SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
SERIGALA IBLIS


__ADS_3

"Khasiat Pil ini memang bagus, hanya sesaat tubuhku sudah terasa bugar kembali," Su Hainy berdiri dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya.


"Apa Tuan sudah baikkan?!" Tersenyum senang.


"Sudah!..hmm..wajahmu kok pucat begitu?!" Merasa heran dengan tampang Fuxin.


"Hehehe...aku baik saja, Tuan," berusaha menyembunyikan rasa takutnya.


"Hmm....ketakutan rupanya?!" Ucap Su Hainy.


"Tidak..tidak..Tuan," menggelengkan kepalanya.


"Mari kita lanjut, setidaknya besok kita bisa sampai di Desa Fusu pinggiran Sungai," mengkode Fuxin dengan gerakan kepala.


Tak terasa malam datang menghampiri, rasa dingin datang menusuk kulit menyerang kebagian dalam tubuh, Fuxin menggigil kedinginan, tapi untuk mengatakan berhenti pada Su Hainy ia tidak berani.


"Masih tahan?!.." tiba-tiba Su Hainy memecahkan keheningan.


"Anu..tuan, hawa ini lebih merusuh, apa tuan ingin berhenti dulu," lidah Fuxin ikutan kaku.


"Nyalakan api, kita menginap di tempat ini saja," perintah Su Hainy dengan diri terbaring menyandar di akar sebuah Pohon.


"Krak..krak.., akhirnya menyala juga!" Fuxin langsung mendiangi tubuhnya.


"Apa Tuan juga ingin memanaskan diri," menoleh pada Su Hainy yang bersantai di akar pohon.


"Tidak.. pemanasan sebenarnya sebentar lagi," merasakan beberapa aura datang mendekat.


"Maksud Tuan?!" Dengan rasa hati akan ada yang datang.


"Setidaknya..sebagai syarat kamu mendapatkan Ensensi Darah Iblis yang kamu inginkan," berucap dengan teka-teki pada Fuxin.


Menerka ucapan Tuannya, Fuxin langsung mencabut pedangnya.


"Pandang kelangit, begitu awan yang menutupi bulan itu lewat, bersiaplah untuk memulai," ucap Su Hainy dengan mata terpejam.


Fuxin menggadah kelangit, sejengkal lagi bulan akan menampakkan dirinya dari balik awan itu, betul apa yang di ucapkan Su Hainy. Tiba-tiba saja ada beberapa aura yang datang mendekat.


"Aura ini, Serigala Iblis!!" Fuxin semakin erat memegang gagang pedangnya.


"Grrrr...." Benar saja, begitu cahaya bulan menerangi, 8 ekor serigala iblis telah mengepung Fuxin.


"Tu..tuan.." memanggil Su Hainy, tapi pas menengok kebawah batang pohon, Su Hainy hilang entah kemana.


"Bangsat!!..tak ada pilihan, akan aku habisi kalian demi esensi darah itu," Fuxin berkelebat mengayunkan pedangnya.


"Wush!!.."


"Hiyaa...makan pedangku!!"


"Crash..bukk" Fuxin menyerang membabi buta dalam kepungan serigala itu.

__ADS_1


Sepuluh serangan berlalu, hanya satu serigala yang berhasil di lukai Fuxin.


"Hewan bangsat!!..mereka menyerangku bergantian untuk menghabisi energiku,," ucap Fuxin dalam hati.


"Jurus Pedang Fongsu," Fuxin mengalirkan energi pada pedangnya, pedangnya langsung di selimuti energi merah.


"Jika kalian berpikir mengalahkanku, bermimpilah!!..." Fuxin berkelebat keatas, dengan gerakan memutar, " Jurus Pertama, Dua Belas Bilah Angin,".


"Syut..syut.." kedua belas bilah angin itu menderu kearah delapan serigala di sekeliling Fuxin.


"Bum!!.."


"Jurus Kedua, Tebasan Dalam Bayangan,".


"Wush.." Fuxin dengan kecepatan tertingginya menebas putus leher salah satu serigala, "Crash..".


"Jurus Ketiga, Seribu Hawa Pedang," seperti menembakkan seribu peluru yang bertubi-tubi menghujami 7 serigala yang tersisa.


Hanya lolongan kematian yang terdengar di tempat itu, Fuxin menancapkan pedangnya di tanah. Darah ikutan menyembur dari mulutnya.


"Puft!..." Dengan menekan tangannya pada gagang pedang Ia tetap berdiri.


"Grrr...." tiba-tiba satu serigala muncul lagi, menyeringai lapar dan menyerang kearah Fuxin.


"Akhirnya aku bisa mati dalam perjuangan bertahan hidup, hahahaha...." Fuxin tertawa setelah merasakan kematian menghampiri.


Sejengkal lagi, serigala itu akan menerkamnya, "Crash.." serigala itu terputus menjadi dua bagian.


"Eh?!, Aku tidak jadi mati.." kaget dalam Syukur


"Tuan.."


"Hahahaha...hanya segerombolan serigala lemah, sampai membuatmu babak belur.." Su Hainy tertawa puas setelah mengerjai Fuxin.


"Cih!!...apa tuan sengaja??" Tanya Fuxin merutuk.


"Kalau kamu terus dilindungi, selamanya kamu akan menggantungkan nyawamu pada orang lain."


Fuxin tertegun mendengar ucapan itu.


"Ini Pil dan Esensi Darah Iblis yang kamu inginkan. Pulihkan lukamu, besok masih akan melewati bahaya," menyodorkan sebutir Pil dan satu Esensi Darah Iblis.


"Terima kasih, Tuan" mengambilnya, kemudian menelan Pil yang di Sodorkan Su Hainy sambil duduk bersilah memulihkan diri.


Beberapa lama kemudian, Fuxin merasakan telah baik, Ia melanjutkan dengan menyerap Esensi Darah Iblis.


Tak terasa, pagi datang menghampiri, burung-burung bersuka ria menyambut hari yang baru itu, dengan langkah perlahan Su Hainy dan Fuxin meninggalkan tempat bermalamnya. Mereka terus menuju arah Utara.


Menjelang tengah Hari, mereka telah sampai di pinggiran Desa Fusu. Mereka bertemu dengan beberapa orang penduduk desa, tapi mereka menghindar begitu akan berselisih, Hal itu karena arah datang mereka dari tempat terlarang.


Berita itu langsung menyebar di desa, para tokoh dan beberapa kultivator datang menghadang mereka di gerbang masuk desa.

__ADS_1


"Berhenti kalian!!!" Seseorang yang berdiri di samping kanan kepala desa langsung membentak.


Su Hainy berhenti dengan tetap bersikap tenang.


"Maaf, jika kedatangan kami mengganggu Tuan," ucap Su Hainy menundukkan kepala.


"Enyaklah dari desa kami, jangan membawa kutukan lagi didesa ini," kepala desa berucap lantang tanpa basa basi.


"Kami tidak mengerti dengan ucapan Tuan?" Balas Su Hainy tenang.


"Kami Tidak menerima kalian disini, apa kalian tidak mengerti!!!" Lagi-lagi orang yang berdiri disamping kepala desa.


"Kami benar-benar tidak mengerti, kalian membiarkan orang luar lainnya masuk, mengapa kami tidak??" Fuxin jadi terpancing dengan sikap aragon orang-orang desa itu.


"Hmm...tidak mengerti!!" Tiba-tiba datang seseorang dengan pakaian rupawan dari belakang kerumunan.


"Tuan muda Fu!!" Sapa orang-orang itu.


Dengan langkah tenangnya Fu Su berjalan kedepan Su Hainy.


"Apa kalian tidak paham dengan bahasa manusia?!" langsung mengoceh.


"Bukan kami tidak paham Tuan Muda, tapi kami tidak mengerti dengan maksud para penduduk ini?"


"Sepertinya mereka memang orang luar yang bodoh."


"Mereka tetap ingin masuk, tapi mereka telah terkena kutukan."


"Aku tidak ingin melihat para penduduk terkena kutukan itu lagi."


Beberapa penduduk di kerumunan itu mengeluarkan asumsi yang benar-benar tidak di mengerti Su Hainy apalagi Fuxin.


"Tolong Tuan Muda jelaskan kepada kami.." Su Hainy bersikap tenang dengan menundukkan kepalanya pada Fu Su.


"Apa kalian tidak melihat tanda di jalan keluar kalian?!"


Su Hainy tertegun, Ia mencoba memutar kembali ingatannya, sebuah tanda segitiga berwarna ungu, dan di tengahnya ada gambar iblis mengepulkan asap berwarna hitam, itulah yang muncul dalam benak Su Hainy.


"Apa maksud tanda itu Tuan Muda?!" Penasaran.


"Kalian telah memasuki tempat terkutuk, dan kalian telah terdampak kutukan itu," ucap Fu Su menatap Su Hainy mencoba merasakan tingkatan kekuatannya.


"Kami tidak mengetahuinya Tuan Muda, tapi kami merasa masih baikkan sampai sekarang," jelas Su Hainy.


"Kelihatannya Iya, tapi sebentar lagi kalian akan merasakan kutukan itu,"


"Cih!!..kalian benar-benar buta, kami tidak merasakan hal aneh sampai saat ini, biarkan kami masuk!!!..." Fuxin tak sabaran.


Su Hainy berdiri kaku, mencoba menerka dengan pikirannya kejadian apa yang sebenarnya di sembunyikan penduduk desa Fu Su darinya.


Terima Kasih Telah Membaca...

__ADS_1


Tunggu kisah selanjutnya Dalam judul (DESA FUSU : GEROGOT HATI IBLIS)


Jangan lupa Like, Komen, Tinggalkan Hadiah dan Votenya.


__ADS_2