata nya yang mengantuk, Sepanjang perjalanan ia berbalas pesan dengan Devin dan saat ini ia ingin tidur melepaskan penat nya.
Sandi memikirkan Salma, entah apa yang sedang terjadi dengan putri nya itu, tersenyum senang saat pesan masuk. wajah nya merona membaca pesan entah dari siapa ?
Sutomo menawarkan untuk berbesan dengan nya, apa Salma mau jika ia menjodohkan nya dengan Adit.
Sutomo bilang kalau adit menyukai Salma dan ingin meminang nya segera, tapi apa Salma mau jika menikah muda ?
Sandi menghela nafas mengingat seseorang yang jauh di sana, ia berjanji akan menjaga Salma dengan baik.
bersambung....
__ADS_1