SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
SEGEL TIAGRAM DELAPAN MATA ANGIN


__ADS_3

Dari kejauhan orang-orang Sekte Gagak Hitam juga mengintai untuk mengetahui rencana apa yang di lakukan Ketua Sekte Beruang Api dan para Muridnya. Mereka masih berniat untuk mengambil keuntungan dari usaha para anggota Sekte Beruang Api.


Su Hainy dan Fuxin yang ketahuan oleh orang-orang Sekte Beruang Api dan hampir saja terlibat pertaruangan dengan mereka, masih untung Ketua Qin menghentikan para Muridnya.


"Kenapa Ketua?? Jika mereka musuh bisa saja kita jadi umpan yang empuk untuk mereka," ucap seorang murid Sekte.


Ketua Qin mengangkat tangannya dan mendekat kearah Su Hainy.


"Anak muda..apa kau bersedia bergabung dengan Sekte kami??" ajak Ketua Qin.


"Eh?? Mengapa Ketua Sekte mengajaknya bergabung??" Ucap seorang muridnya, heran.


"Maaf Ketua Qin, saat ini saya belum tertarik untuk terikat dengan Sekte manapun??" jawab Su Hainy.


"Ada orang menolak bergabung dengan Sekte kita, sungguh tak bersyukur, padahal Ketua Sekte meminta sendiri," ucap seorang murid Sekte Beruang Api.


"Jika itu keputusanmu, saya tidak akan memaksa..tapi Sekte kami bukan Sekte yang kecil, jika menolak bergabung. Maka, jangan mencoba menjadi musuh kami, bisa saja hidupmu tak akan aman kemana saja kamu pergi," ucap Qin Lao.


"Eh?? Mengancam kami?? Kami juga bukan orang yang lemah, jika kalian yang memulai kami juga tidak sungkan," jawab Fuxin, sinis.


"Hanya Alam Binatang Spritual, berani berucap didepan kami dengan aragon, jika bukan karena Ketua Sekte melarang, sudah dari tadi kamu menjadi mayat," cetus seorang murid Sekte Beruang Api.


"Kami tidak mencari lawan kemanapun kami pergi, jadi kami akan meninggalkan tempat ini, tapi sebelum itu saya hanya mengingatkan Ketua Qin, agar mengurungkan niat untuk mencoba memasuki Lubang ini," jelas Su Hainy.


"Apa yang kamu Tau dari lubang ini??" Tanya Ketua Qin.


"Lubang ini tidak sederhana, ada Aura kuat yang menekan dari dalam, kalau tidak salah Aura ini adalah Aura Iblis," ucap Su Hainy.


"Pantasan Auranya terasa familiar, Di kota mati Xiling Dataran Xuansing aku pernah merasakan Aura ini, tapi aku tidak dapat memastikan dari Siapa Aura itu berasal," jelas Qin Lao.


"Benar itu Ketua Qin, di kota Mati Xiling memang sarang Iblis dan mungkin saja dibawah ini bisa jadi sarang mereka di Dataran Kuanming," ucap Su Hainy.

__ADS_1


"Lebih Baik ketua Qin menyegel tempat ini dengan bantuan dari semua Sekte, jangan sampai nantinya Iblis-iblis ini membawa bencana di Dataran ini," sambung Su Hainy.


"Bagaimana ada orang yang lebih mengetahui tentang Lubang ini?? padahal kita saja yang sudah meneliti tempat ini cukup lama saja tidak bisa mengetahuinya," laki-laki paruh baya yang selalu berdiri di samping Tuan Muda Qin merasa heran.


"Jika itu pendapatmu, kami akan melakukannya, aku sejak awal juga berpikir tidak akan baik jika mencoba memasuki lubang ini," ucap Qin Lao.


"Terima Kasih karena Ketua Sekte sudah mempercayai orang asing seperti kami," ucap Su Hainy.


"Untuk menutup keraguan para Senior, mengapa Ketua Sekte mengikuti pendapat saya. Maka, jawabnya ada di delapan sisi Lubang ini, kalau tidak salah ada pola segel yang dibuat oleh seseorang sekitar 10.000 tahun lalu dengan tujuan untuk menahan makhluk-makhluk yang bersemayam dibawah," jelas Su Hainy sambil menunjuk ke delapan sisi Lubang.


Beberapa murid memeriksanya dan benar saja, ada bekas Pola Segel yang masih menyisakan Auranya di delapan sisi Lubang.


"Ini benar...ada Aura segel yang masih tersisa, apakah segel ini terkikis oleh waktu??" ucap seorang murid.


Su Hainy hanya tersenyum dan Ketua Qin merasa khawatirnya mereda seketika setelah berhasil memastikan teka-teki Lubang itu.


"Untung kami tidak mencoba memasukinya, kami merasa berhutang nyawa padamu Anak Muda," ucap Qin Lao seketika.


"Saya mengatakan ini hanya untuk mengingatkan Ketua Qin pada sepuluh ribu tahun yang lalu, dimana umat manusia berada dibawah jajahan Bangsa Iblis dan pada saat itu perang berkepanjangan hampir menghancurkan peradaban umat manusia, sepuluh tahun yang lalu juga sudah invasi Bangsa Iblis yang kedua setelah sebelumnya di masa kuno kita juga terjajah," sambung Su Hainy kembali.


"Hmmm...pengetahuan yang dalam dari seorang anak muda, sungguh mengagumkan," puji Qin Lao.


"Kami merasa sudah berlama-lama disini, kami izin pamit untuk melanjutkan kembali perjalanan," Su Hainy menjurah Hormat pada Ketua Qin.


"Baiklah..tapi nampaknya Kalian telah tersesat di Dataran ini, karena tempat ini sangat jarang di lalui orang, terimalah peta ini sebagai petunjuk untuk jalan yang aman kalian lalui," ucap Ketua Qin sambil memberikan selembar kertas yang tertera peta Dataran Kuanming.


"Terima Kasih Ketua Qin, semoga kita bertemu lagi," Su Hainy dan Fuxin menjurah hormat dan berlalu meninggalkan tempat itu.


"Sungguh Anak Muda yang luar biasa," puji Qin Lao memandang punggung Su Hainy yang mulai menghilang di balik pepohonan.


Setelah meninggalkan tempat itu Su Hainy jadi terpikir mengenai Aura dari pola Segel yang dirasakannya.

__ADS_1


"Mengapa Aura itu terasa Familiar, seperti pernah merasakannya berulangkali, tapi dimana dan kapan?? Tampaknya ingatanku memang menyangkut di setiap bayangan," gumamnya dalam hati.


"Segel itu..kalau melihat pola sisinya seperti Segel Tiagram Delapan Mata Angin, di dalam catatan masa lalu Kitab Dewa Semesta, segel itu adalah ciptakan Dewa Segel dari Alam Khayangan, dan apa mungkin dia sendiri yang melakukan penyegelan???" Bisik Su Hainy mangguk-mangguk dengan memegang dagunya.


"Tuan..tuan.." panggil Fuxin.


"Eh? Ada apa??"


"Menurut peta ini, jika kita terus jalan, kita seharusnya akan sampai di Kota Logam," ucap Fuxin, menunjukkan tanda di peta.


"Kota Logam..mari kita ke kota itu untuk mengumpulkan beberapa perbekalan," ajak Su Hainy.


"Ayo Tuan," menyimpan petanya.


"Keberadaan Bayang keempat semakin terasa, tapi ingatan mengenai tempatnya tidak ada di bayangan ketiga, jadi seperti Luntang-lantung mencari jarum dalam jerami," sambil menghela nafasnya dan geleng-gelengkan kepala.


"Ada apa, Tuan??" Tanya Fuxin, heran melihat Su Hainy menggelengkan kepalanya sendiri.


"Tidak ada.. hanya saja keberadaan bayangan keempat buram, bayangan ketiga hanya menunjukkannya di Dataran Kuanming dan untuk tempat pastinya tidak ada ingatan lagi," jawab Su Hainy.


" Sekarang kita aman Tuan, peta sudah ada di tangan, kita tinggal mencarinya di Dataran ini," ucap Fuxin.


"Iya... setidaknya kita akan mencari seperti membalik setumpuk jerami untuk mendapatkan satu jarum yang hilang,"


"Karena itu bayangan Tuan, bagaimana mungkin Tuan tidak bisa berkomunikasi dengannya saat keberadaannya mulai terasa??" Cetus Fuxin.


"Eh?? Iya..ya.. bagaimana bisa aku tidak kepikiran dari awal, tumben otakmu encer??" Entah pujian atau ledekan.


"Terus bagaimana bisa kamu tau kalau aku mencari bayangan??"


"Yu Fei mengatakan padaku, hanya saja ia tidak ingin aku banyak mengetahui tentang Tuan, jadi dia tidak menceritakan apapun yang lain, selain itu aku hanya berasumsi kalau Tuan dari masa lalu dan berengkarnasi," jelas Fuxin.

__ADS_1


Su Hainy hanya mengangguk dan tidak menyanggah perkataan Fuxin.


__ADS_2