
Kepala desa Fu Su, di usia lanjutnya terus melawan dibawah tekanan lawan, sesekali balas menyerang lawan dengan posisi bertahan penuh. Di puncak pertarungan itu, Kepala desa Fu Su merasakan sakit menyesak didada, penyakit lamanya kambuh kembali.
Kesempatan bagus itu di manfaatkan dengan bagus oleh lawannya.
"Bang!!" Sebuah pukulan mendarat telak di dadanya.
"Arghhh...." Ia langsung terpental memegang dadanya yang semakin sakit.
"Bunuh bajingan tua itu untuk ku!!" Fu Meng memberikan perintah pada bawahannya itu.
"Grrr...siap Tuan," mengayunkan tangan pada kepala desa.
"Kepala desa...!!" Teriak ketiga kultivator desa yang tengah terlibat pertarungan.
"Matilah!! Bajingan Tua..." Teriak Fu Meng begitu melihat tangan bawahannya mengarah ke leher kepala desa.
"Crash..."
"Apa?!" Ekpresi Fu Meng langsung berubah, ia benar-benar geram.
Bawahannya yang seperti boneka itu memegang tangannya yang telah buntung.
"Ingin membunuh didepan ku, seenaknya..." ucap Fuxin, kembali menyarungkan pedangnya.
"Hrrr.." melihat tangannya buntung, bawahan Fu Meng menjadi geram, tubuhnya mengeluarkan aura iblis yang kuat, dengan sekali gerak ia sudah tiba dihadapan Fuxin.
"Syut.." tangan kirinya menyambar ke leher Fuxin.
"Cepat sekali!!" bisik Fuxin berkelit menghindar, baru saja terbebas dari serangan itu, satu serangan datang lagi mengarah ke dada.
"Sraak..." Baju di bagian dada Fuxin robek.
"Hampir saja.." dengan keringat dingin langsung mengalir di tubuhnya.
Bawahan Fu Meng makin beringas, melihat baju lawannya robek akibat serangan, kembali ia melesatkan serangan pada Fuxin.
Melihat gerakan lawan yang mengancam nyawa untuk ketiga kalinya, Fuxin langsung mencabut pedangnya, dengan jurus handalan pedang Fongsu, Fuxin balas menyerang, serangan balik itu membuat bawahan Fu Meng balas kewalahan.
Pertarungan semakin menarik, lengan bawahan Fu Meng yang buntung, tiba-tiba kembali utuh seperti sediakala.
"Apa?! Regenerasi?" mata Su Hainy melotot, terkejut dengan hal itu.
"Hahaha...keabadian akhirnya datang, Puji Dewa Iblis..." Fu Meng mengangkat tangannya keatas seperti berdo'a.
"Dewa Iblis?!!" Su Hainy kembali terkejut begitu nama itu terngiang di telinganya.
Su Hainy mencoba mengingat-ngingat tentang nama itu, tapi ia tidak dapat mengingatnya sama sekali.
Begitu satu bawahannya beregenerasi, dua bawahannya yang di kalahkan Fuxin juga beregenerasi, mereka hidup kembali dengan kondisi tubuh seperti sediakala.
"Mata sakti, aktiflah!!" ucap Su Hainy.
Dengan menggunakan kemampuan mata saktinya, Su Hainy meneliti setiap bagian tubuh Fu Meng dan bawahannya, tiba-tiba matanya melotot kaget, begitu melihat di dalam tubuh mereka sebuah Esensi iblis yang lebih pekat auranya.
"Esensi Keabadian??!!" Sebut Su Hainy.
__ADS_1
"Darimana mereka mendapatkan benda ini, bukankah seharusnya Bangsa Iblis Abadi sudah aku musnahkan dimasa lampau," bisik Su Hainy dalam hati.
"Jangan-jangan!! mereka adalah tumbal darah iblis, saat Esensi keabadian sudah sampai pada tingkatan yang sempurna, Esensi itu akan di panen dan dijadikan untuk penerobosan kekuatan menjadi Raja Iblis,"
"Aku harus menghancurkan benda ini, jika tidak masa depan manusia akan suram seperti masa laluku.."
"Fu Meng, Iblis mana yang telah kamu sembah??" Su Hainy langsung bertanya.
"Sembah?!" Fu Meng heran dengan pertanyakan itu.
"Benar..Tubuhmu memiliki Esensi Keabadian.." tegas Su Hainy, memancing Iblis yang sebenarnya menunjukkan diri.
"Apa...?!?!" Fu Meng langsung terkejut, matanya melotot.
"Apa kamu heran kalau aku tau?!" ucap Su Hainy tenang.
"Siapa kamu sebenarnya?! Bagaimana kamu bisa tau rahasia ini??" Fu Meng merasa khawatir.
"Bocah ini harus di musnahkan, jika berita ini menyebar di dataran Xuansing ini nyawa kami dalam bahaya besar," bisik Fu Meng dalam hati.
"Heh! dari raut wajahmu, aku tau kamu hanya mengambil alih tubuh ini, dengan setengah ingatannya masih mendominasi. Saat ini kamu adalah Iblis yang sebenarnya," jelas Su Hainy.
"Bocah, karena kamu mengetahui rahasiaku, berarti kamu pantas mati," raut wajahnya berubah ganas, menunjukkan emosi dan niat membunuh yang kuat.
"Mati!!, Dengan kekuatan yang belum sempurna itu ingin membunuhku, mimpilah.." ucap Su Hainy menyerang lebih dulu.
"Hiyaa .." Fu Meng ikut melesat maju.
"Bang! Bang!" mereka berdua saling beradu pukulan.
Area di depan gerbang Desa Fu Su seketika menjadi tempat pertarungan antar Dua Ras.
"Hei..bawah kepala desa menjauhi tempat ini.."
"Kepala desa..." Teriak mereka seketika begitu melihatnya tak sadarkan diri di tanah.
"Liu Pao, kamu bawa kepala desa, aku akan membantu pertarungan di sini," ucap seorang dari mereka.
Liu pao membopong tubuh kepala desa berlari meninggalkan tempat itu.
"Iblis bangsatt!!! Aku akan menghancurkan kalian," di awali dengan teriakan melengking, kultivator itu masuk ke area pertarungan.
Ia melesat kearah Fuxin yang kala itu melawan tiga bawahan Fu Meng.
"Bang!!" Dua pukulan langsung beradu.
Su Hainy, dalam pertarungan itu mendapatkan lawan yang lebih unggul darinya, berkali-kali ia harus berupaya menyelamatkan diri dari serangan ganas Fu Meng
"Hehehe...mengapa hanya menghindar, apa sudah merasakan takut??" Mengekeh senang, merasakan kemenangan sebentar lagi.
"Hmmm...jangan senang dulu, aku belum mengeluarkan seluruh kemampuanku..," ucap Su Hainy, kemudian..
"Bayangan Dewa!!" teriak Su Hainy.
Satu bayangan muncul di samping Su Hainy.
__ADS_1
"Aku datang lagi..hiyaa..."
"Aku menyambutmu bocah.." ucap Fu Meng.
"Bang! Bang!" Su Hainy dengan satu bayangannya menggempur Fu Meng habis-habisan dan mendominasi pertarungan itu.
"Bangsat!! Hiyaa..." Fu Meng mengerahkan energi iblis keseluruh tubuhnya, auranya semakin kuat dan pekat.
"Ugh!! Aku tertekan, tapi masih belum saatnya..." bisik Su Hainy.
Su Hainy terus menyerang, tapi perubahan pergerakan Fu Meng mempengaruhi jalan pertarungan, selang beberapa gerakan Su Hainy mendapatkan hantaman di dadanya.
"Bam!! Argh..." Ia terhempas.
Su Hainy bangkit, ia menyeka darah yang mengalir di mulutnya.
"Naga hitam, kemampuan berpindah tempatmu pinjamkan padaku," bisik Su Hainy berinteraksi dengan Naga di ruangan Spritualnya.
"Dengan senang hati, Tuan.." memberikan energi pada tubuh Su Hainy.
"Fu Meng, aku datang," ucap Su Hainy.
"Masih mau lagi?? Hahahaha..." Tertawa mengakah sebagai ejekan terhadap Su Hainy.
"Eh?!, Bang!!" Fu Meng langsung terpelanting, begitu sebuah pukulan keras menghantam dadanya.
"Hoek..." Memuntahkan darah segar berwarna hitam pekat dari mulutnya.
"Kita gantian, apa kamu suka??" Balas Su Hainy mengejek.
"Bocah bangsatt..." Fu Meng sekali lagi melipat gandakan energinya, tubuhnya membara. Energi hitam pekat menyelimuti tubuhnya.
"Aku harus membunuhmu, hiyaa...." Fu Meng menyerang Su Hainy kembali.
Dengan kemampuan yang di pinjamkan Naga Hitam, Su Hainy menghindar dengan mudah.
"Hiyaa.."
Su Hainy berpindah lagi.
"Apa tidak lelah??" Ucap Su Hainy, semakin memancing kemarahan Fu Meng.
Fu Meng kembali menggandakan energi berlipat-lipat kali, kemudian melepaskan jurusnya.
"Pemakan Kehidupan!!" aura Iblisnya menjelma menjadi sebuah kepala tengkorak raksasa dengan rahang menganga siap menelan Su Hainy.
"Heh..jurus rendahan" ucap Su Hainy, dengan sedetik lagi akan ditelan oleh tengkorak itu ia lenyap dari tempatnya.
"Bum!!" Tengkorak itu membentur tanah.
Fuxin dan beberapa kultivator desa masih terlibat pertarungan yang sengit, mereka saling balas menyerang, dengan sesekali melepaskan jurus handalan masing-masing.
*****
Apa sebenarnya yang di rencanakan Su Hainy??....Tunggu kisah selanjutnya...
__ADS_1
Terima kasih telah membaca..
Jangan Lupa Like, Komen, Tinggalkan Hadiah dan Votenya...