
Perbatasan Dataran Kuanming, sesaat setelah Su Hainy mengalahkan semua Pembantai itu dan Fuxin datang bersama dengan wanita yang mereka tolong.
"Paman!!" Pekik wanita itu saat melihat kepala pengawal yang sedang memulihkan diri.
"Bagaimana keadaannya??" Tanyanya pada Su Hainy.
"Dia memang terluka putri, tapi sebentar lagi dia akan sembuh," menenangkan pikiran wanita itu.
"Apa tuan putri tau siapa yang melakukan penyerangan ini??" Tanya Su Hainy.
"Tidak, tapi pakaian mereka terasa familiar serasa pernah melihatnya," jawab wanita itu dengan memandang pada jasad-jasad yang tak bernyawa itu.
Su Hainy melirik kearah Fuxin dengan gelagat meminta token yang mereka temukan saat menghabisi kedua orang sebelumnya.
"Mungkin tuan putri tau token ini?" Ucap Fuxin, menyerahkan pada wanita itu.
Wanita itu mengambilnya dan membaca tulisan yang tertera di token itu.
"Jahanam!!" teriaknya.
"Lagi-lagi mereka ingin menghabisi kami satu-persatu," rutuk wanita itu, meremas kuat token yang dipegangnya.
"Setahuku, Asosiasi ini membantai orang-orang penting saja putri, jadi apa sebabnya sehingga putri menjadi target mereka??" Fuxin mencoba mencari informasi tentang wanita ini.
"karena kami dari Sekte Merak Langit," jawab wanita itu singkat.
"Sekte Merak Langit!! Jangan-jangan putri ini adalah Xia Lie??" Fuxin sedikit kaget dan menyebutkan nama wanita itu.
"Benar..aku adalah Xia Lie," wanita itu membenarkannya.
Sekte Merak Langit, merupakan salah satu Sekte berpengaruh di Dataran Kuanming, banyak kultivator hebat yang berasal dari Sekte itu dan tak banyak orang yang berani menyinggung anggota Sekte. Pernah ada yang melakukannya hanya dalam semalam semua anggota keluarganya terbantai.
"Xia Lie..hubungan apa yang dia punya dengan Xin Lie??" bisik Su Hainy dalam hati.
"Jangan-jangan sekte ini didirikan oleh Xin Lie, mungkin saja..sudah Sepuluh Ribu tahun aku tidak berengkarnasi banyak yang berubah di Dunia ini," sambung Su Hainy dalam hatinya.
"Tuan Putri!!" Tiba-tiba saja kepala pengawal tersadar dan memanggil Xia Lie.
"Paman!! Bagaiman keadaanmu??" Ucap Xia Lie.
"Uhuk! Uhuk! Aku baik saja Tuan Putri," ucap Laki-laki paruh baya itu.
"Terima Kasih Tuan Muda, berkat bantuannya nyawa saya bisa selamat, saya berhutang nyawa pada Tuan Muda," membungkukkan badannya pada Su Hainy saat masih duduk bersilah itu.
"Sama-sama Paman, sudah seharusnya kita saling membantu.." balas Su Hainy dengan senyuman di bibirnya.
Dengan sempoyongan laki-laki paruh baya itu berusaha berdiri dan dibantu oleh Xia Lie. Tubuhnya yang tersayat pedang masih membekas, tampaknya Pil Surgawi yang di berikan Su Hainy tidak dapat menyembuhkan Luka luar dengan cepat.
"Lukanya Paman??" ucap Xia Lie.
"Paman akan membalutnya, nanti juga sembuh," jawab laki-laki itu tenang.
__ADS_1
"Tuan Muda..boleh saya meminta sesuatu kepada tuan muda??"
"Apa itu paman??" Tanya Su Hainy.
"Saya mohon Tuan Muda untuk mengawal Tuan Putri ke Kota Merak," pinta Laki-laki itu menjurah hormat.
"Baik paman dan kebetulan arah kita juga sama," jawab Su Hainy menyetujui.
"Terima kasih Tuan Muda," ucap Laki-laki itu.
Mereka berempat kemudian berangkat menuju Kota Merak dengan mengendarai kereta kuda, Su Hainy dan Fuxin duduk didepan menjadi kusir sedangkan Xia Lie dan pengawal tua itu duduk di dalam.
Sore harinya mereka sampai di gerbang Kota Merak, Su Hainy di hentikan oleh dua penjaga gerbang yang meminta bayaran untuk memasuki kota.
"Hei..berhenti!!"
"Kamu pendatang baru, ya?? mana..??" Ucap salah seorang pengawal dengan menggesek-gesekkan ibu jari dengan jari telunjuknya.
"Kami mau mengantar Tuan Putri Xia Lie ke Sekte Merak Langit, apa kami perlu membayar??" Tanya Su Hainy.
"Lancang kamu!! Kamu tidak tau siapa dia, beraninya menjual nama Putri dari Ketua Sekte," bentak salah satu dari mereka.
"Kamu yang lancang menghadang kereta Tuan Putri!!" Fuxin membalas bentakan penjaga itu.
"Cih!! Kamu tidak tau kami siapa ha??" Tanya penjaga itu memplototkan matanya.
"Siapa?? Mungkin anji** yang kelaparan.." ejek Fuxin.
"Cari mati rupanya..matilah kau!!" Tombak yang di pegang pengawal itu melesat siap menghujami Fuxin.
Menggunakan dua jarinya, Su Hainy menjepit badan tombak itu.
"Apa begini cara kalian??" Tanya Su Hainy mengkretakkan giginya.
"Mau pamer kekuatan di Kota Merak berarti cari mati!!" Ucap penjaga yang satunya.
Didalam kereta kuda, Xia Lie merasakan keretanya berhenti terlalu lama dan juga mendengarkan suara bentakan dari depan.
"Paman!!" Panggilnya.
"Iya..Tuan Putri,"
"Apa yang terjadi, kenapa keretanya berhenti terlalu lama??" Tanya Xia Lie.
Laki-laki paruh baya itu berjalan sempoyongan keluar kereta kuda dan dilihatnya dua penjaga mengancung-ngancungkan tombaknya pada Su Hainy dan Fuxin.
"Dasar tidak berguna!!" Ia langsung berteriak pada dua pengawal itu.
"Eh?? Kepala pengawal!!" Seru kedua penjaga itu, kaget.
Dengan langkah sempoyongan, tangan kirinya di sandangkan dengan kain ke bahu dan tangan kanannya melepaskan tamparan pada kedua penjaga itu.
__ADS_1
Plak!! Plak!!
"Beraninya kalian menghalangi kereta Tuan Putri!!" Bentaknya pada dua penjaga itu.
"Maafkan kami, kami tidak mengetahuinya," mereka meringis minta ampun dengan memegang pelipisnya yang membekas telapak tangan Kepala pengawal.
"Hahahaha..." Fuxin tertawa mengakah melihat kedua orang itu.
"Enakkan!! Kami bilang tidak percaya, hahaha..." Fuxin meledek kedua orang itu.
"Maafkan perlakuan mereka Tuan Muda," ucap Kepala pengawal.
"Benar..maafkan kami Tuan Muda," kedua penjaga itu menjurah pada Su Hainy.
"Baiklah.."
"Kami harap Tuan Muda tidak memasukkan kehati," sambung mereka kembali.
"Tidak apalah..lupakan saja, lagian ini hanya salah paham," ucap Su Hainy dengan rendah hati.
"Terima Kasih Tuan Muda," ucap keduanya bersamaan.
Kereta kuda itu melaju masuk ke kota merak menempuh keramaian menuju langsung ke gedung Sekte Merak langit yang berada di tengah kota.
Dua penjaga gerbang Sekte melihat kereta kuda Tuan Putri dari kejauhan.
"Itu Tuan Putri, dia telah kembali.." ucap seorang dari mereka.
"Lapor pada ketua Sekte, biar aku yang menyambutnya disini," memerintahkan temannya.
"Baik.." sambil berlari cepat menuju gedung utama.
"Silahkan!!" Ucap penjagal itu menunjukkan Su Hainy ke aula utama Sekte.
Citt!!
Kereta kuda berhenti di aula utama dan kepala sekte bersama dengan istrinya datang menyambut mereka.
"Ibu!!" Teriak Xia Lie berlari dan memeluk ibunya.
"Syukurlah kamu baik-baik saja," ucap ibunya mengelus kepala putrinya.
"Syukurlah kamu selamat," ucap ayahnya.
Kepala pengawal keluar dengan sempoyongan berjalan mendekati kepala Sekte.
"Kamu kenapa??" Tanya kepala Sekte heran dengan tampilan kepala pengawal.
"Kami dihadang oleh orang-orang dari Asosiasi Pembantai Darah Tuan, masih untung kami selamat berkat bantuan mereka," jelas kepala pengawal itu menunjuk pada Su Hainy dan Fuxin yang sudah berdiri di sampingnya.
"Terima kasih Anak Muda.." Ketua Sekte menjurah pada Su Hainy dan Fuxin.
__ADS_1
"Sama-sama paman, sudah keharusan kita untuk saling membantu," jawab Su Hainy, membalas jurahan Ketua Sekte Merak Langit.
Malam itu, Su Hainy dan Fuxin disambut di Sekte Merak Langit, mereka diminta tinggal beberapa hari sebagai ungkapan terima kasih Ketua Sekte karena telah menyelamatkan putrinya.