
Sekte Burung Hantu, aula di depan gedung utama.
"Kalian tunggu disini, aku akan melapor pada Tetua Sekte terlebih dahulu," berjalan masuk ke dalam gedung.
"Tetua.."
"Ai qiong? Ada apa?".
"Ada dua orang utusan di luar ingin bertemu Ketua Sekte".
"Suruh mereka masuk menemuiku," Sahut Bian Luo.
"Baik tetua.." Ai qiong kembali kedepan pintu dan mengayunkan tangannya mengajak mereka masuk.
"Hormat Ketua sekte.." sapa mereka.
"Hahahaha...aku Tetua Sekte bukan Ketua Sekte.." Bian Luo tertawa ringan.
"Maaf Tetua.. kami tidak mengetahui," ucap kedua orang itu.
"Tidak apa-apa, katakan saja padaku urusan apa yang membuat kalian kesini?".
"Saya Chu Lao dari sekte Beruang Api".
"Saya Chen Liang dari Sekte Harimau Merah".
"Kami di utus untuk meminta bantuan pada Tetua Sekte..." Ucap kedua orang itu bersamaan.
"Bantuan? Apa gerombolan Iblis busuk itu juga menyerang Sekte kalian?"
"Benar tetua...saat ini pasukan kami masih bertahan, mohon tetua memberikan bantuan!!" Kedua orang itu memohon pada Bian Lao.
"Maaf para junior..kondisi kami dalam keadaan kacau, kami belum bisa memberikan bantuan, kami juga baru terbebas dari para Iblis busuk itu," sahut Bian Luo.
"Biar kami yang membantu," Fu Lin menawarkan dirinya.
"Tuan sungguh bersedia??".
"Tentu kami bersedia, hal ini menyangkut kelangsungan hidup semua umat manusia," tegas Fu Lin.
"Biar kami yang pergi ke Sekte Harimau Merah," Su Hainy menawarkan dirinya.
"Bocah ini?? Apa sungguh mempunyai kemampuan??" Chen Liang meragukan Su Hainy.
"Apa Dewa Penyelamat sungguh bersedia??" Tanya Bian Luo.
"Ini adalah tugas mulia, umat manusia menuai ancaman, sudah seharusnya kita bahu membahu dalam menghadapi bencana ini, jangan sampai nasib umat manusia bernasib sama seperti masa lampau," Su Hainy menegaskan niatnya sekaligus membangkitkan semangat orang-orang di sekitarnya.
"Semangat juangnya sama seperti Dewa Semesta," gumam Bian Luo dalam hati.
"Mari kita berangkat, jangan menunda lagi, semoga saja situasinya saat kita sampai masih terkendali," ajak Fu Lin.
Saat itu juga, Fu Lin membawa ketujuh anak buahnya yang langsung di ikuti Chu Lao dari belakang. Su Hainy juga sudah berdiri, ia berpamitan pada Bian Luo.
"Tetua..kami juga pamit," sambil menjurah hormat.
"Sebuah kehormatan bertemu dengan Dewa dan sebuah kehormatan bisa bertemu lagi nantinya dengan Dewa, hati-hatilah lah Dewa.." ucap Bian Luo.
"Terima Kasih Tetua Bian.."
__ADS_1
"Bila ada waktu datanglah kesini, kami pasti menyambut kedatangan Dewa,"
"Pasti tetua Bian".
Su Hainy kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan itu yang langsung di ikuti Chen Liang dari belakang.
"Bocah ini?? Kemampuan apa yang ia punya, sampai-sampai tetua Sekte Burung Hantu sangat menghormatinya??" Chen Liang hanya menyimpan pertanyaan itu dalam hatinya.
"Berapa jarak dari sini ke Sekte senior??" Tanya Su Hainy.
"Tidak terlalu jauh, satu hari perjalanan kita akan sampai".
"Sejak kapan Iblis-iblis itu menyerang Sekte tuan??" Tanya Fuxin.
"Tiga hari yang lalu.. mereka mengandalkan jumlahnya, kami sampai kewalahan".
"Kita harus bergerak cepat, aku merasa mereka seperti melakukan taktik gerilya, mereka menggempur satu sampai dua kota dengan serangan besar-besaran, kemudian akan mundur dengan cepat setelah kota itu seperti kota mati," jelas Su Hainy.
Fu Lin bersama anak buahnya dan Chu Lao telah berlari cepat menuju Sekte Beruang Api, jarak tempuh mereka hampir sama dengan arah yang dituju Su Hainy.
"Sejak kapan Iblis-iblis bangsat itu menyerang Sekte senior??" Tanya Fu Lin.
"Tiga hari yang lalu, mereka melakukan serangan besar-besaran," jawab Chu Lao.
Dua kelompok yang terpisah itu mempercepat geraknya, Fu Lin, Fuxin maupun Su Hainy mereka tidak berpikir apakah yang mereka bantu kawan atau lawan, yang paling penting saat itu adalah menyelamatkan umat manusia agar tidak terjajah lagi.
Satu hari telah berlalu, mereka telah sampai di tujuannya, tanpa membuang waktu mereka langsung menerobos ketengah pertempuran yang sedang berlangsung.
Kota Hanzou, Sekte Harimau Merah, "Bantuan datang..bantuan datang.." seorang murid Sekte yang berdiri di puncak tembok kota berteriak lantang.
"Baik Tuan.."
"Naga Kuning..berikan bantuan!!"
"Baik Tuan.."
Wush!
"Kamu datang lagi.." ucap Fuxin.
"Kalau bukan perintah tuan, mana mungkin aku mau membantu pengecut sepertimu," tungkas Naga Kuning.
"Hahahaha...mulut tajam juga jelek!!!" Ledek Fuxin sambil terus berlari dan mengayunkan pedangnya.
"Sepuluh Bayangan Dewa.." Su Hainy yang tertinggal langsung mengeluarkan jurus handalannya.
Wush! Wush!
Kesepuluh Bayangan itu langsung berkelebat ke sepuluh titik di sekeliling kota tempat Sekte Harimau Merah berdiri.
"Segel Kurungan Dewa!!!" Detik itu juga, kota Hanzou telah terkurung dalam sebuah segel.
"Segel ini??"
"Segel ini melindungi kota, Iblis-iblis itu tertahan di luar, syukurlah!!!" Ucap beberapa murid Sekte.
Diluar dinding kota, Su Hainy telah mengamuk ganas, tangan kanan di dorong kedepan, sebuah aura telapak tangan raksasa menghempas kedepan.
__ADS_1
Wush! Bum! Bum!
"Arrgghhh..."
"Roarrr," beberapa Iblis terjelimpang mati di tanah.
Su Hainy kembali melompat ke udara, kedua tangannya di dorong kebawah, "Seribu Tapak Dewa..".
Wush! Wush! Wush!
Bam! Bam! Bam!
Begitu jurus itu menghantam Iblis-iblis yang di bawah, pekik kematian langsung bergema, beberapa iblis mulai melangkah mundur.
"Kenapa gerombolan ini sama dengan yang di kota Werung, mereka menyerang tanpa ada yang memimpin, apa sebenarnya yang mereka rencanakan??" Gumam Su Hainy dalam hati.
"Aku harus menghabisi mereka sebanyak-banyaknya, tampaknya aku harus menggunakan jurus itu," bisik Su Hainy dalam hati.
"Ledakan Petir Semesta!!!!" Su Hainy berteriak keras.
Langit tiba-tiba berubah gelap, di balik awan hitam petir bergericitan keras, sambar menyambar, awan berubah membentuk pusaran yang langsung mengarah pada tangan kanan Su Hainy yang di angkat keatas, Su Hainy melompat keatas menyongsong datangnya pusaran awan itu.
Sriiit...sriiit..
Saat tangan Su Hainy menyentuh pusaran awan itu ia telah memegang petir yang bergericitan, "Matilah Kalian!!!!!", Ia kemudian mendorong tangannya kebawah, dari setiap awan hitam petir menyambar kearah gerombolan Iblis-iblis itu, bagaikan air hujan menukik deras dan menghantam.
Sriit...sriit..Duar! Duar!
Puluhan iblis langsung mati di tempat, menggelapar hangus di hantam petir. Mereka yang tersisa dan selamat dari hantaman itu, berteriak keras sebagai pertanda pada kawan-kawannya untuk mundur.
Roar! Roar! Hrrrr!
Didalam kota, Fuxin dan Chen Liang masih bertarung hebat, mereka melompat kian kemari membantai Iblis-iblis yang menyerang para penduduk biasa. Sesaat mereka tertegun begitu melihat ke langit dan mendengar suara petir yang menyambar berkali-kali. Iblis-iblis yang menjadi lawan mereka juga tertegun saat mendengar pekik kematian diluar dinding kota.
"Kekuatan tuan sungguh mengerikan!!" Bisik Fuxin dalam hati.
"Aku tidak menyangka.. bocah itu memiliki kekuatan seperti ini," puji Chen Liang.
Beberapa tokoh ternama Sekte Harimau Merah juga ikut tertegun saat melihat dan mendengar Sambaran petir itu.
"Siapa yang mampu mengeluarkan jurus sehebat ini??" Tanya mereka dalam hati.
Su Hainy, begitu melihat Iblis-iblis itu mundur ia kembali memijakkan kakinya di tanah.
"Tuan..Esensi kehidupan Iblis-iblis itu sangat berguna untuk kami, apa tuan berkenan untuk menyerapnya??" Enam Roh Naga yang bersemayam di ruangan Spritual Su Hainy mengeluarkan suara.
"Mengapa kalian tidak berkata dari awal??"
"Kami tidak berani memintanya pada tuan," jawab mereka bersamaan.
"Aku akan menyerapnya untuk kalian," ucap Su Hainy sambil melompat kepusat segel yang mengurung kota.
Su Hainy memejamkan matanya sejenak untuk mengunci Iblis-iblis yang terkurung di dalam Segel, sesaat kemudian, "Air mengalir tanpa batas Waktu berputar tanpa henti".
Swosh!!
Detik itu juga, semua Iblis yang terkurung didalam Segel esensi kehidupan mereka terserap olah Su Hainy melalui perantara Segel itu.
Rooaarrr!! Roooaarrr!
__ADS_1
Pekik kematian mereka menggema di setiap sudut kota, begitu semua Iblis itu tewas, sorak kemenangan langsung terdengar.