Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita
Perjalanan Pulang


__ADS_3

"Nis! Long time no see! Kamu agak gemukan sih?" Hinata balas melempar canda.


"Hahaha.. masa sih? Iya mungkin. Bisa jadi karena ada tambahan nyawa jadi..."


Anis tersenyum penuh arti ke arah Hinata. Dan sang model pun cepat tanggap atas pernyataannya tadi.


Dengan mata yang membulat lebar, Hinata pun berseru.


"Kami udah hamil, Nis?!! Wahh.. selamat!! Eh, bentar-bentar.. kok kamu yang nyetir sih? Ini bukannya mobil kamu ya, Ril?" Tanya Hinata sambil menoleh ke belakang. Ke tempat di mana kini Deril rebahan santai karena menguasai kedua jok di bangku belakang.


"Sebutlah itu bawaan hamil nya, Nat. Memang aneh sepupu mu itu. Ngidam kok nyetirin mobil orang!" Gerutu Deril tak serius.


Hinata melongo tuk sesaat.


"Serius, Nis? Kamu ngidam bawain mobilnya Deril? Ishk..ishkk.. ishk.. kenapa gak sekalian minta aja mobilnya sih dari Deril? Dia kan punya showroom mobil sport di garasi rumahnya. Ya kan, Ril?" Gantian Hinata kini mengerjai Deril.


Ditanya seperti itu, wajah Deril pun langsung dilanda kecemasan. Pria itu bahkan sampai duduk tegak dan memasang ekspresi nelangsa di wajahnya.


"Hihihihi.." puas hati Hinata karena berhasil mengerjai tunangannya itu.


Flashback setahun yang lalu...


Ya. Sejak satu tahun yang lalu, Deril mulai menyatakan cinta kepada Hinata, sahabat nya sendiri.


Deril mengakui kalau ia sebenarnya telah lama menyukai sang model. Namun tak memiliki keberanian intuk mengutarakan perasaannya.


Mula-mula Hinata menanggapi pernyataan cinta Deril itu dengan cara memblokir nomor wa Deril. Namun pemuda itu malah semakin gencar mendekatinya dan menyatakan cinta.


Ada-ada saja kelakuan Deril dalam menyatakan perasaannya ke Hinata. Yang kebanyakan aksinya itu membuat Hinata jadi geleng-geleng kepala.


Mulai dari aksi menembak di pinggir jalan dengan serangan buket bunga langsung. Namun saat itu Hinata malah mencueki nya. Dan buru-buru pergi sebab terlalu malu karena tatapan dari para pejalan kaki di luar negeri.


Menembaknya lewat pernyataan cinta yang dibentuk dari kembang api, berpura-pura menjadi badut yang menyatakan cinta di tempat Hinata melakukan syuting, sampai menjebaknya dalam candle light dinner, yang Hinata kira adalah acara makan bersama dari tim kru nya.

__ADS_1


Pada akhirnya semua usaha Deril itu berhasil meluluhkan hati Hinata. Sehingga pada pekan lalu. Setelah percobaan lamaran untuk yang ke sekian kalinya, sang model pun akhirnya menerima pinangan dari mantan sahabat nya itu.


Status Deril pun naik dari seorang mantan sahabat, menjadi calon suami. Rencana nya kepulangan Hinata ke negeri nya ini pun untuk membahas pernikahan mereka yang akan digelar sekitar tiga bulan mendatang.


Flashback selesai.


"Kamu kok gitu sih, Mbeb? Sama ayang mu sendiri juga?" Rajuk Deril bersikap manja.


Sedetik kemudian Hinata dan Anis pun kompak berpura-pura hendak muntah, untuk menanggapi sikap manjanya Deril tadi.


Dan itu berhasil membuat Deril makin merengut saja di sisa perjalanan pulang mereka. Hihihi.


Kemudian Hinata beralih mengajak obrol Anis kembali.


"Rey nya gak ikut sekalian, Nis? Dia ngebiarin kamu naik mobilnya Deril berdua aja? Tumben. Biasanya kam dia posesif. Iya gak sih?" Goda Hinata sambil mengerling penuh canda.


"Hihihi.. Bang Rey tadi sempat anterin Anis sampai bandara kok, Kak. Ini baru sekarang aja Anis megang mobil nya Kak Deril. Dan ini juga pertama kalinya Anis bawa mobil sendiri. Biasanya kan Bang Rey gak ijinin banget Anis untuk nyetir."


Sesaat, suasana dalam mobil pun menjadi hening untuk beberapa saat.


"I..ini baru pertama kalinya kamu nyetir mobil. Nis? Bukannya kamu udah lama dapat lisensi nya ya? Beberapa bulan yang lalu, kan?" Tanya Hinata dengan nada cemas.


"Nah. Itu dia, Kak! Kak Rey gak ngebolehin aku naik mobil lagi sejak aku pernah nabrak gerobak cilok pas aku baru dapat lisensi banget. Padahal kan, itu murni kecelakaan, Kak!" Tukas Anis membela diri.


Suasana dalam mobil kembali menjadi hening. Sementara itu Hinata akhirnya menyadari kenapa perjalanannya sejak dari bandara tadi terasa jeredag-jeredug tak lancar. Ia tadi sempat mengira kalau mesin mobil Deril lah yang perlu diservis segera.


Tapi sepertinya penyebab sebenarnya adalah bumil muda yang kini sedang menyetir mobil tunangannya itu saat ini...


Hinata pun tiba-tiba menyeletuk.


"Ehem, Nis! Gimana kalau Deril aja yang gantian nyetir? Aku pingin ngobrol bebas sama kamu di belakang..?" Pinta sang model dengan tiba-tiba.


Sedetik kemudian, mobil tiba-tiba berdecit nyaring karena berhenti mendadak.

__ADS_1


"Ups. Maaf, Kak. Tangan Anis udah keringetan tadi. Jadi nya licin. Hee.. yaudah. Biar Kak Deril aja deh yang bawa mobilnya. Makasih ya kak, Deril, udah dipinjami mobilnya.." tutur Anis yang kemudian membuka sabuk pengamannya dengan cukup kesulitan.


Hinata membantu Anis melepas sabuk pengaman yang melindungi sepupu nya itu. Setelahnya kedua wanita itu kemudian pindah tempat duduk ke jok belakang.


Sementara itu, Deril akhirnya bisa bernapas lega. Karena ia kembali memegang kendali atas mobil sport mewahnya ini.


'Untung aja Anis masih aman bawa si Rebecca.. gak tahu deh kalau lebih lama lagi dia bawanya. Bisa jadi remek-remek mungkin si Putih ini..' gumam batin Deril sambil mengelus roda kemudi mobilnya.


Hinata sempat melihat aksi Deril tersebut. Dan itu membuatnya terkekeh lepas.


"Hehehe.."


"Kenapa, Kak?" Tanya Anis kebingungan, usai melihat Hinata yang terkekeh tiba-tiba.


"Enggak. Gak apa-apa, Nis. Cuma lagi mikirin seseorang yang suka banget elus-elusin peliharaannya. Hihihi.." ujar Hinata sambil melirik Deril melalui kaca spion depan.


Deril pun seolah mengerti kalau tunangannya itu sedang membincangkan dirinya. Namun lelaki itu hanya menanggapinya dengan menunjukkan aksi mengecup dari jauh.


Dan itu berhasil membuat hati sang model jadi merona merah karena tersipu-sipu. Hinata sungguh tak menyangka, kalau jodohnya adalah bersama dengan sahabatnya sendiri.


Begitulah kiranya misteri cinta. Terkadang kita tak bisa mengarahkan arah hidup sesuai seperti yang kita inginkan.


Terkadang orang yang begitu kita cintai, pada akhirnya malah jadi orang yang paling kita benci. Dan orang yang selama ini kita anggap biasa, nyatanya malah bertahan menemani hingga garis finis di kehidupan kita.


Sepanjang itu terjadi, yang utama harus kita lakukan adalah menyikapi setiap cinta yang datang di kehidupan ini dengan sikap sewajarnya saja.


Karena semua cinta itu datangnya dari sang Pencipta. Dan Dia Mampu untuk membolak balikkan hati manusia. Maka seharusnya Dia-lah yang semestinya paling kita dekati dengan sepenuh hati.


Berdoa agar cinta yang hadir di kehidupan ini bisa menjadi cinta terindah yang kekal abadi hingga akhir nanti.


***


TAMAT

__ADS_1


***


__ADS_2