
Kota Hanzou, situasi kota memburuk parah lebih buruk dari keadaan kota Werung setelah menerima serangan. Su Hainy, setelah melakukan penyerapan Esensi kehidupan gerombolan iblis di dalam Segel ia langsung turun dan masuk kedalam kota untuk memastikan bahwa jurusnya telah membabat habis makhluk busuk itu.
Tiba-tiba, "Puftt!!!" Darah menyembur dari mulutnya, pemandangannya langsung berkunang-kunang dan tubuhnya sempoyongan.
"Tuan!!!!" Seru keenam Roh Naga.
"Teruskan pemurnian kalian, Esensi kehidupan Iblis-iblis ini mencoba menggerogoti tubuhku".
"Jurus Ledakan Petir Semesta menguras setengah kekuatanku dan saat aku melakukan penyerapan Esensi kehidupan makhluk busuk itu, aku hanya meninggalkan sedikit sisa kekuatan dan tampaknya ini memberikan dampak juga.." gumam Su Hainy dalam hatinya.
"Pil Pemulihan sudah tidak seberapa lagi," sambil bergumam dalam hati ia mengambil satu butir dan menelannya lalu ia duduk bersilah untuk memulihkan diri.
Swosh!
Naga Kuning kembali dan masuk kedalam ruangan spritual Su Hainy.
"Rupanya ada makan sedap, tapi kalian tidak mengajakku!" Nada bicaranya kesal.
"Kami masih menyisakan untukmu, kau seraplah cepat Esensi makhluk itu memberikan dampak pada tubuh tuan.." ucap Naga Emas.
Naga Kuning kemudian menyerap sisa Esensi itu, sesaat kemudian.. "Hahahaha... kekuatanku terasa meningkat dan gairahku juga naik," teriak Naga Kuning.
"Bodoh..kau mana bisa kawin lagi, kita disini semua sejenis.. hahahaha..." Naga Hijau menyambut ucapannya itu dengan tawa ringan.
"Sudah jadi Roh masih mikirin kawin.." ucap Su Hainy.
"Si Kuning Tuan..Gairah masa mudanya.." ucap keenam Roh Naga disambut dengan tawa meledek pada Naga Kuning.
"Tuan.." Fuxin dari kejauhan melambaikan tangannya sambil terus berlari mendekati Su Hainy.
"Aku ada kabar baik tuan," sambil senyum-senyum senang.
"Naik tingkat lagi??" Tanya Su Hainy.
"Tuan tau juga rupanya, aku sudah di Tingkat Raja Level Awal, rasanya sungguh luar biasa," dengan wajah berseri bahagia.
"Baguslah..kedepannya aku bisa tenang tanpa perlu mengkhawatirkanmu lagi," ucap Su Hainy.
Chen Liang datang menghampiri Su Hainy, " Terima Kasih junior, berkat bantuannya Iblis-iblis itu akhirnya pergi".
"Sama-sama Senior, sudah seharusnya kita saling membantu," sahut Su Hainy.
Hari itu, nama Su Hainy kembali terkenal di kota itu, beberapa tokoh Sekte mendatanginya untuk mengucapkan rasa terima kasih mereka.
Di tempat lain, Sekte Beruang Api. Fu Lin dan anak buahnya juga berhasil mengusir gerombolan Iblis yang menyerang di tempat itu, tepatnya kota Xinjing dataran Kuanming sebelah timur dan nama mereka juga terkenal di tempat itu dengan sebutan Delapan Pembantai Merah.
Dataran Xuansing, Kota Semesta. Sejak Dua hari yang lalu, para kultivator kota Semesta telah bertempur habis-habisan menghalau serangan pasukan Iblis yang terus berdatangan dan menggempur dari setiap sisi.
Murid-murid Academy Tiga Bidang dengan ke harusannya turut membantu pertahanan kota. Namun, pertempuran yang sudah berlangsung Dua hari itu telah melemahkan para kultivator, belum lagi korban yang terus bertambah.
__ADS_1
"Apakah kota ini akan jatuh pada hari ini??" Gumam Raja kota dalam hati sambil terus mengayunkan pedang di tangannya.
"Dewa Semesta..bila engkau memang leluhur pendiri kota ini, maka jangan biarkan kota kebanggaanmu ini jatuh," Raja kota memohon dalam hatinya.
"Guntur Api Langit!!!!"
Duar! Duar!
Di Luar tembok kota, sebuah petir merah raksasa menyambar dari langit, begitu petir itu menyentuh tanah, ia menjalar dan membakar Iblis-iblis yang berada di Radius ledakan.
Roarr!! Roarr!!
"Kemana perginya bocah bangsat itu, kota ini hampir jatuh dia tidak datang membantu, Hiyaa!!!" Chio Su yang tiba-tiba datang langsung menyergap gerombolan itu dari belakang dengan mulut merutuk kesal pada Su Hainy.
"Jangan mengutuknya Chio, bocah itu mungkin ada urusan lain di luar," ucap Fei Fei yang ikut menghajar habis Iblis-iblis itu.
"Nanti aku akan menghukumnya, habisi dulu para makhluk busuk ini," sambil mendengus geram ia menerobos membuka jalan untuk dapat masuk kedalam kota.
Di kota Hanzou, "Hachuu...siapa yang membicarakan ku," bisik Su Hainy dalam hati.
Kembali kota Semesta, "Bantuan datang.. bantuan datang.." beberapa prajurit kota yang berada di puncak tembok berteriak keras memberi tahu kawan-kawannya.
Semangat tempur para prajurit dan kultivator kota Semesta kembali ternutrisi, mereka melupakan rasa lelahnya dan menyerang dengan gagah berani, pertempuran sengit akhirnya pecah.
"Panglima!!! Atur ulang strategi, habisi musuh dengan sekali serangan!!!" Teriak Raja Kota.
"Pemanah!! kembali ke posisi!! Tembak setiap Iblis yang berusaha masuk kota!!" Perintah panglima.
"Tembakkan panah!!!"
Wush! Wush!
Ratusan anak panah menukik deras ke kaki tembok kota, dan dalam sekejap mata puluhan Iblis-iblis yang berusaha menerobos masuk kota bergelimpangan mati.
"Horeee..." Para prajurit bersorak senang setelah berhasil menumbangkan sebagian Iblis itu.
Chio Su, di luar dinding kota, " Fei Fei..apa kamu tidak merasa aneh dengan Iblis-iblis ini, mereka kebanyakan adalah sampah, tak ada satupun yang setara dengan kekuatan kita," ucapnya pada Fei-Fei.
"Mereka menyerang seperti tanpa pemimpin, apa mungkin ini taktik gerilya?? Atau mereka dikendalikan dari jarak jauh oleh Iblis yang memiliki kekuatan lebih kuat," cetus Fei Fei.
Crash! Crash!
"Mungkinkah mereka boneka Iblis??" Ucap Chio Su menduga-duga.
Buk! Buk!
"Jika kita tidak menemukan pemimpin mereka, berarti dugaanmu benar," sahut Fei Fei.
Aula Academy Tiga Bidang. Xu Ming, dengan jurus tangan apinya mengahalau Iblis-iblis yang terus berdatangan di aula Academy.
__ADS_1
"Sejak sepuluh ribu tahun yang lalu, sesuai cerita yang kudengar ini adalah serangan terbesar yang mampu menerobos masuk ke kota," ucap Xu Ming pada kawannya yang di sebelah.
"Benar.. serangan ini mungkin akan menjatuhkan kota Semesta," balas Xi Yi.
"Tapi setidaknya kita telah berjuang bersama prajurit dan Raja Kota," sambung Xi Yi kembali.
Buk! Buk!
"Semburan Api Naga!!!" Xu Ming menghirup udara dalam-dalam dan..
"Huuu...."
Wush! Wush!
Bum! Bum!
Semburan Api itu meledak saat menghantam Iblis-iblis yang menyerang mereka, "hah..hah..huft.."
"Apa kamu baik-baik saja?" Xi Yi mendekati Xu Ming sambil mengangkat tangannya keatas bahu.
"Serangan ini menghabisi energi ku.."
"Kamu terlalu memaksakan diri, jurus itu belum kamu kuasai dengan sempurna.." raut wajah Xi Yi langsung berubah khawatir.
"Makan ini, Pil Pemulihan yang di berikan Su Hainy masih belum aku gunakan, aku akan menahan mereka sebentar sampai kamu pulih," menyodorkan satu butir Pil miliknya pada Xu Ming.
"Terima Kasih Xi Yi.." lalu menelannya dan mulai memulihkan diri.
"Makhluk busuk!! Matilah kalian!!" Xi Yi menderu ke arah beberapa Iblis yang bersiap menyerang mereka.
"Bayangan Tiga Tangan Kematian!!"
"Semoga saja jurus yang di berikan bocah itu membantu" Xi Yi berharap dalam hatinya.
"Hiyaaa!!!!"
Bum! Bum!
Tujuh Iblis yang terkena hantaman jurus itu langsung mati menggelepar di tanah.
"Eh!! Dengan kekuatan yang kecil Iblis-iblis itu bisa mati??" Xi Yi kaget, merasa tidak yakin dengan apa yang di alaminya.
"Apa kamu pernah dengar ucapan para penebang pohon, kapak yang kecil bisa lebih berkekuatan dari kapak yang besar??" Tiba-tiba Xu Ming berucap dari belakang.
"Eh!? Kamu sudah pulih?? Maksudnya??"
"Seperti itulah jurus yang diberikan Su Hainy pada kita, dengan kekuatan yang kecil mampu membunuh musuh yang kuat, jurus ini khusus untuk menyelamatkan diri saat dalam keadaan yang tidak menguntungkan dalam pertarungan," jelas Xu Ming.
"Pantasan ketujuh makhluk busuk itu langsung mati," Xi Yi langsung tersenyum senang.
__ADS_1
"Mari kita bantu yang lain.." ajak Xu Ming.
"Yosh!!"