SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
MEMENANGKAN PERTEMPURAN


__ADS_3

"Hmmm...siapa yang izinkan kamu pergi??" Su Hainy sudah muncul didepan Kaisar Iblis, menghadang.


"Eh!?" Kaisar Iblis jadi kaget.


"Tak ada pilihan lain, terpaksa aku harus melawannya," gumam Kaisar Iblis dalam hati.


"BAIKLAH DEWA BANGSATT..KARENA KAMU MEMAKSA. MAKA, TERIMALAH KEMATIANMU..HEYAAA.." Kaisar Iblis berteriak keras, tubuhnya mengeluarkan sinar merah, tanduknya mulai memanjang dan kobaran api di tanduknya juga bertambah menyala.


"Heh.. siapa yang ingin kasih kamu kesempatan untuk berubah," ucap Su Hainy.


Wush! Bam!!


Su Hainy langsuang menghantam Kaisar Iblis yang dalam proses perubahannya dan membuat Kaisar Iblis terpental kebawah.


Arghhh...


Bum! Bum!!


Su Hainy langsuang memburu ke bawah, begitu sampai di dekat Kaisar Iblis yang megap-megap, Su Hainy mengayunkan tangannya dan di tangannya muncul Aura Kekuatannya dengan wujud pedang.


Crash... kepala kaisar Iblis menggelinding di tanah.


Para bawahan Kaisar Iblis yang tersadar bahwa pemimpin mereka telah tewas, langsung lari tunggang langgang meninggalkan area di luar kota Logam dan dalam keadaan itu, para kultivator memanfaatkan kesempatan itu menghabisi mereka sebanyak mungkin.


Setelah semua Iblis itu mundur, para kultivator membantu kawan-kawannya yang terluka.


"Terima Kasih atas bantuan Junior, sehingga kita bisa menghalau Iblis-iblis itu," ucap Tu Lian yang telah membaik, sambil memapah juniornya.


"Sama-sama Senior, sudah seharusnya kita saling membantu dalam situasi ini," sahut Su Hainy.


"Tuan.." panggil Fuxin sambil melompat turun dari puncak tembok.


Setelah turun, "Bagaimana keadaan Tuan??" Tanyanya.


"Aku baik, kemana saja kamu??" Balas Su Hainy.


"Aku di puncak tembok, menghalangi Iblis-iblis kotor itu masuk ke kota," jelas Fuxin.


"Baguslah kalau begitu.."


"Aku ada berita bagus, Tuan.." ucap Fuxin kembali.


"Apa??" Tanya Su Hainy.

__ADS_1


"Aku naik tingkat.."


"Naik tingkat?" Sambil melihat Fuxin dan merasakan Aura Kekuatannya, "Master Level Awal.." sambung Su Hainy kembali.


Fuxin mengangguk, tapi Su Hainy jadi berpikir.


"Bagiamana bisa ia naik tingkat??"


"Itu mungkin karena aku meninggalkan sedikit energi di tubuhnya, Tuan." Tiba-tiba Naga Kuning berucap di ruangan Spritual Su Hainy.


"Ternyata begitu.." gumam Su Hainy dalam hati.


"Kamu bantu yang terluka, pertempuran ini sudah berakhir," perintah Su Hainy pada Fuxin.


"Baik, Tuan.."


Pertempuran hari itu meninggalkan kesan yang pahit bagi kota Logam, karena hari itu banyaknya korban yang jatuh dari pihak kota dan khususnya Sekte Naga Tilong.


Keesokan harinya, Su Hainy pamit pada Wakil Ketua Sekte Naga Tilong, ia ingin melanjutkan kembali perjalanan untuk suatu urusan yang yang tak bisa dikatakannya.


"Mengapa Junior cepat sekali meninggalkan kota, diluar sana masih belum aman sepenuhnya," ucap Tu Lian.


"Ada urusan penting yang harus kami selesaikan senior, dan itu sudah tidak bisa di tunda.." jelas Su Hainy.


"Jika itu keputusan Junior, saya hanya berharap supaya Junior bisa menyelesaikan urusan dengan cepat," ucap Tu Lian.


"Jika ada waktu datanglah ke Sekte Naga Tilong, kami pasti menyambut Junior disana," sambung Tu Lian kembali.


"Kami akan berkunjung Senior, sampai jumpa lagi.." ucap Su Hainy sambil menjurah hormat di ikuti oleh Fuxin.


Tu Lian membalas jurahan Su Hainy, "Jaga diri Junior dengan baik," ucapnya.


"Pasti..." Jawab Su Hainy singkat sambil berlalu meninggalkan gerbang kota Logam.


"Suatu masa namanya akan terkenal di semua tempat yang di datanginya.." ucap Tu Lian pada Ye Zhao saat sudah kembali ke gedung Utama kota Logam.


"Saya juga meras begitu Wakil Ketua, Kekuatannya tidak bisa di tebak, kalau tidak karena kontribusinya, kota ini mungkin sudah jatuh seperti kota lainnya," ucap Ye Zhao pula.


"Su Hainy..dari dataran Xuansing.." gumam Tu Lian dalam hati.


Su Hainy dan Fuxin terus berjalan menuju Barat. Menurut peta Dataran Kuanming, mereka akan sampai di kota Werung dalam 3 hari perjalanan.


"Kota Werung. Menurut peta ini, kota itu berada dibawah kekuasaan Sekte Burung Hantu," ucap Fuxin menunjuk peta.

__ADS_1


"Apa itu sekte baru??" Tanya Su Hainy.


"Tidak Tuan, Sekte ini sudah berdiri sejak 9000 tahun yang lalu," jelas Fuxin.


"Aku sudah mati dimasa itu, pantasan nama Sektenya terasa asing," gumam Su Hainy dalam hati.


"Konon kabarnya, Sekte burung hantu ini didirikan oleh murid dari Dewa Semesta setelah bersembunyi selama seribu tahun,"


"Dan kabarnya ia mengganti namanya, agar tidak di ketahui oleh pasukan dari Alam khayangan," jelas Fuxin.


"Sejak kematian Dewa Semesta, setahuku pasukan Alam khayangan tidak lagi mengurusi urusan di Alam Dunia ini," Su Hainy berpura-pura tidak tahu.


"Sepertinya itu benar Tuan, tapi pembantai kepada pengikutnya masih terus dilakukan, hanya murid-murid misterius Dewa Semestalah yang bebas berkeliaran waktu itu," jelas Fuxin.


"Pantasan si bocah lugu itu berani mendirikan Sekte, karena statusnya sebagai muridku tak di ketahui orang," bisik Su Hainy dalam hati.


*******


Kota Werung, saat itu pertempuran berkecamuk hingga ke dalam kota, korban mulai berjatuhan satu persatu dan dalam situasi yang tidak membaik itu, tiba-tiba muncul delapan ekor Harimau di belakang pasukan iblis, ke Delapan Harimau itu mengaum keras mengejutkan pasukan Iblis yang menggempur kota, setelah Auman itu berakhir mereka berubah ke wujud manusia.


"Habisi semua Iblis kotor itu..." Teriak manusia yang paling depan ia adalah Fu Lin.


Ketujuh bawahannya langsuang menyerbu masuk kedalam kalangan pertempuran, dengan ganasnya mereka menghabisi Iblis itu satu persatu.


Fu Lin tak tinggal diam, ia ikut masuk ke kalangan pertempuran, dengan senjata sabit kembar yang tergenggam di tangannya ia membantai Iblis-iblis kelas bawah yang menghadangnya.


"Bantuan datang!! Bantuan datang!!" Teriak seorang murid Sekte Burung Hantu di puncak tembok kota Werung, saat melihat Fu Lin dan anak buahnya menghabisi Iblis-iblis itu.


Seketika itu juga, semangat tempur murid-murid Sekte Burung Hantu seperti ternutrisi kembali, mereka berteriak geram dan menyerang membabi buta.


Di dalam kota, korban telah berjatuhan dimana-mana baik dari kalangan murid Sekte maupun penduduk biasa. Iblis-iblis itu benar-benar beringas.


Fu Lin bergerak maju lebih dalam di pertempuran itu, ia terus membuka jalan agar mencapai ke gerbang kota.


Crash..crash..


Setiap sabitnya di ayunkan, Iblis-iblis itu terjelimpang mati di tanah.


"Terus maju ke depan, utamakan yang di dalam kota.." Fu Lin berteriak pada anak buahnya.


Ketujuh bawahannya mengikuti Fu Lin dari belakang, mereka terus membunuh Iblis-iblis itu.


"Kalian bertiga, naiak dan amankan puncak tembok..kalian berempat, jaga gerbang agar Iblis-iblis itu tidak lagi masuk," Fu Lin mengomandokan anak buahnya dan ia langsung masuk menerobos kedalam kota.

__ADS_1


Tiga anak buahnya, naik kepuncak tembok dan mulai menghabisi Iblis-iblis ditempat itu. Empat anak buahnya, dengan terpaksa harus menahan gempuran Iblis-iblis itu di gerbang kota, pertempuran sengit akhirnya pecah.


__ADS_2