Salju Di Amsterdam

Salju Di Amsterdam
salju di Amsterdam bab 18.


__ADS_3

Devin berangkat ke kantor menemui sang Ayah, Ia harus mencari tahu permasalahan apa yang membuat sandi tiba tiba membenci nya.


"Devin ?"


Seru Ramlan menatap heran pada wajah putra bungsu nya itu.


"Apa yang terjadi dengan wajah mu ?"


Devin duduk melipat kedua tangannya di dada.


Devin menceritakan semua yang terjadi tadi di rumah Sandi.


"Sandi Alfarizi...?"


Devin mengangguk, lalu meminta Ramlan untuk bercerita masalah yang sebenarnya.


flash back.


Dulu Orang tua Salma dan keluarga Syarief berteman baik, namun ada seseorang yang mengadukan keduanya hingga mereka berselisih paham tentang pendapatan perusahaan.


Erwin Alfarizi adalah Ayah Salma yang sebenarnya, Ia terlibat perselisihan dengan Syarif Ishak yang merupakan Om Devin.


Singkat kabar kedua nya menghilang setelah perdebatan memperebutkan gudang senjata yang berada di Rusia, terdengar kabar kalau Erwin tewas di tempat saat terjadi perebutan lahan kekuasaan dan gudang senjata tersebut.


Dan mereka mengatakan bahwa Syarif Ishak lah yang sudah membunuh Erwin, namun hingga sampai saat ini diantara mereka tidak ada satupun yang kembali.


Sandi murka mendengar kabar itu, Ia memutuskan hubungan kerjasama dengan Keluarga Syarif dan berjanji bahwa mereka kini menjadi musuh bebuyutan.


Ramlan sendiri tidak tahu keadaan yang sebenarnya, karena saat itu terjadi kebakaran di hutan hingga Ia atau sandi tidak bisa menemukan salah satunya.


"Jadi kamu menginginkan Anak sandi Alfarizi...?"


Tanya Ramlan tidak menyangka sekian lamanya Ia baru mendengar kabar sandi, Selama beberapa tahun ini Ia memang tinggal di Amsterdam, dan baru beberapa bulan kembali ke Jakarta.


"Aku harus bagaimana ? Salma hamil anak ku!"


jawab Devin dengan pandangan ke depan, kalau seperti ini rasanya buntu. Apa ia harus menemukan mereka yang sudah bertahun tahun pergi ?


"kalau sandi menolak mu untuk bertanggung jawab, maka tinggal kan saja dan kembali ke Amsterdam !"


ujar Ramlan lalu pergi meninggalkan Devin sendirian, mana bisa seperti itu ? Devin yakin Salma pasti menunggu nya !


Devin beranjak dari duduknya lalu pergi, Ia memutuskan untuk kembali ke hotel.


**


Sandi termenung sendiri mencari jalan keluar dari permasalahan itu, Apa ia harus memaksa Salma mengugurkan kandungan nya ?


Demi tuhan sandi enggan di keluarga nya ada keturunan Syarif.


Dia yang sudah menghilang kan kakak kandung nya ?!


"Apa yang akan mas lakukan sekarang ?"


Sandi mengusap wajah nya sendiri, ia juga bingung harus berbuat apa ? sementara Salma terlanjur jatuh cinta pada pria itu.

__ADS_1


Ia pasti menolak mengugurkan kandungan nya !


"Bagaimana kalau kita minta Salma untuk mengugurkan kandungan nya ?!"


Saran Sandi membuat Maura tertegun, hal itu akan sangat menyakitkan. Maura tidak yakin kalau Salma mau melakukan hal itu.


"Aku tidak mau ada keturunan Syarif di keluarga kita, kamu tahu kan dia sudah membunuh kakak ku dan menyebabkan Raisa mengalami gangguan jiwa..."


ujar sandi dengan mata yang berkaca kaca, rasanya Pedih mengingat ironisnya keadaan mereka.


"Aku paham, tapi aku tidak yakin Salma mau...!"


Sahut Maura, ia juga bingung.


"bagaimana kalau kita menikah kan Salma dengan orang lain saja, setelah lahir bayi itu kita berikan pada Devin ayahnya !"


Saran Maura membuat Sandi berpikir sejenak.


"Mau tidak mau kita harus memberi tahu hal sebenarnya, kenapa kita menentang hubungan nya dengan Devin dan tidak menginginkan bayi itu !"


sambung Maura dan di anggukan oleh sandi.


Gegas ia menghampiri Salma di kamar nya.


*


Salma meringkuk sendiri di kasur, Ia sangat merindukan Devin. Tubuh nya teras lemas karena sejak tadi Ia terus menerus muntah.


Salma teringat kebersamaan nya dengan Devin, pria itu memberikan nya susu hamil.


Salma menoleh pada pintu yang terbuka, sandi dan Maura masuk ke dalam kamar nya tanpa izin.


"Salma, papah ingin bicara denganmu...!"


ujar sandi duduk di sofa, Maura menghampiri lalu duduk di tepi ranjang meraih tubuh Salma.


"kalau papah minta Salma untuk menggugurkan kandungan, jawaban Salma adalah tidak. kalau papah jijik dengan bayi ini Salma akan pergi dari rumah ini...!"


Ujar Salma dengan terisak, Sandi dan Maura langsung terdiam.


"Salma juga tidak menginginkan hal ini, Kak Charles yang jahat !"


umpat Salma menyeka air matanya.


Gegas Maura merengkuh tubuh Salma dan membiarkan nya menangis untuk meluap kan emosi nya.


Sandi sudah menghubungi Charles dan meminta nya untuk pulang ke Indonesia perihal masalah itu.


"papah tetap tidak setuju kamu menikah dengan devin, papah tidak akan mengizinkan !"


Sanggah sandi membuat Salma terpaku menatap wajah sandi.


"kalau Charles yang sudah membuat masalah ini, maka dia yang akan menikahi mu !"


Salma tercengang lalu menggeleng kan kepala nya tak mengerti mengapa harus seperti itu.

__ADS_1


"sebenarnya ada masalah apa sih dengan keluarga Devin pah ? kasih tahu Salma !"


Sandi terdiam lalu menarik nafas berat.


"apa kamu siap mendengarkan kepahitan yang sudah terjadi di keluarga kita akibat ulah keluarga Devin ?"


Salma termangu tak mengerti maksud Sandi.


"kepahitan apa ? Salma mau dengar ? apapun itu !"


"Om nya Devin itu sudah membunuh Ayah kandung mu Salma !"


ujar sandi menundukkan kepalanya menyeka airmata yang jatuh.


"Ayah kandung ? jadi papah bukan ayah kandung Salma yang sebenarnya ?"


Tanya Salma menitik kan air mata nya.


kenapa kenyataan begitu memilukan.


Sandi menceritakan semua yang terjadi pada keluarga mereka lepas kepergian Erwin, ayah Salma.


Salma menangis tersedu-sedu di pelukan Maura yang juga bersedih mengingat kejadian lalu.


"Itulah kenapa Papah melarang kamu dengan Devin, papah yakin dia tidak akan pernah datang lagi Salma !"


Salma terdiam mendengar hal itu ? benar kan seperti itu ? harus kah ia merelakan mimpi nya untuk hidup dengan Devin ?


"Salma jika bayi itu lahir papah ingin kamu menyerah kan bayi itu pada Devin dan setelah itu lupakan semuanya dan anggap ini tidak pernah terjadi. hidup lah biasa seperti kamu belum mengenal Devin !"


Salma semakin terisak, mengapa sandi berbicara semudah itu ?


"Salma tidak mau menikah dengan kak Charles ? dan Salma mau memberikan bayi yang Salma kandung selama sembilan bulan pada orang lain, meskipun itu ayahnya sendiri ?!"


"tidak ada pilihan lain Salma, itu sudah menjadi keputusan papah."


ujar sandi lalu pergi meninggalkan Salma yang menangis dalam pelukan Maura.


Ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa ? Karena sandi bersikeras tidak mau menerima bayi itu jika kelak lahir.


"Mah tolong bilang sama papah, Salma tidak mau menikah dengan kak Charles ?!"


Maura tertegun sejenak lalu mengusap air mata yang mengalir di pipi Salma.


"Kamu sabar ya, semoga ada jalan keluar lainnya !"


*


**


***


*****


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2