
"Just give us a little speech, Dear (hanya berikan kami sedikit prakata saja.." bujuk Peter Ling kembali.
Pada akhirnya Hinata pun melangkah maju dan menaiki panggung di ball room tersebut.
"Good evening all.. terima kasih aku ucapin untuk Kak Peter atas kesempatan nya untuk bisa mengenakan gaun nya yang superb dan tampil di panggung cat walk malam ini. Sungguh, ini adalah momen menakjubkan buat ku. Thank You, Pete!" Ucap Hinata mengawali prakata nya.
"Aku juga mau ucapin makasih untuk manajer setia ku, Dolly. Without you, i'm really nothing, Beib!" Imbuh Hinata pada manajer perempuan nya di kejauhan.
Dolly adalah manajer lama Hinata sebelum ia memutuskan untuk resign dan menikah. Sebenar nya Dolly sudah memegang dua artis lain di bawah asuhan Mi-Star. Namun demi persahabatan lama nya dengan Hinata, wanita single berusia 37 tahun tersebut pun memaksa pihak manajerial Mi-Star agar memberikan kursi sebagai manajer Hinata kepada nya.
Padahal, batas maksimum seorang manajer dalam menghandel seorsng artia umum nya adalah dua orang/grup saja.
Dolly melayangkan ci u man dari jauh untuk Hinata. Yang lalu dibalas oleh nya dnegan ci u man jauh pula.
"Dan yang paling harus ku ucapkan terima kasih adalah, teruntuk suami ku, Mike. Makasih ya, Sayang, udah ngasih ijin aku untuk come back ke dunia modeling!" Ucap Hinata dengan senyuman lebar nan palsu.
Mike yang tadinya sibuk berbicara dengan seorang investor pun seketika tergagap saat mendengar nama nya disebut oleh Hinata. Dengan sigap, Mike langsung membalas senyuman Hinata dengan senyuman palsu pula.
'Kau tunggu saja, Mike! Tak lama lagi masa kejatuhan mu di dunia industri ini akan tiba. Saat itu terjadi, akan ku pastikan kalau aku akan memberikanmu senyuman yang sama seperti ini! Hahaha,' kekeh Hinata dalam hati.
***
"Kalian sungguh pasangan yang serasi. Aku mengerti sekarang kenapa Nat memutuskan untuk resign lima tahun yang lalu. Kalian sepertinya saling mencintai dengan tulus," ujar Arnold, seorang investor yang sudah lama bekerja sama dengan Mi-Star.
"Arnold, kau bisa saja! Kau pun sangat serasi dengan Carroline. Aku menunggu kabar pernikahan kalian segera," sahut Mike berbasa-basi.
Sementara itu Hinata yang mendengar ucapan Mike, langsung didera perasaan mual. Ia tahu betul, Carroline adalah mantan nya Mike sebelum suami nya itu berhubungan intens dengan Tatiana. Ini diketahui oleh Hinata dari hasil investigasi Deril terhadap jejak rekam Mike sebelum nya.
Hinata menatap intens pada Carroline yang diam-diam memberikan Mike tatapan penuh arti.
'Kasihan sekali Arnold bila smapai harus terjebak dalam pernikahan dengan wanita seperti Carroline. Kenapa ada begitu banyak pelakor di dunia ini?' sesal Hinata dalam hati.
'Ah.. tapi itu bukan urusan ku. Aku sendiri sudah cukup sibuk untuk menjalankan aksi balas dendam ku terhadap Mike,' lanjut nya lagi dalma hati.
Acara perjamuan malam itu berjalan dengan lancar. Dan Mike beserta Hinata pulang dengan hati yang sama-sama senang.
__ADS_1
Mike berhasil menarik beberapa investor asing untuk tertarik bekerja sama dengan nya lagi. Sementara Hinata merasa senang usai melalui malam come back nya di dunia modelling.
Sesampainya di rumah, Mike langsung menarik Hinata ke dalam kamar untuk mengajak nya memadu kasih. Sayang nya..
"Maafkan aku, Mike.. aku sedang datang bulan. Mungkin lain kali?" Ujar Hinata memberi tahu.
Malang bagi Mike, burung kecil nya tak berhasil memasuki lubang pelampiasan has rat nya malam itu. Sementara Hinata sendiri merasa bersyukur, karena kedatangan haid nya sungguh begitu tepat waktu malam itu.
***
Beberapa hari berikutnya. Tawaran untuk mengikuti photo shoot atau casting iklan pun Hinata jalani. Ia mulai kembali sibuk seperti saat sebelum ia menikahi Mike, dulu.
Sayang nya setelah beberapa casting, Hinata belum juga menemukan momen untuk bersaing secara sehat dengan Tatiana.
Ex sahabat nya itu seperti sedang menghindari nya. Begitu kiranya pemikiran Hinata. Sampai akhirnya kesempatan itu datang juga pada suatu pagi.
Hinata sedang bersantai di lobi kantor Mike, saat Dolly yang baru turun dari lantai atas tiba-tiba datang dan menghampirinya.
"Nat! Aku punya berita bagus buat mu!" Seru Dolly dengan wajah berseri-seri.
"Berita apa, Ly?" Tanya Hinata sambil membuka-buka lembaran majalah dengan gerakan bosan.
"Aku mendengar bisikan dari orang dalam, kalau Tatiana akan mengikuti casting video musik nya Link. Jadi, kamu mau coba ikut casting juga gak?" Tanya Dolly kemudian.
Mendengar berita tersebut, seketika perhatian Hinata pun langsung tertuju sepenuh nya kepada sang manajer.
"Sungguh?! Kapan casting nya?" Cecar Hinata berapi-api.
"Besok lusa jam sembilan di Gedung Nu Graha. Jadi, mau coba ikut?" Tanya Dolly mengulang.
Dengan segera, Hinata langsung saja menyahut.
"Tentu saja! Inilah kesempatan yang sudah ku tunggu-tunggu selama ini!" Jawab Hinata masih berapi-api.
"Bagus! Semangat mu itu yang membuat ku senang menjadi manajer mu, Nat!" Komentar Dolly kemudian.
__ADS_1
Hinata menghadiahi manajer nya itu dengan senyuman kikuk.
Ia sebenar nya merasa tak enak hati kepada Dolly. Karena Hinata tak memberi tahu kepada Dolly alasan sebenar nya ia kembali ke dunia modelling.
Yang Dolly tahu, Hinata mulai bosan dengan kehidupan di rumah sebagai istri full time. Sehingga ia ingin kembali menggeluti dunia modelling, dan Mike ternyata mengijinkan nya.
'Kalau Dolly tahu, kalau niat ku kembali menajid model bukan murni untuk mengejar passion ku di modelling, aku gak yakin Dolly masih mau menjadi manajer ku lagi,' gumam Hinata dalam hati.
Hinata juga hanya mengatakan kepada Dolly kalau ia ingin bersaing secara sehat dengan Tatiana, sahabat nya. Karena itulah Hinata meminta bantuan manajer nya itu untuk mencari tahu setiap casting yang akan diikuti oleh Tatiana. Karena ia pun berniat untuk mengikutinya juga.
"Tunggu sebentar di sini, ya, Nat. Aku mau minta lembar script nya dulu ke si Tik," titah Dolly yang kemudian kembali ke lantai atas untuk mengambil lembaran script untuk casting video musik lusa nanti.
Hinata menunggu dengan tak sabar, sehingga ia berkali-kali melirik ke arah lift, tempat Dolly menghilang.
Saat menunggu itulah ia dikejutkan oleh sebuah suara yang sangat dikenal nya.
"Kau tahu, Nona? Bila kau terus menoleh ke belakang seperti itu, itu bisa membuat leher mu merasakan nyeri pada malam hari nanti. Aku pernah mengalami nya," komentar James yang baru saja masuk melewati kantor Mi-Star.
"James!" Seru Hinata yang kemudian langsung beranjak bangun untuk bersalaman dengan pemuda tamoan itu.
Kemudian James mengambil posisi duduk tak jauh dari Hinata, namun tetap berjarka dengan nya.
"Kau datang ke sini?" Sapa Hinata berbasa-basi.
"Tentu saja. Bukankah kau yang mengatakan kalau kau bisa makan siang dengan Kak Jessy siang ini?" Jawab James.
"Ya.. memang. Tapi bukankah kita berjanji untuk langsung bertemu di rumah Kak Jessy saja?" Komentar balik Hinata.
"Ya. Aku tahu. Tapi karena aku tadi sekalian lewat kantor suami mu ini, jadi ku pikir sebaik nya aku mampir saja ke sini. Kita bisa berangkat bersama kan ke sana nya? Mana Mike?"
Hinata masih memandang bingung ke arah James. Namun ia tetap menjawab pertanyaan pemuda itu.
"Mike masih di atas. Meeting. Tapi James, darimana kau tahu kalau aku akan berada di sini? Maksud ku, aku tak mengatakan padamu kalau aku berada di lobi kantor Mike kan sekarang ini?" Cecar Hinata masih mencari jawaban James.
Hati wanita itu sedikit khawatir. Bila lelaki di depan nya itu diam-diam mengirimkan intel untuk membuntuti semua gerak-gerik nya.
__ADS_1
'Apa jangan-jangan James seorang psikopat yang suka membuntuti mangsa nya?!' pekik Hinata yang merasakan gentar dalam hati nya.
***