SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
LEGENDA FU LIN


__ADS_3

Hari kedua di tempat rahasia Nangkiang, pagi yang jernih, matahari naiak dari tempat peristirahatannya, menunjukkan tanda bahwa hari baru sudah tiba. Mengawali hari itu, Su Hainy menangkap beberapa ekor ikan, lalu membakarnya untuk di jadikan santapan pagi itu.


Berbeda dengan Xu Ming dan Xi Yi, mengawali pagi yang jernih, mereka berkultivasi, menyerap energi bumi yang netral. Di lanjutkan dengan gerakan bela diri, tujuannya untuk menyempurnakan gerakan silat mereka.


Su Hainy, memandang kedua wanita itu dengan fokus. Memperhatikan gerakan-gerakan silat yang mereka peragakan, gerakan mereka halus di luar, tapi kekuatannya besar saat memberikan pukulan.


Gerakan silat yang mereka peragakan tak lain adalah Langkah Suci Sang Dewa. Gerakan yang di kenali oleh Su Hainy.


"Belum sempurna," bisiknya dalam hati.


"Gerakan mereka terlalu kaku, sehingga potensi kekuatannya akan menurun,"


Di perhatiakan oleh Su Hainy, kedua wanita itu jadi risih, gerakannya menjadi lebih kaku, kaki dan tangan mereka terasa agak berat.


"Mau ikut?" Tanya Xu Ming.


"Boleh, tapi gerakanku mungkin agak kaku,".


Su Hainy mendekat, mengikuti gerakan kedua orang itu, gerakan yang kaku dan tegang.


"Setahuku gerakan silat itu ringan, tapi gerakan kalian terlihat kaku," ujar Su Hainy.


"Kamu mana tau," balas Xi Yi.


"Aku juga baca di buku dan hanya melihat gambar".


"Setahuku gerakan ringannya begini..lalu begini dan begini.." Su Hainy memperagak gerakan yang sebenarnya.


"Bagaimana bisa gerakanmu sempurna?".


"Eh, sempurna?. Aku hanya mencoba saja," pura-pura bingung.


"Gerakanmu mirip dengan Master Yu Feng, bahkan lebih sempurna darinya,".


"Mana mungkin?!, Aku hanya murid, jangan di bandingkan dengan master ternama itu".


"Sudahlah, mari kita makan dulu, perjalanan masih panjang".


Mereka makan ikan bakar tangkap Su Hainy pagi itu, setelah itu mereka melanjutkan penjelajahan di tempat rahasia itu.


Di sepanjang perjalanan Xu Ming dan Xi Yi sering berbisik, membicarakan Su Hainy.


"Banyak rahasia yang di milikinya".


"Sebelum masuk kesini, Ia juga tidak mencari teman," balas Xi Yi.


"Aku rasa ada yang di sembunyikannya,"


"Rapalan kultivasi yang ku berikan, itu darinya," bisik Xu Ming.


Menjelang tengah hari, mereka sampai di sebuah lembah, setelah sepakat mereka memutuskan untuk berhenti sejenak.


Lembah itu adalah sarang makhluk spritual yang berbahaya, tapi mereka tidak menyadarinya, ada makhluk yang setiap saat siap menerkam mereka.


"Lebih baik kita cepat pergi, tempat ini agak rumit," ucap Su Hainy.


Mereka memutuskan untuk pergi, baru saja bergerak, tau-taunya dihadapan mereka telah dihadang oleh sesosok harimau.

__ADS_1


"GRRRRR!!" menyeringai pertanda mengancam.


Sontak saja mereka terkejut, dengan reflek cepat senjata telah terhunus di tangan.


Harimau itu kemudian menjelma ke wujud manusia, tapi corak harimau masih nampak di wajahnya.


"Akhirnya wujudku sempurna, hahahahahah!!!!" Ia langsung tertawa lepas.


"Sempurna apanya, mukamu masih seperti harimau," ujar Su Hainy.


"Tengok di sini," melemparkan sebuah kaca.


"Eh?!, Kenapa tidak pernah sempurna,".


"Siapa yang mengutukmu?" Ujar Su Hainy.


"Bagaimana kamu tau bocah?!"


"Tinggal jawab, jangan tanya balik, Fu Lin!!".


"Apa?!" Matanya orang melotot kaget, seakan-akan bola matanya mau loncat keluar.


Xu Ming dan Xi Yi ikutan kaget mendengar Su Hainy menyebut nama Fu Lin.


"Legenda Fu Lin" mereka serentak menyebutkannya.


"Siapa Senior sebenarnya?!" Fu Lin menjurah hormat.


"Pikiran kotor merusak hati, hati jahat merusak jiwa, jiwa yang rusak menjadi iblis, tetaplah pada jalan yang benar, jauhi kejahatan, cari kebajikan".


"Xu Ming, Xi Yi. Jalan lah dulu, ada hal yang harus aku bicarakan denganya,".


"Baiklah".


"Kalian semua, antarkan kedua nyonya ketempat yang aman, kawal dengan benar, kalau sampai terjadi sesuatu tanggung konsekuensinya,"


"GRRRR!!! GRRRR!!" beberapa harimau keluar dari persembunyiannya, menundukkan kepala kepada Fu Lin.


Xu Ming dan Xi Yi berjalan di depan dikawal oleh delapan harimau di belakangnya.


"Tuan!!!" Fu Lin memeluk Su Hainy.


"Kemana saja tuan selama ini?"


"Dasar bodoh!, Aku bukan tuanmu, kita adalah teman dimasa lampau, aku tidak pernah menganggapmu bawahanku".


Melepaskan pelukannya, "aku tidak peduli, tuan adalah penyelamatku,".


"Bodoh!, Siapa yang mengutukmu?".


"Si tua bangka Kong Li," mengepal tinjunya geram.


"Hahahahaha, bagaimana bisa kamu kalah olah bangsat tua itu".


"Ia menipuku, Tuan. Kalau tidak mana mungkin aku kalah".


"Jangan salah paham, Kong Li ingin melindungimu atas pesanku di masa lampau".

__ADS_1


"Jadi tuan yang menyuruhnya mengubahku menjadi harimau".


"Bukan, Itu pemikiran si Tua sendiri".


"Mungkin dengan mengubahmu menjadi harimau, kamu bisa selamat dari pemburuan pasukan Alam Kahayangan".


"Orang-orang durjana itu, tunggu saja.." mengepalkan tinjunya geram.


"Kapan kita akan membalaskan dendam, Tuan?"


"Tunggu semua kekuatanku kembali, kita porak porandakan tempat itu," ucap Su Hainy.


"Simpan rahasia ini, dan tetaplah tinggal di tempat ini, bila waktunya tiba aku akan memanggilmu".


"Baca mantra ini, wujudmu akan kembali seperti semula, berlatihlah yang keras, tingkatkan kekuatanmu, bersiaplah untuk pertempuran yang akan datang," memberikan sebuah catatan kecil.


"Baik, Tuan".


Su Hainy berlalu meninggalkan tempat itu. Fu Lin menatap dengan wajah berseri, hatinya merasa lega melihat Sang Dewa telah kembali.


"Apa kalian lama menunggu?" sapa Su Hainy.


"Tidak, baru sebentar," balas Xi Yi.


"Ayo, kita jelajahi tempat ini, pertahanan hidup yang sebenarnya baru di mulai".


Su Hainy berjalan di depan diikuti oleh kedua wanita itu, mereka terus jalan kearah timur, menusuri bukit dan lembah dangkal itu.


Tidak terasa sore datang menghampiri, mereka bertiga memutuskan bermalam di tepi sebuah sungai.


"Su Hainy, berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dari kami?" Xi Yi penasaran.


"Tidak ada, aku tidak punya rahasia?"


"Bahkan di tempat ini kamu kenal dengan makhluk itu, siapa yang percaya kamu tidak menyimpan rahasia," ucap Xu Ming pula.


"Nanti kalian juga tau, tapi belum saatnya,"


"Aku harap kalian tidak membicarakan kepada siapapun apa yang kalian hari ini,"


"Sejak kamu kembali beberapa bulan yang lalu kamu jadi aneh," tungkas Xi Yi


"Emang aku aneh, sekarang aku tidak bisa mengungkapkan, lambat laung kalian akan tau,".


Su Hainy memutuskan untuk tidur, melepas penat seharian ini, memejamkan mata menuju ketenangan sesaat.


Tapi baru saja mata terpejam, tiba-tiba hiruk pikuk mebangunkannya, rupanya sekawanan harimau kegelapan terlibat perkelahian dengan hariamau kuning bawahan Fu Lin.


Su Hainy menjadi geram, Ia mengeluarkan aura membunuh mengerikan yang menekan harimau kegelapan, merasakan aura itu, harimau kegelapan pontang panting meninggalkan tempat itu.


"Fu Lin, kalau mau menjaga kami jangan buat kebisingan, aku mau tidur,"


"Baik, Tuan" ucapnya di dalam kegelapan.


"Untung mereka tidur," melihat kedua wanita yang lelap pulas.


Su Hainy memutuskan kembali beristirahat, Ia akan tenang dengan pengawalan Fu Lin.

__ADS_1


__ADS_2