
Goa ujung batu, Su Hainy berdiri kaku melihat tingkah orang-orang yang terasa aneh baginya. Ia memutar otaknya berpikir mengenai orang yang memanggilnya guru itu. Fuxin juga merasa aneh dengan kejadian itu, setelah di pukuli oleh orang-orang itu sekarang mereka bersujud di hadapannya dan Su Hainy.
Untuk mengobati rasa penasarannya Su Hainy mengajukan pertanyaan.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mengerti??".
"Apa guru tidak mengingatku??!!" tanya wanita itu.
Su Hainy menggeleng, "Aku tidak bisa mengingatnya".
"Aku Yu Fei guru, murid guru dimasa lampau," menyebutkan nama dan statusnya sebagai murid Su Hainy.
"Aku tidak mengingatnya, sebagian ingatanku belum pulih," jelas Su Hainy.
Fuxin dan sosok putih lainnya hanya melongo bingung dengan percakapan dua orang itu.
"Ingatan?? Murid?? Benar-benar tidakku mengerti?" Gumam Fuxin dalam hatinya.
"Apabila guru memang tidak mengingatnya, murid akan tetap berbakti kepada guru," ucap Yu Fei.
Su Hainy hanya mengangguk kemudian memegang kedua lengan wanita itu dan mengangkatnya berdiri.
"Aku pasti akan mengingatnya nanti," ucap Su Hainy memegang bahu wanita itu.
Yu Fei menyeka air matanya, Ia merasa sangat senang bisa kembali bertemu dan melihat gurunya.
"Ling Xu, ambilkan pil pemulihan tingkat surgawi untuk guru," memerintahkan Ling Xu.
"Baik ketua" bergegas pergi.
"Tuan, apa sebenarnya yang terjadi??" Tanya Fuxin.
"Nanti kamu akan mengerti," jawab Su Hainy.
Ling Xu datang membawakan Pil penyembuhan tingkat Surgawi.
"Ini pil yang ketua minta," menyodorkan Dua buah Pil dengan aroma yang kuat.
"Silahkan guru, pil ini akan menyembuhkan luka guru dengan cepat," memberikan pil itu pada Su Hainy dengan membungkukkan sedikit badannya.
Tanpa banyak bertanya, Su Hainy mengambilnya dan memberikan satunya pada Fuxin.
Setelah menelan pil itu, Su Hainy duduk bersilah menyerap khasiatnya dan benar saja sesaat kemudian luka yang dialaminya seketika sembuh tanpa bekas.
"Bagaimana guru??" Tanya Yu Fei.
"Pil ini benar-benar kualitas terbaik," puji Su Hainy.
"Sudah pasti guru, itu pil terbaik yang pernah aku buat dibawah bimbingan guru," jelas Yu Fei.
"Ini semua barang berharga guru, maafkan kelalaian kami tidak mengenal guru," ucap Ling Xu dengan membungkukkan badannya memberikan cincin dan pedang milik Fuxin.
"Pedangku..akhirnya kamu kembali," Fuxin mengelus-elus dan mencium pedangnya.
"Memalukan.." ucap Su Hainy.
__ADS_1
"Hehehe..aku terlalu senang Tuan, pedang ini adalah barang berhargaku satu-satunya," ucap Fuxin memeluk erat pedang itu.
Su Hainy dan orang-orang yang ada ditempat itu hanya tertawa kecil melihat tingkah Fuxin yang kekanak-kanakan itu.
Malam itu Yu Fei mengadakan pesta meriah untuk menyambut kedatangan gurunya, menghidangkan makanan dan beberapa arak spesial yang mereka olah sendiri.
"Guru..aku sengaja membuat makanan kesukaan guru, cobalah guru makan mungkin guru akan mengingat sebagian kecil tentang aku," menghidangkan semangkok makanan kehadapan Su Hainy.
"Baiklah," sambil melahap makanan itu.
"Sungguh enak luar biasa, ini makanan paling enak yang pernah aku makan," puji Su Hainy.
"Apa guru masih menyukainya??" Tanya Yu Fei, berharap gurunya dapat mengingat sebagian kecil masa lalu.
"Aku suka, tapi tampaknya aku tidak mengingat bahwa aku pernah memakan makanan ini," menggelangkan kepalanya pada Yu Fei.
Saat sedang melahap makanan itu, Su Hainy merasakan getaran ditubuhnya, sepertinya bayangan ketiga memberikan respon pertanda ia tidak berada jauh dari tempat itu.
"Bayangan ketiga memanggilku, sepertinya ia berada ditempat ini," bisik Su Hainy dalam hati.
"Yu Fei, Apa dulu aku pernah memberikan sebuah tugas penting padamu? mungkin seperti menjaga sesuatu yang berharga," tanya Su Hainy mencoba mencari tahu melalu Yu Fei.
"Ha'....!!!" Yu Fei menutup mulutnya dengan tangan seperti mengingatnya.
"Bayangan guru..!! benar guru, bayangan ketiga dari Sang Dewa..!!" Seru Yu Fei.
"Dimana bayangan itu??" Tanya Su Hainy.
"Aku akan membawa guru ketempat itu," bergerak cepat menuju kesebuah ruangan rahasia didalam goa itu.
"Disini guru!!" Serunya.
Yu Fei menempelkan tangannya pada ukiran telapak tangan yang ada di samping pintu batu itu.
"Krutt...." Pintu batu itu bergeser kesamping. Didalam ruangan itu tampak sesosok bayangan duduk bersilah diatas sebuah anjungan batu.
"Akhirnya datang!!" Seru bayangan itu.
"Memberi hormat pada guru.." Yu Fei menjurah hormat di hadapan bayangan itu.
Su Hainy hanya memandang bayangan masa lampaunya itu, sosok yang mirip dengannya tapi sudah kelihatan tua.
"Melelahkan menunggu sepuluh ribu tahun, tak disangka aku benar-benar berengkarnasi," ucap bayangan itu.
"Cepatlah!! Aku bosan duduk menyendiri selama sepuluh ribu tahun," bayangan itu berseru pada Su Hainy.
Su Hainy berjalan mendekat, ia mengangkat tangan kanannya dengan jari tersusun rapi, di ikuti oleh bayangannya menyatukan tangan dengan Su Hainy dan..
"Syut..." Bayangan itu terserap masuk ketubuh Su Hainy.
"Yu Fei, aku ingin menyatukan dengan bayangan ini, kamu berjagalah diluar," perintah Su Hainy.
"Baik guru.." Yu Fei berjalan mundur ke pintu batu di belakangnya dan kembali menutup pintu itu.
Su Hainy naik keatas anjungan batu tempat bayangannya duduk bersilah sebelumnya. Ia duduk bersilah dan mulai melakukan penyatuan dengan bayangan ketiganya.
__ADS_1
Tiga hari kemudian..
"Bayangan ini ternyata pengendalian waktu dan salah satu jurus yang bisa menyerap Esensi kehidupan, pantasan bayangan ke tigaku terlihat menua, ternyata Esensi dari bayangan itu perlahan di serap oleh alam," gumam Su Hainy dalam hati.
Su Hainy turun dari anjungan itu, berjalan pelan mendekat ke pintu batu, ia menempelkan tangannya pada ukiran telapak tangan di samping pintu, pintu itu terbuka dan Su Hainy meninggalkan ruangan itu.
Baru saja sampai di luar pintu, "Guru..Apa guru baik-baik saja??" Tanya Yu Fei.
"Sudah pasti, di dalamkan tidak ada bahaya," sahut Su Hainy.
Mereka berdua kemudian pergi ke ruangan utama di dalam goa, sambil duduk di sebuah singgasana megah yang telah di siapkan Yu Fei.
"Akhirnya Tuan kembali!" Ucap Fuxin.
"Apa yang kamu lakukan selama tiga hari ini?" Tanya Su Hainy.
"Tidak ada tuan hanya bersenang-senang menikmati lingkungan baru ini."
"Bodoh..apa kamu tidak latihan?"
"Hehehe...tidak Tuan," jawab Fuxin.
"Apa rencana guru Selanjutnya?" Tanya Yu Fei, berdiri di samping Su Hainy.
"Tempat bayangan ke empat ada di Dataran Kuangming, aku akan pergi ke tempat itu," jelas Su Hainy.
"Apa guru tidak tinggal dulu sementara waktu di tempat ini?"
"Mengumpulkan seluruh Bayangan dan kembali kepuncak kultivasi adalah hal yang paling penting, mungkin aku akan berkunjung lagi ketempat ini," jawab Su Hainy.
"Kapan guru akan pergi?".
"Setidaknya besok.." meneguk teh yang telah di sediakan Yu Fei.
"Tapi sebelumnya aku akan memberikan teknik terakhir dari Dewa Alkemis kepadamu," sambung Su Hainy kembali.
"Apa?? Guru sudah mengingatku??" ternganga kaget.
"Sudah...bayangan ketiga memberikan sebagian ingatan tentangmu sebagai muridku.."
"Syukurlah guru..aku benar-benar lega," tersenyum bahagia mendengarkan hal itu.
"Latihlah teknik ini sampai sempurna, saatnya nanti aku akan membutuhkan pil Dewa itu untuk membuat perhitungan dengan Orang-orang di alam khayangan," ucap Su Hainy, dengan tampang geramnya.
"Baik guru..saatnya nanti, aku akan memberikan pada guru.." tegas Yu Fei.
"Setelah kepergian ku besok, tetaplah bersembunyi di tempat ini dan bila waktunya tiba aku akan memanggilmu untuk untuk membuat perhitungan dengan para bajingan itu,"
"Baik guru..pesan guru akan selalu aku ingat.."
Malam itu Su Hainy memberikan beberapa teknik latihan kepada para bawahan Yu Fei, nampaknya Ia telah memulai persiapan untuk pembalasan dendam di masa lampaunya.
Terima Kasih Telah Membaca..
Tunggu Kisah Selanjutnya..
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen, Tinggalkan Hadiah dan Votenya....