
"Hihihi...katakanlah manusia, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi daging empukmu itu," sambil mengusap-usapkan tangannya di leher Su Hainy.
"Cih!!.." Su Hainy mundur beberapa langkah kebelakang menjauhi Iblis Hitam.
"Begini saja, tubuhmu kebal terhadap berbagai serangan, bagaimana kalau aku memberikan satu pukulan untukmu?, kalau kamu masih baik-baik saja, kamu boleh memangsa kami, kami tidak akan melarikan diri.."
"Hihihi...pegang kata-katamu manusia," tersenyum yakin.
"Sebagai taruhan dari kami, ambil cincin ini," melemparkan cincin penyimpanannya pada Iblis Hitam.
"Tap!.." menangkap cincin itu.
"Isi cincin ini barang bagus semua, tapi tidak berguna untukku," sambil melihat-lihat cincin itu.
Fuxin jadi gelisah sendiri, "Tuan, kalau tuan mau mati jangan mengajak-ajak aku ya!!" menggigil ngeri.
"Jangan pikir aku juga mau mati, kamu lihat saja nanti..." Menoleh dengan mata memelototi Fuxin.
"Bagaimana?!" Ucap Su Hainy.
Iblis Hitam tertegun, kemudian melihat Su Hainy melalui sudut matanya sambil berguman dalam hati.
"Selain Dewa Bangsat itu, tidak ada manusia yang mengetahui kelemahan kami, apalagi manusia bocah sepertinya, kekuatannya juga tidak seberapa.."
Kemudian, "Hihihi....silahkan pukul dimana saja yang kau mau, hihihi..." Menatap Su Hainy dengan tatapan memangsa.
"Bersiaplah keneraka!!.." Su Hainy mengkretak-kretakan jarinya sambil berjalan mendekati Iblis Hitam.
"Hihihi...kamu yang seharusnya bersiap keneraka manusia, pukullah aku sekali dimanapun kamu suka, tapi setelah itu aku akan memakan daging empukmu, nyam...." Melelehkan air liurnya.
Setelah berhadap-hadapan, Su Hainy mengayunkan tangannya ringan seperti tidak bertenaga.
"Matilah!!..."
"Tap!.." jari telunjuk Su Hainy menempel ringan di rongga dada makhluk itu.
"Puft!!..." Seketika itu juga, Iblis Hitam memuntahkan darah kental di mulutnya.
"Ba..bagaimana bisa?!..., Si..siapa kamu sebenarnya?!,"
"Simpan pertanyaan mu dineraka," ucap Su Hainy melambaikan tangannya pada Iblis hitam yang sekarat itu.
"Aaaaggghhhh...." Detik itu juga Iblis Hitam mati terjelimpang di tanah.
"Tuan memang hebat," puji Fuxin dengan wajah cerah seketika.
"Memujiku boleh, tapi bau pesing ini lebih mematikan dari Iblis Hitam," mengibas-ngibaskan tangannya didepan hidung.
"Hehehe..." Tertawa ringan pada Su Hainy.
"Cepat ganti celanamu, aku tidak tahan!.."
__ADS_1
"Baik Tuan," Fuxin meloncat-loncat riang, ia seketika senang karena tidak jadi mati.
Su Hainy melangkahkan kakinya hendak pergi, tiba-tiba saja Naga Hitam yang bersemayam di ruangan spritualnya berbicara.
"Tuan, Esensi Darah Iblis Hitam sangat berguna bagi Tubuh Dewa".
"Ups!, Hampir lupa dengan barang bagus itu," ujar Su Hainy.
Su Hainy mendekati jasad Iblis Hitam, kemudian menarik Esensi darahnya.
"Dengan barang bagus ini, selangkah lagi aku akan mencapai penempakan Roh," guman Su Hainy sambil menyimpan Esensi darah ke cincin penyimpanan.
Su Hainy berlalu meninggalkan jasad itu melangkah untuk menyusuri Kota mati Xiling.
"Tuan, tunggu aku!!" Fuxin setengah berlari mengejar Su Hainy.
Su Hainy memelankan langkahnya, menoleh kearah Fuxin yang sudah sampai selangkah dibelakangnya.
"Hmm..Bangsawan mana yang kamu rampok sebelumnya?!" Melihat Fuxin dari ujung kepala sampai ujung kakinya.
"Hehehe.." Fuxin hanya tertawa ringan mendengar perkatakan tuannya.
Mereka masuk lebih dalam menyusuri kota mati Xiling menuju arah Utara, baik Su Hainy maupun Fuxin tetap bertingkah waspada, sebab mereka tidak tau ancaman apa yang akan menanti selanjutnya. Bahkan rumor yang mereka dengar mengenai keangkeran kota mati Xiling memang dapat dibenarkan ditambah dengan kemunculan Sosok Iblis Hitam sebelumnya.
Setelah berjalan 400 meter dari gerbang masuk kota mati Xiling, ancaman kembali datang, kali ini sesosok bayangan bergerak cepat dengan perpindahan yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Sesosok bayangan itu melemparkan jarum beracun yang siap menghujami titik vital di tubuh Su Hainy maupun Fuxin.
"Lagi-lagi bangsa iblis!!.." ujar Su Hainy mendorong tangannya kedepan mementalkan Sepuluh jarum beracun itu.
"Iblis Bayang?!" Fuxin menerkanya.
"Benar, iblis ini lebih rumit dari Iblis Hitam," dengan mata terus mengikuti pergerakan Iblis Bayang.
"Hihihi....ada manusia yang mengenaliku dengan tepat," berhenti menghadang didepan Su Hainy dan Fuxin.
Su Hainy bersikap tenang, tapi matanya menyoroti makhluk itu dengan tajam.
"Hihihi....tatapamu menakutiku manusia," mengalihkan pandangannya pada Fuxin.
"Hihihi...Membawa peliharaan yang pengecut, aku suka memangsa manusia yang ketakutan saat aku nikmati dagingnya, hihihi...".
"Tuan, bagaiman ini?!" Menggigil kengerian.
"Pengecut, seperti yang di katakan makhluk itu," berbicara pada Fuxin dengan mata terus mengawasi Iblis Bayang.
"Eh?!" Wajahnya Iblis bayang berubah geram, begitu merasakan Esensi darah Iblis Hitam di cincin Su Hainy.
"Beraninya kamu membunuh teman kami?" mengertakan giginya beringas seperti binatang yang haus darah.
"Dia sendiri yang datang mengantar nyawa dan menginginkan nyawaku, pantas untuk mati!!" tetap bersikap tenang dengan tangan menyiapkan jurus.
"Matilah!!..." Seru Iblis itu lalu lenyap dari pandangan, bergerak cepat seperti bayang-bayang mengitari Su Hainy dan Fuxin.
__ADS_1
Iblis Bayang melepaskan jarum beracunnya dari segala penjuru, melesat cepat bersiap menghujami titik vital Su Hainy maupun Fuxin.
"Bangsat!!!.." Su Hainy mendorong kedua tangannya keatas, dari telapak tangannya keluar pusaran angin mementahkan jarum-jarum itu ketanah.
"Hihihi...masih ada lagi!!!"
"Jarum Racun seribu Penjuru," iblis itu mempercepat gerakannya menyebabkan terciptanya ilusi seolah-olah tubuhnya berubah menjadi seribu bayangan.
"Bayangan Dewa," Su Hainy mengeluarkan bayangannya mengikuti Iblis bayang dengan kecepatan yang sama
"Hihihi...mengutus bayangan, enyaklah.." melesatkan lima jarum beracun yang menyapu habis bayangan Su Hainy.
"Eh?!, Buk!!..." Tau-taunya Su Hainy muncul didepannya, terlambat sudah. Iblis bayangan terpelanting menghantam puing-puing bangunan Kota Mati Xiling dengan dada hancur.
Su Hainy mendekati jasad iblis Bayang, mengambil Esensi darahnya dan menyimpannya di cincin.
"Apa barang bagus itu boleh untukku, Tuan?!" Memelas pada Su Hainy.
"Hmmm...kalau suasana hati lagi baik mungkinku berikan, kalau tidak, maka bersabarlah!!" Tersenyum tipis pada Fuxin.
Su Hainy bersama dengan Fuxin terus berjalan ke arah Utara menyusuri kota itu, akhirnya mereka sampai di gerbang Utara kota mati Xiling tanpa menghadapi rintangan yang berarti, tapi ketika mereka melangkahkan kaki keluar dari gerbang, mereka melihat Dua Iblis Hitam sedang berjaga.
"Lagi dan lagi.." guman Su Hainy.
"Sepertinya mereka sedang berjaga tuan," bisik Fuxin.
"Sepertinya begitu, saat mereka lengah kita ambil jalan memutar," sambil menunjukkan jalan setapak di kaki tembok dinding kota.
"Tapi sebelumnya kunci dulu auramu, jangan sampai dua makhluk kotor itu menyadari keberadaan kita," sambil menotok Meridian di dadanya.
"Selesai Tuan" ucap Fuxin.
"Mari!! Syut..syut..." Mereka melompat kejalan setapak itu dan langsung menggunakan jurus handalan mereka Langkah Seribu.
Setelah berlari cukup jauh dan merasa aman mereka kemudian berhenti.
"Ah!!.." Su Hainy menekan mata kanannya yang tiba-tiba terasa sakit, pemandangannya berkunang-kunang, keningnya berkerinyit menahan sakit.
"Tuan kenapa?" Fuxin jadi panik sendiri.
"Tidak apa-apa, ini efek samping dari penggunaan mata sakti terlalu lama," jelas Su Hainy, mengeluarkan sebotol Pil, merogok sebanyak tiga butir dan menelannya.
Mengerti dengan Su Hainy yang akan memulihkan diri, Fuxin berjaga dengan tangan terus menempel di gagang pedang untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak menentu.
Su Hainy duduk bersilah menyerap Pil itu untuk memulihkan kekuatannya kembali.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA..
TUNGGU KISAH SELANJUTNYA...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, TINGGALKAN HADIAH DAN VOTENYA..
__ADS_1