
Keesokan harinya, murid-murid Academy tiga bidang telah memulai aktifitasnya masing-masing, setelah sebelumnya mereka melakukan ritual penghormatan terhadap leluhur pendiri kota Semesta.
Su Hainy yang ikut dengan kelompok murid itu hanya duduk bersantai menikmati suasana dan ketenangan di bukit Suhainyi. Kesibukan orang-orang di sekitarnya hanya tontonan yang menarik di mata Su Hainy.
Penelitian dan pengembangan pengetahuan di papar dengan jelas oleh alam bebas, pelatihan cara bertahan hidup dialam bebas, memilih tanaman yang tidak beracun, mencari tanaman obat, berkultivasi dengan menyerap energi alam yang berlimpah, itu adalah sekumpulan pembelajaran yang di terapkan oleh para master di bukit Suhainyi, tapi bagi Su Hainy sekumpulan pembelajaran itu telah terpapar di dalam pikiran dan pengetahuannya.
Di tengah kesibukan para murid dan master pengajar, secara tidak sengaja salah seorang murid menginjak sebuah pemicu pembangkit segel, segel itu langsung aktif dan mengurung puncak bukit seperti sebuah sangkar.
Para murid dan master tercengang begitu mengetahui mereka berada di dalam kurungan segel, rasa khawatir menyelimuti diri mereka.
"Apa ini master?!" tanya sebagian murid.
"Tamatlah kita!!" ucap murid lainnya.
"Segel kurungan dewa??!!" kepala Academy berucap dengan mulut ternganga, segel yang tak pernah terlihat selama ribuan tahun, hari ini ia kembali muncul.
"Segel legenda yang pernah mengurung si raja iblis Yu Meng, ternyata segel ini benar-benar ada," berucap pula master Dong.
Para murid kemudian berkumpul menghampiri para master pengajar, suasana benar-benar tegang, rasa takut mulai berkata di hati para murid, di tambah dengan munculnya kabut ungu berbau busuk di dalam segel itu.
"Kabut ilusi!!" ujar para master bersamakaan.
"Aktifkan segel pelindung, jangan sampai kita terbawa ke dalam ilusi yang berbahaya ini," perintah master kepala, segera saja para master berdiri di delapan sudut mata angin merapalkan beberapa mantra dan..
"Segel pelindung delapan mata angin!!" teriak kedelapan orang itu secara bersamakan.
Sebuah segel segi delapan muncul mengurung mereka, melindungi mereka dari kabut ungu berbau busuk tersebut, namun di tengah ke gentingan tersebut nasib buruk menghampiri Su Hainy yang tertidur lelap di bawah pohon besar yang rindang.
Di dalam segel segi delapan.
"Apakah semua murid telah memasuki segel??" tanya Master Kepala.
__ADS_1
"Setelah saya data semuanya telah aman master, tapi yang itu masih enakkan tidur??!!" ucap master Hu sedikit bengong sambil menunjuk ke bawah batang pohon.
"Ehh??!!" kepala Academy langsung kaget.
"Aduh, anak tolol itu lagi," berucap pula master Fang.
Hanya dalam sekejap saja, Su Hainy telah menghilang dari pandangan para master, kabut ungu itu telah menutup ruangan di dalam segel kurungan Dewa.
Su Hainy yang telah lambat menyadari bahaya itu membuatnya menghirup kabut ungu tersebut, ia tersintak bangun lalu terkulai kembali tidak sadarkan diri, kabut ungu itu menjalar kesetiap urat-urat di dalam tubuhnya dan warna tubuh Su Hainy berubah menjadi ungu, apabila kabut itu telah meresap ke jantungnya maka kematian akan menjadi obatnya, namun hal itu merupakan sebuah takdir baru bagi Su Hainy, begitu kabut ungu menyentuh jantungnya api emas yang telah bersarang di jantung Su Hainy terpicu dan aktif dengan sendirinya, api emas itu menjalar di seluruh urat-urat dan tubuh Su Hainy, api emas membakar kabut ilusi seperti makanan yang sedap baginya, sekujur tubuh Su Hainy di liputi api emas yang membara, kesadarannya kembali, mata saktinya aktif dengan sendiri mencari target dan sumber kabut itu.
"Woi! woi!..kau menarik juga, ya?" tiba-tiba ada suara di dalam kabut ungu yang tebal itu.
Mata kanan Su Hainy mampu melihat di dalam ketebalan kabut ungu tersebut dan telah mengunci targetnya.
"Wush!!" Su Hainy lenyap dari tempatnya berdiri dan tau-taunya sudah berada di dekat makhluk itu, rupanya makhluk itu adalah seekor roh naga ungu kuno, naga ini di mitoskan sebagai naga ilusi terkuat di masanya.
"Eh?!" naga itu kaget begitu melihat Su Hainy, sorot matanya yang awalnya menakutkan kini berubah sayu, dan tampak tunduk di depan Su Hainy.
"Tuan!!" seru naga ungu sambil menundukkan kepalanya.
"Sudah lama aku menanti kedatangan tuan," ucap naga itu dengan nada mengharukan.
"Eh?! kedatangan ku??" bertambah bengong.
"Benar tuan!, agar tidak ada keraguan lagi, lebih baik tuan memasuki gua ilusi, di sana semuanya akan jelas," ucap naga ungu.
"Bagaimana kalau aku menolak?" ucap Su Hainy.
"Jangan tuan, kedatanganmu sudah kami nantikan selama sepuluh ribu tahun ini, kami sangat merindukan tuan, sejak kepergian tuan kami tidak ingin berkelana di dunia ini lagi, kami sudah tidak memiliki tujuan lagi, tapi hari ini tujuan kami telah kembali, tujuan kami adalah berkelana di dunia ini di bawah arahan tuan," jelas naga ungu dengan suara haru lagi.
"Aku akan masuk!" ucap Su Hainy, ucapan haru naga ungu telah melunakkan hatinya ia tidak percaya awalnya, namun melihat ketulusan naga itu iya memutuskan untuk percaya.
__ADS_1
Su Hainy kemudian berjalan memasuki mulut goa berwarna ungu itu di ikuti naga ungu dari belakang, dan sekejap setelah itu, kabut ungu ikutan lenyap bersamaakan dengan hilangnya segel kurungan Dewa.
"Kabutnya menghilang," ucap kepala sekolah.
"Akhirnya kita selamat!!" ucap para siswa.
"Kita memang selamat master, tapi si tolol itu lenyap," ucap Fang Tu.
Semua sorot mata memandang kearah pohon rindang tersebut, ternyata memang benar Su Hainy telah lenyap.
Puncak bukit sudah kembali seperti semula kemudian para master yang membuat segel delapan mata angin melepaskan segel itu, lalu mereka bergegas mencari Su Hainy kesegala penjuru bukit, namun Su Hainy tidak di temukan.
"Master, bocah itu tidak di temukan kami telah menelusuri semua tempat," jelas master Hu.
"Sudah menjadi takdirnya, kita tidak bisa berbuat banyak, hari ini juga kita akhiri ekspedisi pendidikan di tempat ini, kita kembali!!" ucap kepala Academy.
Hari itu, ekspedisi yang belum sampai satu hari akhirnya di selesaikan karena salah satu murid mereka menghilang di puncak bukit Suhainyi, mereka berkemas-kemas menyimpan peralatan bawaannya, dan berlalu meninggalkan tempat itu, kecuali dua orang master yang menetap untuk sementara waktu mencari perkembangan selanjutnya mengenai Su Hainy.
Di perjalanan pulang, hilangnya Su Hainy secara misterius menjadi pertanyakan dan pembicarakan dikalangan para murid, sebagian murid berasumsi bahwa Su Hainy telah mati terjebak kabut ilusi, dan sebagian percaya bahwa Su Hainy hanya di sesat dan belum mati.
"Xu Ming, apa pendapatmu mengenai si tukang sapu??" tanya Xi Yi
"Entahlah, tapi aku percaya dia belum mati, dia agak misterius, sejak bertemu dengannya aku tak pernah mengerti jalan pikirannya," jelas Xu Ming.
"Apa kamu menyukainya?" ucap Xi Yi sambil menatap Xu Ming.
"Tidak! tidak!..aku hanya menganggapnya teman," wajah Xu Ming memerah.
"Wajahmu memerah, itu tandanya iya" sambil tertawa kecil mengelitik Xu Ming.
"Tidak!"
__ADS_1
"Iyakan?"
Xi Yi terus mengajak Xu Ming berbicara agar ia tidak murung, sebab sejak melihat Su Hainy terjebak di dalam kabut ungu ia tampak sedih, dan lagi Su Hainy menghilang ia murung dan jadi pendiam, hatinya bertanya-tanya kemana perginya si pemimpi itu.