SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
MASTER LEVEL AWAL


__ADS_3

Sesaat, Pulau Anggora hening dan sunyi hanya tiupan angin yang mendesir Menggugurkan daun-daun kering dari rantingnya dan menyapu bersih debu yang berterbangan akibat pertarungan barusan.


Syuhh....


Keheningan itu di pecah oleh batuk Fuxin yang tersadar dari pingsannya.


"Uh!!" Ia memegang dadanya yang terasa sakit.


Fuxin melihat sekelilingnya, banyak orang yang terjelimpang di tanah akibat pertarungan yang tak dapat di saksikannya.


Saat menoleh ke bagian kirinya ia melihat Su Hainy tak sadarkan diri.


"Tuann..." teriak Fuxin, tak menghiraukan rasa sakitnya ia langsung bergegas memeriksa Su Hainy.


Beberapa bawahan Yu Fei ikut tersadar satu persatu, mereka merasakan sakit di dadanya. Sungguh sebuah keajaiban mereka masih bisa hidup setelah di hantam jurus Long Tianming.


Mereka yang tersadar bergegas menolong dan merawat korban lainnya setelah lebih dulu memulihkan diri mereka.


3 hari kemudian, Su Hainy tersadar dari pingsannya badannya terasa sedikit sakit dan kelelahan serta masih untung tubuhnya tidak hancur akibat pasokan kekuatan yang diberikan ketujuh roh naga di ruangan spritualnya.


"Berkat tubuh dewa, aku berhasil selamat," Su Hainy bersyukur dengan keadaannya.


"Tuan sudah sadar, syukurlah!!" Ucap Fuxin.


Yu Fei, Ling Xu dan Tong Cu juga sadar dari pingsannya, tubuh mereka terasa lemah karena tersengat petir dari jurus Long Tianam, tapi mereka sangat bersyukur masih selamat setelah menerima jurus itu.


Beberapa hari setelahnya, berkat pengguna pil tingkat Surgawi, mereka yang terluka sudah sembuh dari cideranya.


Su Hainy yang duduk bersilah memulihkan diri, sesaat kemudian menghela nafas panjang dan membuka matanya, tubuhnya teras lebih segar, lebih kuat dari sebelumnya dan yang paling mengejutkan ia telah menerobos ke Alam Manusia tingkat Master level awal.


"Sebuah keajaiban!!" Puji Su Hainy.


Yu Fei datang kedalam ruangan Su Hainy ia menjurah hormat pada gurunya, "Bagaimana keadaan guru??" Tanya Yu Fei.


Sambil tersenyum, "Aku baik saja, kamu bagaimana Kondisinya??" Bertanya balik pada Yu Fei.


"Aku sudah baikan guru," jawab Yu Fei.

__ADS_1


Seminggu kemudian Su Hainy akhirnya pamit dan berangkat menuju dataran Kuanming untuk mendapatkan bayangan keempat.


Setelah sampai di Tepi pantai Pulau Anggora, Su Hainy membakar dan melemparkan kembang api yang diberikan oleh orang yang mengantarnya kepulau itu dulu.


"Tumpp!!" Ledakannya menggegerkan tepi pantai itu dan ledakan kembang api berwarna merah itu telah menjadi sinyal bagi para pelaut di desa nelayan.


"Hei.. lihatlah," beberapa penduduk desa berteriak memberi tahu yang lain.


"Apa masih ada yang berhasil selamat??" Tanya beberapa penduduk desa yang ragu.


"Itu sinyal dari bocah Tempo hari," ucap seorang laki-laki paruh baya.


"Aku penasaran seperti apa pulau Anggora itu, kalau mereka benaran selamat kita bisa bertanya nantinya," ucap salah seorang penduduk desa Nelayan.


"Iya, ratusan tahun pulau itu menyimpan misteri, baru kali ini ada orang yang selamat, sudah sepatutnya kita mencoba mendapatkan beberapa informasi dan kita pergi menjelajah ketempat itu, mungkin ada harta karun yang banyak di pulau itu.." ucap seorang lagi.


Laki-laki paruh baya yang mengantar Su Hainy tempo hari langsung naik keatas perahunya dan berangkat menuju pulau Anggora.


Menjelang sore Ia telah tampak, seratus meter dari pinggir pantai pulau Anggora. Su Hainy melambaikan tangan dan meminta laki- laki itu untuk menepi ke pantai, tapi ia menolaknya.


"Aku menjamin keselamatan paman...mendekatlah ke pantai..." teriak Su Hainy.


"Mendekatlah... paman akan aman..." Teriak Su Hainy kembali, meyakinkan laki-laki paruh baya itu.


Laki-laki itu berpikir sesaat, kemudian mendayung perahunya mendekat ke pantai tempat Su Hainy dan Fuxin menunggu.


Su Hainy dan Fuxin menaiki perahu itu dan kembali ke desa nelayan. Saat malam datang mereka telah kembali memijakkan kakinya di desa pinggir pantai.


Penduduk desa menyambut mereka memastikan apakah mereka kembali dalam keadaan utuh atau sudah cidera di tubuhnya.


"Mereka kembali tanpa terluka, benar-benar misterius.."


"Apakah mereka sehebat itu, bisa kembali hidup-hidup dari pulau hantu itu."


"Sepertinya mereka juga mendapat pencerahan disana, aura tubuh mereka berbeda saat mereka datang kepulau itu dengan saat ini."


Beberapa penduduk mengeluarkan pendapat dan pandangannya masing-masing.

__ADS_1


Malam itu Su Hainy bermalam di desa Nelayan, beberapa penduduk bertanya-tanya pada mereka berdua mengenai kondisi Pulau Anggora yang selama ini mereka anggap pulau berhantu.


"Apa benar di pulau itu ada hantu??" tanya kepala desa Nelayan pada Fuxin.l


"Benar!! Pulau itu berhantu dan menakutkan, ihhh..." jawab Fuxin Dengan bergidih ngeri.


"Benar?? Bagaimana kalian bisa selamat??" Tanya kepala desa kembali.


"Kami lari terus menerus selama ini di pulau itu, kalau sampai ketangkap mungkin kami telah mati, sungguh mengerikan pulau itu, ihhhh..." Fuxin kembali bergidih ngeri.


Beberapa penduduk desa yang berharap bisa mendapatkan sedikit informasi dari kedua orang itu, kini jadi mengurungkan niatnya karena penjelasan Fuxin yang menakutkan tentang pulau itu.


"Hehehe...mereka ketakutan," Fuxin tersenyum Puas setelah menakuti para penduduk itu.


Su Hainy hanya diam, ia asik melahap makanan yang di hidangkan para penduduk untuk mereka.


"Tuan Muda, bagaimana kondisi sebenarnya pulau itu??" Kepala desa nelayan merasa tidak puas dengan jawab Fuxin dan kembali bertanya pada Su Hainy.


"Tempat itu memang mengerikan, tapi mengerikan bagi orang-orang yang datang dengan niat buruk," jelas Su Hainy.


"Apalagi yang datang untuk mencari harta Karun dipulau itu, sama dengan mengantar nyawa." Sambung Su Hainy kembali.


"Benar-benar mengerikan," ucap beberapa penduduk.


Setelah menyelesaikan makannya, Su Hainy kemudian menjelaskan secara detail tentang pulau Anggora dan pantangan bagi orang yang ingin masuk kepulau itu.


Penduduk yang mendengarkan cerita Su Hainy jadi tidak takut lagi untuk mendekat kepulau itu, dan pada akhirnya Su Hainy menyuruh mereka untuk menangkap ikan di sekitaran pulau itu tanpa melanggar pantangannya.


Pagi harinya Desa Nelayan, matahari muncul di ufuk timur menambah keindahan pemandangan laut dari pinggir pantai. Pagi itu Su Hainy sudah duduk bersilah di pinggir pantai, berkultivasi menyerap energi alam untuk memperkuat pondasinya di Tingkat Master level awal dan saat ini pondasinya di Di awal penerobosan sedikit goyah.


Saat matahari mulai naik Su Hainy mengakhiri kultivasinya, ia berdiri dengan arah pandangan jauh kearah Barat.


"Pondasiku di awal penerobosan ini sudah kokoh, tubuhku juga sudah sembuh total dari luka pertarungan kemaren, sudah saatnya aku menuju Dataran Kuangming untuk bayangan keempat," gumam Su Hainy dalan hatinya.


Pagi itu, Su Hainy memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Dataran Kuanming. Setelah berpamitan dengan para penduduk desa mereka berjalan kearah matahari terbenam.


Para penduduk desa menatap punggung mereka sampai jauh, melepaskan kepergian mereka yang dianggap misterius oleh para penduduk Desa Nelayan.

__ADS_1


"Tunggu aku Dataran Kuanming!!!"


__ADS_2