Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab.31.


__ADS_3

Salma termenung mengingat kejadian tadi pagi bersama Devin dan entah kenapa rasanya candu pelukan hangat Devin.


Dokter mengatakan kalau kondisi nya sudah membaik dan sore ini ia bisa pulang, tapi kenapa rasanya enggan pulang.


Jika di rumah Sama tidak bisa bertemu dengan Devin, semalam bersama membuat Salma kembali berharap pada pria itu, Ia bahkan melupakan masalah yang terjadi di antara keduanya.


Jiwa nya meronta ronta menginginkan Devin kembali tidur memeluk nya.


Pagi sebelum Maura datang Devin meninggal nya di ruangan itu, Hana juga masih terlelap dalam tidur nya dan tidak mengetahui hal itu, padahal Hana tahu hanya saja ia berpura-pura tidak tahu.


Salma tersenyum sendiri mengingat Devin yang berulang kembali hanya untuk memeluk serta mencium nya, seakan tak ingin berpisah.


Akal menolak tapi perasaan menginginkan Devin untuk mendekapnya erat seperti semalam, setelah sekian malam gelisah dan baru malam itu ia tidur dengan nyenyak tanpa merasa risau ataupun gelisah.


Namun Salma kembali murung karena Ia tidak akan bertemu dengan Devin lagi.


"Salma, bagaimana keadaan kamu ?"


tanya Sandi saat tiba di ruangan itu.


Maura mengulas senyum duduk di sofa menghadap Salma yang tertegun melihat kedatangan Sandi.


"hm, baik pah! kapan papah datang ?"


tanya Salma menoleh ke arah Maura.


"Dua jam yang lalu dan papah langsung kemari !"


jawab Sandi lalu sekilas menoleh ke arah Maura, Ia juga sangat merindukan istri nya itu.


"Kata dokter siang ini sudah boleh pulang, Alhamdulillah keadaan Kamu cepat membaik !"


Salma mengangguk lalu teringat akan Devin, mungkin kah kehadiran Devin berpengaruh terhadap kesehatan nya.


"ya sudah Mama urus kepulangan kamu, Ada bibi datang untuk bantu berkemas !"


Salma mengangguk lagi.


......................


Ariel tersenyum melihat wajah sumringah adik nya itu, Devin duduk sambil tersenyum mengingat kebersamaan nya dengan Salma, dan rasanya candu ingin kembali bersama.


"Kalau udah ketemu seperti itu ?!"


Ujar Ariel membuat Devin terkekeh kecil.

__ADS_1


"Aku enggak sabar bang ingin secepatnya bersatu dengan Agis, sebab kenyataannya kita berdua saling mendambakan."


Ujar Devin mengingat wajah merona yang membuat nya gemas.


"Ya Abang akan bantu kamu Vin, tenang sajalah !"


Jawab Ariel.


Semalam ia bertemu dengan Alena di sebuah restoran dan ia tidak sendirian. Alena bersama seorang pria bule dan seperti nya Alena sudah move on dari Devin.


"Abang sudah kerahkan beberapa orang untuk mengusut kasus tersebut dan kita memang harus tahu kejelasannya!"


Devin menganggu dan kian bersemangat karena keinginan nya bersama Salma begitu menggebu.


Devin merogoh ponsel nya yang berdering, Devin melebarkan matanya saat melihat Salma mengirim kan pesan. Untuk pertama kalinya dan hal itu membuat Devin senang.


"Aku sudah pulang bang ke rumah..."


Pesan singkat yang membuat Devin mengulas senyum, apa mungkin Salma berharap ia datang Nanti malam ke kamar nya, tapi kamar Salma berada di lantai atas dan ia akan sedikit kesulitan jika datang diam diam.


*


Siang itu Salma sampai di rumah dan sebelum nya ia sudah memberi tahu Devin kalau ia sudah pulang.


"Sebaiknya Salma pindah ke kamar yang berada di bawah saja sebab kandungan nya kan semakin besar, Mama khawatir jika kamu bolak balik tangga."


"ya sudah kalau begitu papah sih gimana Salma aja."


jawab sandi menoleh ke arah Salma yang duduk di sofa.


"Salma ikut gimana Mama aja pah...!"


jawab Salma lalu sandi meminta pembantu membawakan barang barang Salma ke kamar yang berada di bawah, kedua kamar yang berada di bawah kosong karena mereka tidur di kamar atas semua.


Satu jam berlalu pembantu selesai memindahkan barang barang salma ke kamar yang berada di bawah.


"sudah selesai dan sekarang kamu bisa istirahat !"


Salma mengangguk kemudian beranjak dari duduknya masuk ke dalam kamar yang langsung mengarah ke kolam renang.


Salma duduk di tepi ranjang lalu menoleh ke arah ponsel Devin yang berdering.


Salma berpikir untuk mengangkat nya karena Ada sandi di rumah dan untuk apa Devin menelpon nya.


Gegas Salma mengunci pintu terlebih dahulu sebelum mengangkat telepon dari Devin.

__ADS_1


"Halo bang ?!"


"Salma bagaimana keadaan mu ?"


Tanya Devin merasa lega bisa mendengar suara Salma.


"hum sudah baik bang!"


Jawab Salma singkat.


"Salma, Abang ingin bertemu dengan mu lagi. apa boleh jika Nanti malam Abang datang ke kamar mu!"


Salma tertegun mendengar permintaan dari Devin yang sesungguhnya ia pun mengharapkan hal itu.


"Di rumah ada papah bang, jangan nekad seperti itu !"


"Ya tapi aku gelisah jauh dari mu Salma !"


sergah Devin berharap Salma merasakan hal yang sama.


"kalau ketahuan mau di teriakin maling !"


Sanggah Salma membuat Devin terkekeh sendiri.


"Aku ini suami mu Salma tapi kenapa sulit sekali menemui istri sendiri !"


Salma tak menjawab.


"katakan padaku bahwa kau tidak menginginkan ku datang malam ini !"


"ya aku tidak menginginkan mu bang!"


jawab Salma membohongi perasaannya sendiri karena yang sebenarnya ia begitu menginginkan Devin kembali memeluk dan mencium nya.


"baiklah aku akan datang Salma, katakanlah di mana kamar mu !"


sergah Devin pahami apa yang Salma katakan adalah hal sebaliknya.


"Aku akan mengirim pesan nanti bang!"


jawab Salma kemudian mematikan panggilan telepon tersebut saat seseorang mengetuk pintu nya.


*


**

__ADS_1


***


bersambung.


__ADS_2