
Malam itu Salma termenung sendirian, Ia teringat seseorang yang kini sudah menjadi suaminya, mereka menikah tapi berpisah.
mungkin itu lebih baik ketimbang Ia harus menikah dengan Charles, pada akhirnya mereka akan tetap berpisah.
Ada rasa terperih dalam relung hati nya, Salma tidak tahu harus bagaimana sedang kan yang terjadi pada masa lalu begitu menyakitkan.
Salma tidak pernah menduga kalau keluarga Devin dengan keluarganya memiliki masalah hingga berujung kebencian.
"Salah kah cinta ini ?"
Tanya Salma menyeka air matanya.
Semua pengantin baru akan berhagia dengan pernikahan nya, tapi tidak dengan Ia dan Devin.
Salma memejamkan mata nya tak ingin lagi mengingat Devin, seharusnya ia berkumpul dengan ayah dan ibunya tapi karena keluarga Devin semua terampas.
kenapa harus Devin ya tuhan ?
Salma merasa pilu saat rindu kembali menyergap jiwa nya, mengharapkan pelukan hangat dari ayah biologis anak nya.
Ibu hamil memang sensitif, moodnya gampang berubah. apa ia sanggup menjalani semua nya sendiri hingga bulan kelahiran bayi mereka ?
Salma menarik nafas berat, tak ingin membayangkan hal yang hanya menyesakan dada.
Lama kelamaan Salma pun terlelap dalam tidur nya..
**
*
Bukan Devin kalau ia menyerah begitu saja, Ia harus bisa berkomunikasi dengan Salma bagaimana pun caranya.
Dan Devin yakin si kembar pasti mau membantu nya, untuk berkomunikasi langsung Devin tidak tahu nomor telepon Salma yang baru, mungkin si kembar juga bisa memberi tahu nomor Salma yang sekarang.
Devin masuk ke supermarket untuk membeli susu hamil, beberapa cemilan dan buah untuk Salma, Devin akan menitipkan nya pada si kembar.
Devin menoleh pada Alena yang berada di supermarket itu juga, Alena terlihat cuek dan tidak menghiraukan keberadaan nya.
Alena melirik sekilas ke barang belanjaan milik Devin, pria itu membeli susu untuk ibu hamil.
"jadi perempuan itu benar benar hamil?"
gumam Alena semakin geram dan benci pada mereka berdua.
Tapi Alena tidak mendengar kedua nya menikah ? apa mereka kumpul kebo? emang dasar cewek murahan !
Alena terus mengumpat dalam hati lalu menjauh dari Devin.
Devin sendiri tak memperdulikan Alena, wajah nya masam seperti itu. Devin malas menyapa nya, ia lebih memilih untuk segera pergi dari supermarket itu.
Gegas Devin melajukan mobilnya menuju sekolah si kembar, tadi pagi Devin sudah membuntuti kedua nya.
Devin tidak bisa diam saja, walaupun Salma mungkin tidak mengharapkan nya, Janin yang ia kandung adalah anak nya, Ia harus memperhatikan kedua nya.
Devin menepikan mobilnya dekat gerbang sekolah, Devin melangkah masuk ke dalam sekolah tersebut.
"Pak Saya mau bertemu dengan si kembar Hana dan Hani, apa mereka sudah pulang ?"
Tanya Devin bertanya pada satpam sekolah itu.
"Anda siapa si kembar ya ?"
Tanya satpam menyelidik karena khawatir dengan berita penculikan yang sering terdengar, apa lagi ia baru melihat Devin kali ini.
"Saya kakak ipar mereka ?!"
jawab Devin mengulum senyum, satpam tersebut mengangguk lalu terlihat Hana dan Hani melangkah keluar.
__ADS_1
"Kembar ?"
Seru satpam memanggil kedua nya.
Hana dan Hani tertegun melihat Devin berdiri dekat gerbang sekolah.
"Kak Devin ?"
seru Hana, keduanya menghampiri Devin yang tersenyum simpul.
"Hai kembar, aku boleh berbicara sebentar dengan kalian ?!"
Kedua nya mengangguk ragu, tapi seperti nya penting akhirnya mereka mengajak Devin berbicara di taman sekolah.
banyak yang memperhatikan karena wajah Devin yang tampan dan mempesona.
Devin menceritakan maksudnya menemui mereka.
"jadi kakak titip makanan ini untuk kak Salma, tapi jangan bilang pada papah kalian ya !"
kedua tertegun melihat dua bungkus plastik yang Devin sodorkan.
"Yang besar untuk kakak kalian, dan yang satu lagi untuk kalian berdua !"
kedua nya mengangguk.
"dan sampai kan pada Salman kalau kakak sangat merindukan nya !"
kedua nya terpaku mendengar hal itu, Devin beranjak sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Astaga...kak Devin tuh cakep banget !"
Ujar Hani, sebelum nya ia tidak pernah berkomentar tapi kali ini ia ikut bicara.
"Ya, kasihan deh sama mereka berdua, menikah tapi terpisah !"
ujar Hana, mereka tidak tahu permasalahan apa yang menyebabkan kedua nya terpisah tapi terikat.
kedua nya melangkah saat melihat mobil jemputan berada di depan gerbang. gegas kedua nya berlari kecil membawa barang belanjaan dari Devin.
Devin tersenyum melihat si kembar sudah pulang, semoga salma suka dengan apa yang Ia belikan untuk nya.
Ia pun kembali melajukan mobilnya menuju kantor, banyak pekerjaan yang terbengkalai karena permasalahan hidup nya.
**
Hana dan Hani sampai di rumah, Ia tidak melihat sang Mama di dalam.
"BI, Mama pergi ke mana ?"
Tanya Hana memindai wajah pembantu yang tengah serius meracik bumbu.
"Pergi arisan non !"
"kalau kak Salma kemana ?"
"seperti nya di kamar !"
jawab pembantu tak menoleh sedikit pun, wanita paruh baya itu terus memainkan sepatula nya.
Hana pun bergegas naik ke atas menuju kamar Salma.
"Assalamualaikum kak Salma ?!"
Sapa Hana dan Hani memasukan kepalanya ke dalam kamar.
"Ada apa kembar ?"
__ADS_1
Tanya Salma menoleh dari laptop nya.
"kak Salma lagi apa ?"
Tanya Hana dan Hani menghampiri.
"tumbenan sih kepo ?"
balas Salma terkekeh kecil, Sebelum nya mereka berdua acuh dan cuek tapi setelah datang permasalahan kemarin keduanya selalu kepo.
"enggak, nih buat kak Salma ?"
Hana menyodorkan plastik berisi beberapa makanan dari Devin.
"Apa ini Hana ?"
"Makanan untuk kakak dari kak Devin !"
Jawab Hana membuat Salma tertegun.
Devin ?
"Dia datang ke sekolah kalian ?"
Kedua nya mengangguk.
"Hm, kak Devin juga titip pesan katanya rindu !"
Tambah Hana semakin membuat Salma terpaku.
"Sebenarnya ada masalah apa sih kak, kalian udah nikah tapi papah enggak ngizinin kak Devin ketemu kakak !"
Tanya Hana duduk di samping Salma.
"Nanti kalian akan tahu...!"
jawab Salma memindai isi dalam plastik itu.
Susu ibu hamil, beberapa cemilan dan buah.
Salma tersenyum getir, apa ia harus menerima nya ?
Rindu ? Devin bilang rindu ?
Ia juga rindu tapi itu sebuah larangan.
"ya sudah kak, kita keluar dulu !"
"jangan bilang sama papah ya soal ini !"
kedua nya mengangguk paham sembari menunjuk jempol tangan nya.
Salma menghela nafas berat menatap beberapa makanan tersebut, Devin memang royal. ATM yang Devin berikan juga masih ada di dompet nya.
Andai masalah itu tidak pernah ada, mungkin mereka sudah bersama dan kelak tidak akan ada drama kehilangan bayi.
Salma melihat kardusnya susu yang sudah terbuka, Salma merogoh kardus tersebut dan melihat ada sebuah kertas di dalamnya.
"Salma kau tahu aku sangat rindu, Aku tidak pernah yakin dengan permasalahan yang terjadi dengan keluarga kita, maka aku akan mencari tahu nya sendiri!"
*
**
***
bersambung....
__ADS_1