SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
SERANGAN IBLIS


__ADS_3

Tanpa banyak basa-basi, Chou Zou langsung menyerang Su Hainy, melihat musuh yang berambisi untuk menumbangkannya, Su Hainy tidak tinggal diam dengan gerak sigap ia berkelebat kesamping dan memberikan serangan balasan.


Bam! Bam!


Pukulan mereka saling beradu.


Wush! Wush!


Mereka kembali saling menyerang, Su Hainy mendorong tangan kanannya kedepan dan di balas oleh Cho Zou, pukulan mereka kembali beradu.


Su Hainy melompat mundur begitu juga Cho Zou sambil mengibaskm-ngibaskan tangannya yang tampak lebam.


"Apa masih bisa lanjut??" Tanya Su Hainy, memancing amarah lawan.


"Jangan senang dulu saudara Su, ini masih awalan," ucap Cho Zou.


Cho Zou mengangkat tangannya keatas, aura kekuatannya mengalir ketangan.


"Kobra Halilintar!!" Serunya.


Cho Zou mendorong tangannya kearah Su Hainy, aura kekuatannya dengan wujud kobra mengandung petir melesat ke arahnya.


Melihat serangan itu, Su Hainy juga telah mempersiapkan jurus untuk menangkisnya.


"Tapak Dewa!!!"


Wush! Bum! Bum!


Ledakan besar terjadi, arena itu hancur lebur seketika, Cho Zou terpental keluar Arena sedangkan Su Hainy masih berdiri di atas bagian arena yang hanya seukuran satu pijakan.


"Kekuatan yang besar."


"Aku mengira orang dari dataran sampah itu hanya beruntung, ternyata dia memang kuat."


"Untuk saja aku tidak menantangnya."


Beberapa orang terkejut dengan hal itu, mata mereka terbelalak tidak yakin melihatnya.


"No.87 menang!! Apa masih ada yang ingin menantang??" Pembawa acara itu kembali berseru.


"Tapi sebelumnya, Arena butuh di perbaiki," mendengar ucapan orang itu, beberapa orang memperbaikinya dengan cepat.


"Arena tengah, no.99 kembali menang dan Arena paling kanan saya penantang no.37 menang!! Kepada hadiri semua, kalian boleh menantang Dua orang diatas arena."


Dua orang berkelebat naik menantang pemenang No.99 dan No.37, Su Hainy turun kebawah karena arena tempatnya bertanding sedang di perbaiki.

__ADS_1


Empat orang diatas Arena yang masih utuh telah memulai pertandingan, para penonton bersorak menyaksikan Pertarungan itu, mereka memasang taruhan untuk masing-masing peserta yang mereka rasa unggul.


Fuxin yang berdiri dideretan penonton sedang menimbang-nimbang Koin Emasnya yang didapat dari taruhan dua pertandingan Su Hainy.


Ditengah keseruan pertarungan itu, datang dua orang kultivator dengan tergesa-gesa, wajah mereka lebam dan di bibirnya ada bekas darah.


"Wakil ketua!!" Teriaknya.


Dua orang itu dengan tampang lebamnya, memakai pakaian ungu dengan kedua lengannya berwarna putih, menyeringai kesakitan.


Orang yang duduk diatas bangku berhiasan perak, dengan kumis melengkung di Dua sisi bibirnya berdiri dengan mengerinyitkan keningnya.


"Ada apa??" Tanyanya.


Dua orang itu melangkah mendekatinya, "Bahaya Wakil Ketua, Iblis tiba-tiba muncul di Dataran Kita dan telah menyerang beberapa kota," jawab seorang dari mereka.


"Apa?? Darimana datangnya makhluk itu??" Wakil ketuanya merasa tidak yakin.


"Kami tidak tau pasti Ketua, tiba-tiba mereka datang dan menyerang kota Duri di timur Sekte kita," jelas salah seorang dari mereka.


"Saat ini, kota Duri terlibat pertarungan melawan mereka, kami diutus penguasa kota untuk menyampaikan pesan ini pada wakil Ketua," sambung seorangnya lagi.


Mendengar hal itu, seketika tempat itu menjadi hiruk pikuk, beberapa penduduk langsung minggat meninggalkan area disekitar Arena.


"Kalian, tutup gerbang masuk kota!!! Bersiap untuk bertempur!!" Teriak wakil Ketua Sekte Naga Tilong, Tu Lian.


"Adu tanding kultivator di batalkan!!! Semua biaya akan kami kembalikan," teriak Tu Lian.


"Kami tidak terima, kami hanya menginginkan hadiah yang telah kau janjikan."


"Benar, kami mintak ganti rugi 2 kali lipat," teriak beberapa orang.


"Kalian harus paham situasinya, saat ini banyak nyawa yang terancam di dalam kota Logam, kesampingkan hal ini dulu, nanti kami akan mengganti kerugian kalian," jelas Tu Lian.


"Hmm... benar-benar mereka, lebih mementingkan keuntungan sendiri dari pada orang lain," gumam Su Hainy dalam hati.


"Tuan.." panggil Fuxin.


Su Hainy memandang Fuxin yang terhalang oleh keributan penduduk yang berlari ke rumah mereka.


Hanya dalam hitungan tarikan nafas tempat disekitar Arena tidak ada lagi penduduk biasa yang tertinggal hanya kultivator yang mengikuti pertandingan.


"Huf..huf..hampir saja mereka menginjak ku seperti hewan mati," rutuk Fuxin, nafasnya tersengal.


"Mari kita kepuncak dinding kota, aku ingin melihat rupa Iblis yang datang itu," ajak Su Hainy.

__ADS_1


"Ayo Tuan.."


Mereka berdua meninggalkan kerumunan kultivator yang meminta hak mereka pada wakil ketua Sekte Naga Tilong.


"Apa informasi ini benar, Tuan??" Tanya Fuxin.


"Sudah pasti benar, dugaanku ini Iblis yang di Lubang Hitam kemaren," jawab Su Hainy.


"Apa orang-orang dari Sekte Beruang Api itu tidak jadi memperbaiki Segelnya Tuan.."


"Kemungkinan besar Iblis itu lebih dulu keluar sebelum mereka siap memperbaikinya," tungkas Su Hainy.


Syut..syut..


Mereka berdua langsung melompat keatas puncak tembok.


"Tuan lihat.." Fuxin menunjuk kejauhan, tampak gerombolan Iblis berlari mendekat ke arah mereka.


"Aura ini!! Mereka benar-benar dari Lubang itu," bisik Su Hainy dalam hatinya.


"Siapkan Panah!! Kita serang lebih dulu!!" Teriak orang yang tadinya menjadi pembicara di acara adu tanding kultivator, ia adalah Ye Zhao.


"GRRR!!!" dari kejauhan suara menakutkan makhluk itu terdengar.


"Itu benaran Iblis yang di dalam Lubang tempo hari Tuan, tapi kenapa aura mereka lebih menakutkan??" Fuxin memegang tengkuknya yang terasa merinding.


"Mereka menyatukan auranya untuk menjatuhkan mental lawan, tapi sebenarnya hanya satu dari mereka yang memiliki aura setingkat Kaisar di Alam Manusia," jelas Su Hainy.


"Ini merupakan sebagian taktik masa lalu yang mereka ulang kembali, sebentar lagi Aura mereka akan terasa lebih mengerikan seiring mereka mendekat ke tembok kota," sambung Su Hainy kembali.


Syut..syut..


Tu Lian dan beberapa kultivator telah tiba di atas tembok kota, mereka memandang jauh kedepan dan melihat rombongan besar makhluk Iblis yang mendekat dengan Aura yang terasa menekan.


"No.87, apa kamu tau golongan Iblis ini??" Karena tidak tua nama Su Hainy, Tu Lian memanggilnya dengan no peserta adu tanding.


"Hmmm..." Dengus Fuxin mendengar panggilan Tu Lian.


"Dari auranya yang terasa panas dan lebih menekan, mereka pasti dari golongan api," jawab Su Hainy.


"Eh?! Bagaimana bisa Senior Tu Lian mengetahui golongan Iblis??" Tanya Su Hainy heran.


"Dari catatan kuno Kaisar Naga menyebut golongan Iblis itu, tapi selama 10.000 tahun ini aku tidak bisa membuktikan dan merasakan sendiri aura dari setiap golongan," jelas Tu Lian.


"Junior sendiri bagaimana bisa tau, bahkan langsung menyebutkan golongannya??" Tanya Tu Lian pada Su Hainy.

__ADS_1


"Sama seperti senior, saya juga membacanya dari catatan kuno," jawab Su Hainy singkat. Padahal ia adalah orang yang telah berperang lama melawan bangsa iblis 10.000 tahun yang lalu dan kini ia merasakan kembali aura yang hampir setiap hari dijumpainya di masa lampau.


__ADS_2