SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
XIN LIE


__ADS_3

Sekte Merak Langit, pagi hari yang cerah para murid Sekte telah bergiat dengan pelatihannya dengan bimbingan beberapa guru yang memberikan arahan.


Su Hainy pagi itu, dengan ditemani Xia Lie berjalan mengelilingi Sekte Merak Langit melihat-lihat tempat itu. Sekte Merak langit sebenarnya memiliki beberapa Puncak yang berada diluar Kota Merak dan bagian utama Sekte memang sengaja di buat di kota Merak untuk tempat tinggal keturunan langsung Leluhur pendiri Sekte.


Di aula utama Sekte terdapat Satu patung besar yang di buat untuk mengenang seorang tokoh hebat yang menjadi guru leluhur Pendiri Sekte dimasa lampau.


"Patung ini seperti Tuan?? Tapi pakai dan tampilannya lebih Rupawan atau hanya memang mirip dengan Tuan??" gumam Fuxin dalam hati, menerka-nerka patung itu.


Su Hainy dan Xia Lie telah sampai kembali di aula utama Sekte setelah mengelilinginya. Mereka melewati sekumpulan Murid yang sedang memperagak jurus-jurus silat yang dikenali Su Hainy.


"Selangkah Meraih Bulan!! Sudah pasti Xin Lie adalah leluhur pendiri Sekte ini," gumam Su Hainy dalam hati.


"Xin Lie.. seperti apakah tampang Mu saat ini??" Bisik Su Hainy mengingat wajah Xin Lie dimasa lalu dengan tampang lugu dan akan marah besar bila ada orang yang meremehkan gurunya.


Mereka berjalan pelan kearah Fuxin yang sedang memperhatikan patung besar di Aula itu.


"Apa yang kamu lihat ke patung itu??" Tanya Su Hainy.


"Ini mirip dengan Tuan!!" Bolak-balik memandang wajah Su Hainy dan patung itu.


"Benaran.." Xia Lie jadi mengikuti Fuxin melihat bolak-balik kearah patung dan wajah Su Hainy.


"Eh??!! Kenapa bisa semirip ini??" Xia Lie jadi kaget sendiri.


"Tidak..tidak..coba perhatikan dengan teliti, pakaian dan tampangnya berbeda denganku bisa jadi ini hanya mirip saja," kilah Su Hainy, agar tidak terlalu jadi topik pembahasan mereka.


"Tidak..ini benar-benar mirip," ucap Xia Lie.


"Benaran Tuan, ini sangat mirip, dilihat dari manapun mirip dengan Tuan," jelas Fuxin.


"Huft!! Kenapa si bodoh itu pakai membuat patung Ku segala.." rutuk Su Hainy dalam hati.


"Kalau mirip ya sudah, tapi itu bukan berarti aku, aku saja baru usia 14 tahun saat ini, sedangkan patung ini mungkin sudah beribu-ribu tahun yang lalu," jelas Su Hainy tidak ingin membenarkannya.


"Iya..ya..mana mungkin itu Tuan," ucap Fuxin sambil mikir-mikir. Xia Lie jadi ikutan berpikir sama dengan Fuxin.


"Aku yakin ini Tuan, di pulau Anggora ada muridnya, usianya memang 14 tahun, tapi ia sudah pernah hidup mungkin beribu-ribu tahun lalu, banyak rahasia yang ada pada dirinya..aku akan terus mengikutinya," gumam Fuxin dalam hati mencoba menduga-duga siapa adanya Su Hainy.


Keesokan harinya, semua murid berkumpul di aula utama membunyikan alat-alat musik dan berbaris rapi mengibarkan bendera Sekte Merak Langit.

__ADS_1


"Ada acara apa Tuan??" Tanya Fuxin heran.


"Cukup lihat saja, kita hanya menumpang di Sekte ini dan ikuti apa yang mereka lakukan," jawab Su Hainy.


"Tuan Putri, acara apa ini??" Bisik Fuxin, bertanya pada Xia Lie.


"Untuk penyambutan Leluhur pendiri Sekte yang kembali dari kultivasinya selama 20 tahun," jelas Xia Lie.


"Apa?? Kenapa bocah lugu itu kembali di waktu yang tepat, kalau sampai ia mengenaliku bisa-bisa tempat ini gempar.." ucap Su Hainy dalam hatinya.


Duar! Duar! Duar!


Para murid meledakkan petasan saat leluhur pendiri telah sampai di gerbang Sekte.


"Selamat Datang Leluhur Pendiri.." ucap para murid itu bersamaan.


Saat kepala Sekte memasuki Aula utama mereka meniup alat musik untuk memeriahkan Penyambutan Leluhur pendiri Sekte.


"Selamat Datang kembali Leluhur.." Ayah Xia Lie menjurah menyambut Xin Lie.


"Iya..mengapa harus semeriah ini??" Tanya Xin Lie.


"Hormat pada Leluhur Pendiri.." Xia Lie menjurah pada Xin Lie di ikuti oleh Su Hainy dan Fuxin.


"Cucuku sudah besar, siapa namamu??" Tanya Xin Lie.


"Aku Xia Lie Kek."


"Nama yang bagus, cocok dengan orangnya," sambil mengusap-usap kepala Xia Lie.


"Kalian berdua, apakah murid baru di Sekte ini??" Bertanya sambil melihat Su Hainy dan Fuxin.


"Tidak Tuan, kami hanya singgah disini dalam perjalanan kami," jawab Su Hainy.


"Ternyata begitu.. padahal tubuhmu bagus, apa tidak tertarik untuk bergabung di Sekte kami??" Xin Lie mencoba menarik Su Hainy untuk bergabung Di Sekte Merak Langit.


"Maaf Tuan, kami hanya pengembara dan tidak tertarik untuk terikat dengan Sekte manapun," tolak Su Hainy dengan rendah hatinya.


"Baiklah.. nampaknya kultivator tunggal sepertimu memang tidak mudah untuk terikat dengan sebuah aturan," ucap Xin Lie sambil tertawa ringan.

__ADS_1


"Eh??" Wajah Xin Lie langsung berubah kaget saat melihat wajah Su Hainy dengan jelas. Ia kemudian memandang Su Hainy dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.


"Ada apa Kek??" Tanya ayah Xia Lie.


"Tidak ada.. hanya saja orang ini mirip dengan seseorang," sambil mikir-mikir, Xin Lie mencoba mengingat-ngingat siapa orang itu.


"Tuan jangan menduga-duga, memang banyak orang yang sekilas mirip di dunia ini," kilah Su Hainy.


"Benar juga, walau dia mirip belum tentu ia orang yang sama," gumam Xin Lie, sambil melangkah masuk keruangan utama Sekte.


"Untung saja si bocah lugu itu tidak mengenaliku," bisik Su Hainy dalam hati.


Hari itu Sekte Merak Langit melakukan pesta meriah hingga keesokan harinya, bunyi alat-alat musik dan ledakan petasan masih terdengar di area Sekte Merak Langit.


Hari ketiga Su Hainy di Sekte Merak Langit, hari itu Su Hainy pamit untuk kembali melanjutkan perjalanannya setelah terhenti selama dua hari ini.


"Ketua Sekte, nampaknya kami harus kembali untuk melanjutkan perjalanan dan kami mohon Izin sekaligus terima kasih telah menerima kami untuk menginap di Sekte ini" ucap Su Hainy didepan gedung Sekte Merak Langit pada ayah Xia Lie.


"Jangan sungkan..kami yang seharusnya berterima kasih karena Tuan Muda sudah menyelamatkan Xia Lie, anak kami," ucap Ketua Sekte.


"Jika ada waktu datanglah berkunjung, pintu Sekte akan selalu terbuka untuk Tuan Muda," sambung Ketua Sekte kembali.


"Kami akan meluangkan waktu untuk datang lagi Ketua," ucap Su Hainy menjurah hormat dan melangkah pergi.


"Mohon pamit Ketua Sekte," ucap Fuxin dan mengikuti Su Hainy dari belakang.


"Hati-hatilah di perjalanan, sampai jumpa lagi," teriak Xia Lie, melambaikan tangannya saat Su Hainy sudah sampai di gerbang Sekte.


"Iya.." jawab Su Hainy dengan senyuman dan membalas lambaian tangan Xia Lie.


Syuutt..


"Maaf guru, jika aku tidak mengantar kepergian guru, datanglah lagi banyak cerita yang ingin aku ceritakan pada guru," Xin Lie menyusupkan suaranya pada Su Hainy.


"Bocah lugu... ternyata mulutmu masih rapat, jika ada waktu aku akan berkunjung, jika tidak carilah aku di Dataran ini, Ada urusan penting yang harus aku selesaikan," Su Hainy membalas susupan suara Xin Lie.


"Baik guru.."


Su Hainy bersama dengan Fuxin berjalan menuju arah matahari terbenam meninggalkan Kota Merak.

__ADS_1


__ADS_2