
Kota Logam, kota yang berada di bawah pengaruh Sekte Naga Tilong, bercorak megah dengan bangunan khas ditengah kota berukir Dua Naga di puncak bangunan yang saling melilit. Kota ini menjadi sasaran para kultivator dalam mencari Senjata dengan kualitas terbaiknya.
"Kota Logam.." ucap Su Hainy, memandang tulisan yang tertera di puncak gerbang masuk kota.
Didepan gerbang masuk orang-orang tengah Antri menunggu giliran dan nampaknya untuk memasuki kota harus membayar dengan beberapa Koin Emas, perak, perunggu atau dengan satu butir Pil.
Tak berapa lama kemudian tibalah giliran Su Hainy, dengan memberikan 20 koin Emas ia memasuki Kota Logam dengan alasan untuk membeli Senjata Spritual.
"Nampaknya kota ini ada hubungan dengan Kaisar Naga, Ciri khas Kaisar Naga dengan lambang Dua naga," bisik Su Hainy dalam hati memandang bangunan Khas Kota Logam.
"Untuk malam ini kita cari penginapan dulu," ajak Su Hainy.
"Baik, Tuan." Jawab Fuxin
Malam itu, Su Hainy dan Fuxin menginap di Kota Logam, di sebuah penginapan sederhana yang lengkap dengan kedai makanan.
Malam itu Su Hainy menyantap makanan di kedai itu bersama dengan Fuxin. Disela-sela mereka makan ada pembicaraan beberapa orang yang menarik perhatiannya.
"Sekte Naga Tilong ingin mengadakan Adu Tanding Kultivator esok hari, ada Hadiah besar yang mereka berikan untuk pemenang."
"Aku dengar hadiah itu adalah sosok bayangan yang mereka dapat di Goa Quantong sebelah Timur Sekte."
"Katanya bayangan itu memiliki kekuatan yang mengerikan, kalau saja ada yang bisa bergabung dengan bayangan itu mungkin ia akan menjadi yang terkuat di Dataran Kuanming ini."
"Jangan-jangan itu adalah Bayangan Keempat, bagaimana bisa mereka mendapatkannya??" Gumam Su Hainy dalam hati.
"Tuan, Bayangan itu.. jangan-jangan.." bisik Fuxin.
Su Hainy mengangguk pada Fuxin dan memintanya untuk diam.
Orang-orang itu kembali berbicara, "Mengapa mereka menjadikannya sebagai hadiah?? Seharusnya mereka menikmati sendiri kekuatan Bayangan itu."
"Bayangan itu tidak sederhana, aku dengar mereka pernah mencoba menyerap energinya untuk mencari rahasia yang terdapat pada bayangan itu, tapi mereka tidak berhasil, bahkan hampir semua murid berbakat Sekte mencobanya."
"Jadi mereka menjadikannya Hadiah untuk mencari orang yang bisa menyerapnya."
"Benar, mungkin saja pada bayangan itu sudah ada segel budak, jika ada yang berhasil menyerapnya nanti, maka orang itu akan menjadi boneka Sekte Naga Tilong."
"Walaupun Rumor itu benar, tapi para kultivator tetap mengikuti pertandingan itu."
"Biarkan saja, kita cukup lihat saja pertandingan itu, kita hanya pemasang taruhan, kalau bisa semakin banyak yang ikut, biar kita puas memasang, hahahaha..."
__ADS_1
Su Hainy dan Fuxin yang telah selesai makan langsung pergi, masuk ke ruangannya.
"Apa Tuan Yakin dengan perkataan mereka??" Tanya Fuxin setibanya di dalam.
"Mungkin saja, aku akan mencoba berinteraksi dengannya," ucap Su Hainy duduk bersilah memfokuskan diri.
Su Hainy kemudian mencoba berinteraksi melalui aliran energi dari bayangannya yang sudah menandakan posisinya semakin dekat. Tapi saat sudah hampir berinteraksi dan mengetahui keberadaan bayangan itu, tiba-tiba saja ada aliran energi yang menghalanginya dan memutuskan aliran energi dari bayangan itu serta menolak aliran energi Su Hainy.
"Bayanganku akan menjadi taruhan!! Sungguh menarik, aku akan ikut serta dalam adu tanding itu besok dan mendapatkan bayangan keempat," bisiknya dalam hati.
Keesokan harinya, Aula utama didepan gedung khas kota Logam. Banyak orang yang telah berkumpul untuk menyaksikan adu tanding kultivator yang diadakan Sekte Naga Tilong di kota itu.
Su Hainy mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam pertandingan itu.
"Su Hainy, dari Dataran Xuansing."
"Tingkat kultivasi Master level awal."
Ia membayar 20 Koin Emas dan mendapatkan No antrian 87, ia di persilahkan menunggu di bawah anjungan arena adu tanding sebagai peserta.
Total yang mendaftar untuk ikut dalam adu tanding kultivator saat itu adalah 101 orang dan Su Hainy adalah satu-satunya dari Dataran Xuansing dengan level kultivasi paling rendah.
"Baiklah para kultivator terhormat, disini ada tiga Arena, kalian boleh naik dan menantang siapapun untuk menjadi lawan kalian. Dalam pertandingan ini tidak ada aturan, apa kalian semua siap??!!" Seorang laki-laki muda dengan tingkat kultivasi Kaisar level Puncak dan merupakan murid unggulan Di Sekte Naga Tilong.
"Kami siap!!!" Teriak para kultivator itu.
"Baiklah, pertandingan di mulai!!!!!"
Tiga orang kultivator dengan sigap melompat langsung ke masing-masing Arena.
"Saya menantang orang yang dari Dataran Sampah, No.87," teriak seorang kultivator dari Arena tepat di depan Su Hainy.
Tanpa basa-basi, Su Hainy naik ke Arena.
"Saya Su Hainy, dari Dataran Xuansing, mohon senior memberikan arahan," menjurah hormat pada lawannya.
"Hahaha...sesuai dengan reputasi dataran sampah, kultivator yang datang juga sampah," dengan tingkah sombongnya mengejek Su Hainy.
"Hmm...senior akan mulai dulu atau aku yang akan mulai," tanya Su Hainy tak menghiraukan perkataan orang itu.
"Hahaha...kamu mulailah, aku kasih satu kesempatan untuk menyerangku," ucap laki-laki dewasa itu dengan angkuhnya.
__ADS_1
Dari kejauhan, di balik tutupan kain hitam yang menghambat pandangan dari bayangan yang akan di jadikan hadiah untuk adu tanding itu, membuka matanya.
"Akhirnya datang, sudah lama aku duduk seperti ini dan lelah berkepanjangan. Kini, sudah waktunya aku kembali," gumamnya.
Syutt...
Su Hainy yang akan melakukan serangan merasakan tubuhnya bergetar hebat dan secara tiba-tiba ada aliran energi besar yang masuk ke tubuhnya. Rupanya bayangan keempat telah menyatukan diri dengannya.
"Perasaan ini?? Bayangan keempat datang kepadaku dan menyatu langsung dengan tubuhku."
"Kekuatan ini, meski belum stabil tapi aku sudah merasakannya, ini adalah bayangan dengan Kekuatan Seribu Bintang, aku bisa menyerap dan menggunakannya," gumam Su Hainy dalam hati.
"Aku mulai Senior, Telapak Dewa," Su Hainy mendorong tangannya kedepan.
Wushh...
Bam!! Argghh...
Laki-laki itu langsung terpental keluar Arena, ia memegang dadanya yang terasa sakit. Kultivator yang hadir di tempat itu terkejut hebat melihat hal itu, tingkatan Master Level Awal mengalahkan tingkatan Raja Level Puncak hanya dengan satu jurus.
"Ehh??!!! Bagaimana bisa??" Seru mereka.
"Jurus itu bukannya jurus Legendaris yang sudah lama hilang, konon katanya jurus itu hanya di kuasai satu orang."
"Untung aku tidak menantangnya!!"
Beberapa orang yang awalnya merasa diatas awan, kini kecut saat melihat jurus itu.
"No.87 menang, apa masih ada penantang??" Ucap orang yang tadinya membukakan acara adu tanding.
"Arena yang di tengah, No.99 menang, dan Arena paling kanan saya, No.43 menang, apa ada yang ingin menantang, silahkan naik ke Arena," ucap orang itu kembali.
Tiga orang berkelebat naiak, menantang para pemenang itu.
"Saya Cho Zou menantang No.87."
"Saya Su Hainy," menjurah hormat.
"Mari kita mulai, Aku datang.." ucap Cho Zou.
Hiyaaa....
__ADS_1