
Srett.. srett.. srett.. bunyi busur panah melepaskan tembakan, ratusan anak panah menabur di udara bagaikan hujan menukik deras menghujami Iblis-iblis itu.
"GRRRR" mereka menyeringai melihat kawanannya yang mati akibat tertembus panah.
Srett..srett..srett... sekali lagi murid-murid Sekte dan prajurit kota Logam menembakkan panah mereka. Tapi kali ini, Iblis-iblis itu mengangkat tangannya dan mengubah auranya menjadi tameng yang menghalangi anak panah itu menghujami mereka.
Iblis yang berdiri paling depan, matanya merah menyala, dua tandu di kening mengobarkan api, seluruh bagian tubuhnya berwarna merah menyala. Di awali dengan senyuman menyeringai, ia mengangkat tangannya keatas lalu dengan gerakan memukul kebawah.
Bum! Bum!
Pukulan dengan aura kekuatan yang berwujud Pedang Api menyala menghantam dinding kota dan seketika dinding itu terbelah dan hancur berkeping.
"Aktifkan Segel!!" Teriak Tu Lian.
Sring.. beberapa orang menyalurkan energi mereka mengaktifkan Segel yang menghalangi Iblis-iblis itu menerobos masuk ke kota.
"Aktifkan Segel di sekeliling kota!! Jangan biarkan mereka memasuki kota!!" Teriak Tu Lian.
Beberapa orang bergerak cepat menuju ke setiap sisik kota dan mengaktifkan Segel yang akhirnya mengurung kota Logam.
Melihat hal itu, Su Hainy tak tinggal diam, ia kemudian melepaskan jurus Sepuluh bayangan dewa dengan langsung menempatkannya di setiap sisi kota Logam untuk menjaga rahasia dirinya.
Ia kemudian mengaktifkan Segel kurungan Dewa dengan Sepuluh titik sumber.
"Segel ini??!!" Seru Tu Lian.
"Segel Legenda!!!??" Teriak beberapa kultivator.
"Tuan.." panggil Fuxin.
"Ssstt.." Su Hainy memintanya diam.
"Bagaimana Segel ini bisa ada disini?? Bukannya Sang Dewa itu telah mati sejak lama!!" Ucap Tu Lian.
"Nampaknya huru-hara dari dataran Xuansing itu memang benar," ucap Seorang kultivator muda dengan rambut di kepang kebelakang, mengenakkan pakaian biru dan sebuah pedang tersandang di punggungnya.
"Huru-hara??" Beberapa orang kultivator yang tidak mendengarkan informasi itu merasa heran.
"Ia.. Sang Dewa telah kembali, tapi ia tak pernah menunjukkan dirinya di kalangan kita, tapi hari ini ia ada dikota ini dan kita sungguh beruntung," ucap orang itu.
__ADS_1
Su Hainy hanya tersenyum mendengar ucapan orang itu, tapi ia juga heran bagaimana bisa berita itu didengar oleh orang-orang di luar kota Semesta.
Setelah selesai mengaktifkan Segel kurungan dewa, kesepuluh bayangan itu berkelebat menghadang Iblis-iblis yang datang menyerang.
Wush! Wush! Wush! Seketika pertarungan pecah.
Kesepuluh bayangan itu dikeroyok oleh Iblis-iblis golongan api yang yang hendak memporak-porandakan kota Logam, tapi kekuatan dari kesepuluh bayangan itu tidak kecil, mereka bertempur bagaikan tubuh aslinya.
Dalam beberapa gerakan saja, Iblis-iblis itu di pukul mundur oleh bayangan Su Hainy. Kaisar Iblis bergidih marah, ia melompat maju dan bertarung sendiri dengan kesepuluh bayangan Su Hainy.
Di atas tembok dinding kota, ratusan sorot mata memandangi dengan kagum. Mereka yakin bahwa Sang Dewa akan mampu menangani Iblis-iblis itu.
"Sungguh hebat, pemandangan langka ini akhirnya aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, selamat ini aku hanya mendengar cerita dari para leluhurku. Tapi hari ini, aku melihat jurus Legenda dari Sang Dewa," kagum dan memuji kehebatan dari jurus sepuluh bayangan Dewa Semesta.
"Tembakkan panah!!" Ye Zhao kembali berteriak.
"Kurangi jumlah musuh, kita tidak tau pasti sampai kapan bayangan itu bisa menahannya," sambung Ye Zhao kembali.
Ratusan anak panah kembali menyebar di udara mengincar nyawa Iblis yang ingin menghabisi mereka.
"MANUSIA PENGECUT, KALIAN HANYA BERSEMBUNYI DI BALIK SEGEL ITU, JIKA BERANI DATANGLAH HADAPI KAMI LANGSUNG," teriak iblis mata satu, dengan mata mengeluarkan sinar menghalau serangan anak panah yang datang.
Sesaat kemudian, bayangan Su Hainy terpental keluar dari kepulan asap itu, kemudian lenyap tanpa bekas.
"HAHAHAHA.....HANYA BAYANGAN YANG DIKIRIM UNTUK MELAWAN KAMI, KALIAN BENAR-BENAR PENGECUT," suara tawa mengakah yang mengandung aura kekuatan yang tinggi memekakkan telinga.
Su Hainy yang dari tadi berdiri tenang, kini ia memegang dadanya yang terasa sakit, itu semua adalah efek samping dari kalahnya kesepuluh Bayangan Dewa.
"Uhuk!!"
"Tuan kenapa??" Tanya Fuxin.
"Aku baik..diamlah, jangan sampai mereka melihat," bisik Su Hainy.
Di bawah tembok, dari balik kabut Hitam yang tebal itu, sebersit cahaya menghantam Segel yang di melindungi kota.
Krakk! Segel itu retak.
Sekali lagi cahaya itu menghantam segel dan membuat lubang di segel itu. Tapi mereka masih belum bisa masuk, dibalik Segel itu masih ada Segel Kurungan Dewa yang belum tertembus.
__ADS_1
"Cepat perbaiki Segelnya, jangan biarkan mereka masuk!!" Teriak Tu Lian.
Para murid Sekte bergerak menggantikan kawannya mengalirkan energi untuk memperbaiki Segel yang mulai rusak.
"Jika terus begini, mereka juga bakalan masuk, bayangan dari Sang Dewa juga sudah kalah, satu-satunya cara adalah turun kebawah dan melawan mereka langsung," ucap Tu Lian.
"Benar, kita harus turun.. Segel Kurungan Dewa aku rasa juga tidak akan bertahan lama, sebab kesepuluh Bayangan Sang Dewa telah kalah," jelas Su Hainy, ia memang sudah merasakan sedikit luka dalam akibat kekalahan bayangannya.
"Mari kita turun, kita hadapi langsung Iblis-iblis itu," teriak seorang murid Sekte Naga Tilong.
"Senior..turunlah dulu, aku ingin memulihkan diri sebentar, luka lamaku kembali terasa akibat pertandingan tadi.." ucap Su Hainy berbohong pada Tu Lian.
"Baiklah junior, jangan lama ya..." Ucap Tu Lian.
Su Hainy mengangguk dan langsung duduk bersilah, mengalirkan energi ke setiap bagian tubuhnya.
"Aku harus menyatu sempurna dengan bayangan keempat, sekaligus aku memulihkan luka akibat kekalahan Sepuluh Bayangan Dewa," gumam Su Hainy dalam hati.
Saat sedang memfokuskan diri, kesadaran Su Hainy terbawa kedalam ruangan Spritualnya.
"Hormat Tuan.." ketujuh Roh Naga langsung menyambutnya.
"Kapan munculnya ketiga bola energi ini??" Tanya Su Hainy menggadah keatas.
"Saat bayangan ketiga dan keempat menyatu dengan tubuh Tuan, ketiga bola energi ini akan langsung ada di ruangan Spritual Tuan," jelas Roh Naga Emas.
"Ketiga energi ini bisa di anggap sebagai kekuatan cadangan untuk Tuan, bola energi yang warna merah merupakan kekuatan Bintang langit, yang putih merupakan kekuatan Bintang Bumi, sedangkan yang Hitam adalah Energi dari Esensi kehidupan yang terserap oleh jurus Penyerapan," jelas Roh Naga hijau pula.
"Ternyata begitu, kesadaran ku terserap kesini karena putaran ketiga energi ini yang tidak aku sadari," gumam Su Hainy.
"Naga Putih, alirkan sedikit energimu untuk memulihkanku dengan cepat, aku butuh waktu sesaat untuk menyatu dengan bayangan keempat," pinta Su Hainy pada Roh Naga Putih.
"Baik Tuan.."
"Naga kuning, rasuki tubuh Fuxin dan bersiagalah di sampingku untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak terduga," perintah Su Hainy.
"Baik Tuan.."
Su Hainy mengembalikan kesadaran, dan memulai penyatuan sempurna dengan bayangan keempat.
__ADS_1