SANG DEWA SEMESTA

SANG DEWA SEMESTA
LONG BERSAUDARA


__ADS_3

Kota Semesta, disebuah kedai makanan yang ramai siang itu, ada dua orang baru yang ikut melahap makanan di tempat itu. Satunya berpakaian putih, rambut panjang, mata kirinya berwarna merah darah, yang satunya lagi berpakaian biru, rambut berwarna pirang dan panjang, mata kanannya berwarna merah darah. Mereka berdua adalah Long Tianam dan Long Tianming.


"Sejak kita memberikan pelajaran pada lacur itu, tanganku terasa gatal ingin menghajar orang lagi," orang yang berbaju putih, Long Tianam berucap pada saudaranya.


"Hmm.. kebiasaan burukmu kambuhnya cepat juga," ucap Long Tianming.


"Sudah berhari-hari kita mencari bocah itu, tapi sampai sekarang kita tidak menemukannya, sudah sepantasnya aku merasakan kekesalan dan ingin melampiaskannya.." gerutu Long Tianam.


"Aku sudah mendapatkan informasi dari Academy sampah itu, katanya beberapa bulan lalu muncul titisan dari Dewa Bangsat yang kita cari," ucap Long Tianming.


"Cepat juga gerakmu kak.." puji Long Tianam.


"Tapi sejak kemunculan itu Ia tidak pernah nampak lagi, tapi ada informasi yang tepat mengarahkan kita ke orang itu, lebih dari setahun lalu saat pendaftaran ada seorang bocah bernama Su Hainy yang mampu mengetahui kitab-kitab kuno dari era prasejarah dan Ia juga mengenali kitab alam Khayangan," sambung Long Tianming kembali.


"Apa Kakak yakin informasi itu benar??" Long Tianam meragukan kebenaran informasi itu.


"Beberapa orang yang kutanya memberikan jawaban yang sama, sudah pasti informasi ini benar.." jelas Long Tianming.


"Kalau benar begitu..kita tinggal mencari bocah itu dan menghabisinya," cetus Long Tianam.


"Saat ini Ia tidak ada disini, aku sudah mencari informasi keberadaannya, tapi dikota ini tidak ada yang melihatnya dalam sebulan terakhir," jelas Long Tianming.


"Kalau saja kita tidak nyasar kedataran Kuanming mungkin saat ini tugas kita sudah selesai.." rutuk Long Tianam.


Saat mereka berdua sedang berbincang, tiba-tiba telinga mereka menangkap sebuah percakapan di meja sampingnya.


"Master Fang..Su Hainy sudah ditemukan jejaknya, penduduk desa nelayan mengatakan seorang bocah dari Kota Semesta menaiki kapal kepulau Anggora beberapa hari lalu..saya yakin Ia adalah Su Hainy," ucap laki-laki berusia 30 tahunan dengan wajah ditutupi cadar hitam.


"Terima Kasih atas bantuannya," Fang Tu memberikan kantong kecil berisi beberapa keping perak sebagai bayaran atas informasi tersebut.


Orang itu hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan kedai itu.


Long Tianming dan adiknya tersenyum senang, tanpa butuh usaha lebih mereka telah menemukan keberadaan Su Hainy, tugas mereka semakin mudah hanya tinggal menemukan bocah itu.


"Pulau Anggora..tunggu apa lagi, ayo kita berangkat," ajak Tianam.


Mereka berdua langsung pergi, dengan tingkatan yang sudah berada di Alam Manusia tingkat Raja Puncak mereka berdua terbang bak burung di angkasa.


"Setidaknya menjelang pagi kita sampai kepulau itu," ucap Long Tianming.


******


Pagi harinya, Su Hainy bersiap untuk meninggalkan pulau Anggora Ia membawa beberapa perbekalan yang di berikan Yu Fei padanya.


Semua bawahan Yu Fei melepaskan kepergian mereka di depan Goa.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan Guru.." ucap mereka bersamaan.


"Ia.." jawab Su Hainy singkat.


Baru saja kaki mereka hendak di langkahkan, tiba-tiba didepan mereka melesat dua sosok bayangan dengan kecepatan tinggi dan mendarat ringan didepan semua orang itu.


"Tap!!" Berdiri berkacak pinggang dengan congkaknya.


"Siapa diantara kalian yang bernama Su Hainy??" Long Tianam dengan congkaknya bertanya.


"Ada perlu apa kalian mencariku..??" Su Hainy langsung menjawab dengan tingkahnya berubah waspada karena kedatang kedua orang itu membawa gelegat yang tidak baik.


"Ternyata benaran bocah..hahaha... tugas ini semakin muda untuk di lakukan.." Long Tianam merasa berdiri diatas angin begitu melihat Su Hainy.


"Sampah si penguasa itu?? Mengapa mereka bisa ada disini??" Bisik Yu Fei dalam hati, ia merasa tidak tenang dengan kedatang kedua orang itu.


Yu Fei berjalan kedepan dan berdiri sejajar dengan Su Hainy dan Fuxin.


"Guru.. mereka membawa maksud yang tidak baik," ucap Yu Fei pada Su Hainy.


"Apa tujuan kalian mencariku..??" Tanya Su Hainy kembali.


"Mau atau jawabannya??" Tanya Long Tianam.


Su Hainy, Yu Fei dan Fuxin saling melihat satu sama lain sebagai aba-aba bersiap untuk setiap kemungkinan.


"Owh...jadi kalian menginginkan ku??" Balas Su Hainy bertanya.


"Kami menginginkan nyawa busukmu..!!" Teriak Long Tianam.


"Kalau kalian menginginkannya, maka cobalah ambil sendiri.." dengan tenangnya Su Hainy meminta kedua orang itu untuk bertindak duluan.


"Bagus..aku suka kalau orang yang inginku habisi meminta sendiri kematiannya.." Long Tianam dengan kecepatan tinggi melesat menyerang Su Hainy.


"Kalian semua lindungi Guru..aku akan melawan para bajingan ini.." Yu Fei memerintahkan para bawahannya melindungi Su Hainy dan ia menyongsong kedepan membalas serangan Long Tianam.


"Bam..bam..bam.." kedua orang itu langsung beradu pukulan.


"Wanita ******!! Beraninya kau menghalangiku.." teriak Long Tianam.


"Aku akan membunuhmu karena mencoba menyerang guruku...hiyaa..." Yu Fei menyerang Long Tianam dan pertarungan langsung pecah.


Long Tianming juga tidak menunda waktu untuk tugasnya diawali dengan senyuman ia langsung menyerang kearah Su Hainy.


"Wush.."

__ADS_1


"Tong Cu.. lindungi Guru, aku akan maju!" ucap Ling Xu.


"Hiya..bam..bam.." Ling Xu langsung beradu kekuatan dengan Long Tianming.


Setelah pertarungan berjalan beberapa waktu mereka berempat tampak seimbang, tapi Long Tianming dan saudaranya belum mengeluarkan kekutan penuh mereka sedangkan Yu Fei dan Ling Xu hampir mencapai batas dari kekuatan mereka, itu terlihat dari gerakan mereka yang semakin melambat.


"Yu Fei..Ling Xu.. mundurlah, aku akan menghadapi mereka.." perintah Su Hainy.


Kedua orang itu melompat mundur kesamping Su Hainy, Long Tianming dan saudaranya juga melompat mundur.


"Akhirnya kami tidak tahan bocah untuk menghantar kematianmu..hahahah.." Long Tianam tertawa mengejek Su Hainy.


"Apa kalian tidak apa-apa??" Tanya Su Hainy pada kedua wanita itu.


"Kami baik guru, mereka terlalu kuat..dengan kekuatan guru saat ini sama saja dengan menghantar kematian pada mereka," Yu Fei mengingatkan Gurunya.


"Tidak apa..aku akan mencoba,kalian tinggal lihat.." ucap Su Hainy misterius.


"Aku tidak akan berbasa-basi lagi, kalian maju sendiri-sendiri apa berdua sekaligus," Su Hainy berucap pada dua orang itu.


"Hahaha... apa kakak dengar lelucon yang di ucapkan bocah itu, ia menantang kita.." ucap Long Tianam.


"Kamu majulah!! Aku ingin lihat kemampuan bocah aragon itu," perintah Long Tianming pada adiknya.


"Baiklah..aku akan membunuhnya dalam satu jurus ucap Long Tianam.


"Aku mulai.." ucap Su Hainy, Ia langsung menyerang kearah Long Tianam.


"Datanglah!! Mengantar kematianmu.." teriak Long Tianam.


Wush!


Su Hainy melesat dengan kecepatan tingginya tangan di dorong kedepan mengeluarkan jurus.


"Tapak Dewa.." teriak Su Hainy.


Sebuah tangan aura tangan raksasa menderu kearah Long Tianam.


"Kipasan Merak Langit.." Long Tianam mengibaskan tangannya untuk menghalau serangan Su Hainy.


"Bum....!!!" Ledakkan langsung terjadi saat dua kekuatan itu berbenturan.


Su Hainy melompat mundur, Ia sedikit tergoncang akibat kekuatan lawan yang berhasil menghalau serangannya.


Apakah Su Hainy berhasil mengalahkan Long Tianam dan kakaknya?? Tunggu jawaban di episode berikutnya PENYERAP ESENSI KEHIDUPAN.

__ADS_1


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA..


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, TINGGALKAN HADIAH DAN VOTENYA..


__ADS_2