
Dataran Kuanming, Tak berapa lama setelah meninggalkan pinggir Hutan Kematian, mereka berdua menjumpai sebuah lubang yang dalam menganga luas berdiameter 30 meter. Mereka melihat dari mulut lubang itu dan hanya kegelapan tampak dan suara kelelawar yang terdengar di kedalaman lubang itu.
"Bagaimana bisa ada lobang ini??? jika aku ingat dimasa lampau aku tidak pernah melihat lubang ini," gumam Su Hainy dalam hati.
Su Hainy tiba-tiba merasakan ada aura kuat yang datang dari lubang itu.
"Bagaimana aura Iblis yang keluar dari lobang ini??" Bisiknya dalam hati.
"Kenapa aura ini membuatku ngeri, Tuan??" Tanya Fuxin memegang tengkuknya.
"Ini Aura Iblis, perasaanku jadi tidak enak begitu merasakannya," jelas Su Hainy.
Syut..syut..syut..
"Ada yang datang! Kita menghindar dulu," ajak Su Hainy.
"Mari Tuan."
Mereka berdua kemudian lompat kebalik pepohonan untuk melihat siapa yang datang dan mungkin akan mendapatkan sedikit informasi tentang lubang itu.
"Disini tempatnya Tuan Muda," seorang laki-laki paruh baya menunjuk kearah lubang.
"Bisa jadi tempat ini memiliki harta karun, dan bisa juga benda-benda pusaka yang hebat," ucap seseorang lagi yang terlihat seumuran dengan Tuan Muda itu.
Syut...syut...syut...
"Ada orang lain ditempat ini," bisik laki-laki paruh baya itu pada Tuan Mudanya.
"Kita lihat saja, siapa yang datang??" Tungkas Tuan Muda itu.
Beberapa orang kemudian sampai ditempat itu tak berapa jauh dari kelompok Pertama yang datang.
"Wah..wah.. ternyata Tuan Muda Qin, aku kira sampah darimana?? Hahahaha...." Orang itu langsung meledek.
"Owh... ternyata kamu, Anj*** dari Sekte Gagak Hitam," balas orang yang di panggil Qin itu.
Di balik pepohonan tempat Su Hainy dan Fuxin bersembunyi, "Mereka orang-orang dari Sekte Gagak Hitam dan Sekte Beruang Api," bisik Fuxin pada Su Hainy.
"Sekte nomor Dua dan Tiga di Dataran Kuanming," balas Su Hainy.
"Benar, Kedua Sekte ini seperti anjing dan kucing, mereka sering bergolak dan ada saja Murid-murid mereka yang jadi korban."
"Kita cukup diam, dan lihat saja mereka," ucap Su Hainy.
Di mulut lubang itu, Dua kelompok itu mulai panas dan berapi-api karena perkataan yang saling menghujat di antara mereka.
__ADS_1
Di tengah perbincangan panas mereka, muncul dua orang laki-laki yang sudah tua dan mendarat di masing-masing kelompok itu.
"Ternyata Ketua Sekte Qin Lao datang juga," sapa laki-laki Tua dari Sekte Gagak Hitam.
"Tetua Huang rupanya, di badan yang sudah bau tanah masih muncul dalam urusan luar Sekte," Ledek Qin Lao.
"Hahaha...sudah sama-sama bau tanah masih memandang orang lain," balas Tetua Huang.
"Bagaimana menurut Ketua Sekte Beruang Api mengenai lubang ini??" Tanya tetua Huang.
"Tetua Huang ternyata ingin berbasa-basi, tapi Tetua Huang sudah meneliti dan mengetahui lebih dari kami tempat ini," balas Ketua Qin.
"Hahaha... nampaknya mata-mata Ketua Qin sudah memberikan laporan secara detail rupanya,"
"Jangan asal berucap Tetua Huang, mata-mata Tetua Huang nampaknya juga memberikan laporan yang lebih jelas," balas ketua Qin.
"Bagaimana, jika kita lupakan saja dendam diantara kita, tujuan kita sama untuk saat ini," ajak Tetua Huang.
"Cih!! Sebenarnya saya tidak ingin berdamai," balas Qin Lao memandang pada anggota Sektenya.
Para anggota Sekte Beruang Api saling berbisik diantara mereka, mereka meyakini adanya niat buruk Tetua Huang yang mengajak mereka berdamai.
"Mereka orang yang licik, jika mau berdamai sama dengan bunuh diri."
"Ada niat terselubung dari mereka, jika kita mau berdamai bisa-bisanya kita jadi tumbal mereka untuk uji coba lubang misterius ini."
Para Anggota Sekte Beruang Api menolak tawaran mereka setelah saling mengeluarkan pendapat. Tuan Muda Qin berbisik pada ayahnya.
"Ayah.. lupakan saja untuk sementara lubang ini, kita biarkan saja mereka masuk."
Qin Lao mengangguk pertanda menyetujui pendapat dari Anggota Sektenya.
Para anggota Sekte Gagak Hitam juga saling berbisik mengenai pendapat Tetua Huang, mereka dengan rencana liciknya menyetujui untuk berdamai.
"Kita ikuti saja keputusan Tetua Huang, mereka bisa jadi umpan yang bagus untuk kita mengetahui Lubang ini," bisik seseorang.
"Bagaimana ketua Qin??" Tanya tetua Huang.
"Cih!! Lupakan saja niat tetua Huang, kami akan pergi," ucap Qin Lao, mengajak anggotanya meninggalkan tempat itu.
"Baiklah.. berarti semua harta yang ada didalam milik kami kan??" Ucap tetua Huang sinis.
"Ambillah, kami lebih menghargai nyawa dari pada benda pusaka yang belum pasti itu," jawab Ketua Qin melayang pergi bersama anggota Sektenya.
Su Hainy dan Fuxin didalam persembunyian hanya memandang mereka pergi, nampaknya informasi mengenai tempat itu yang di harapkan Su Hainy tidak didapatkan. Tapi para anggota Sekte Gagak Hitam masih berdiri di mulut lubang itu.
__ADS_1
"Apa mereka akan masuk Tuan??" Bisik Fuxin.
"Tampaknya mereka tidak akan masuk, mereka sengaja mengajak Anggota Sekte Beruang Api untuk berdamai dengan niat untuk dijadikan umpan di lubang itu," jelas Su Hainy.
"Mereka benar-benar licik," rutuk Fuxin.
Para anggota Sekte Gagak Hitam memandang kedalam lubang itu, lalu mereka melesat pergi dari tempat itu.
"Orang licik sungguh pengecut!!" Ucap Fuxin.
"Mari Tuan kita teliti dulu lubang itu," ajak Fuxin.
"Mereka tidak pergi, sebenarnya mereka mengintai dari kejauhan untuk melihat umpan yang datang dan melahapnya," jelas Su Hainy.
Mereka berdua tetap bersembunyi dan memperhatikan siapa diantara kedua anggota Sekte yang kembali dan benar saja anggota Sekte Beruang Api datang kembali ke mulut lubang yang menganga itu.
"Berarti benar lubang ini mengandung bahaya, mereka tidak masuk dan sengaja berdamai untuk menjadikan kita umpan, sungguh licik!!" Rutuk Qin Lao.
"Hei!!! Kalian yang bersembunyi keluarlah!!" Qin Lao berteriak keras pada Su Hainy dan Fuxin.
"Kita ketahuan Tuan," ucap Fuxin.
"Kita keluar saja dulu, ayo!!" Ajak Su Hainy.
Su Hainy berjalan mendekat kearah anggota Sekte Beruang Api dan menjurah hormat pada Qin Lao.
"Salam ketua Sekte," sapa Su Hainy diikuti oleh Fuxin.
Enam anggota Sekte Beruang Api memandang pada Su Hainy dan Fuxin dengan tatapan curiga, sorot mata mereka seakan-akan menusuk kedua orang yang didepannya.
"Siapa kalian??" Tanya Tuan Muda Qin.
"Kami hanya pengembara yang kebetulan lewat Tuan Muda," jawab Su Hainy, sopan.
"Kalian sudah memata-matai kami cukup lama, kalian pikir kami akan percaya??" Tanya seorang murid Sekte.
"Maafkan kesalahan kami, kami tidak bermaksud," ucap Su Hainy.
"Cih!! Bersandiwara didepan kami, apa kalian tidak tau siapa kami??"
"Apa jangan-jangan kalian mata-mata dari Sekte lain??"
Su Hainy menjawab dengan lunak dan sopan pertanyaan yang mencurigai dirinya itu, "Kami hanya pengembara dan tidak terikat dengan Sekte manapun."
"Hajar saja mereka dan mereka akan mengakui kebenarannya," ajak seorang murid.
__ADS_1
"Jangan.." ucap Ketua Sekte.
Para murid Sekte Beruang Api hening seketika mendengar ucapan Ketua Sekte mereka. Apa sebenarnya yang dipikirkan Ketua Sekte Beruang Api??