
Keesokan harinya..
"Nat! Apa kamu yang berada di balik semua gosip di TV itu?!" Tuding Dolly yang tiba-tiba muncul ke kamar hotel Hinata.
Hinata yang sedang melakukan yoga pun seketika terkejut dengan kedatangan manajer nya itu. Sudah hampir seminggu Dolly tak menemui nya. Dan kini manajernya itu tiba-tiba datang dan memarahinya.
"Ada apa, Ly? Berita apa?" Tanya Hinata dengan raut bingung.
Dolly lalu menyodorkan beberapa majalah ke tangan Hinata. Ia pun menyodorkan ponsel nya ke model cantik tersebut.
Dan, Hinata terkejut saat membaca apa yang dilihatnya itu. Karena mayoritas media surat kabar dan tayangan infotaintment memberitakan tentang Mike, CEO Mi-Star.
Ada banyak judul yang berbeda-beda tentang Mike. Namun isinya menyatakan hal yang sama. Yakni kebobrokan moral Mike sebagai lelaki.
Tiba-tiba saja ada banyak wanita yang mengaku sebagai korban pelecehan dan penipuan dari Mike. Entah itu dari kalangan artis maupun dari kalangan sosialita dan juga warga sipil.
Hinata lalu membaca salah satu artikel di tangan nya. Artikel tersebut tertulis seperti ini.
'Mike Canistar, CEO dari perusahaan Mi-Star menerima tudingan daei artis sinetron inisial FY (34 thn). Berdasarkan keterangan FY, Mike telah melakukan penipuan sekaligus juga pelecehan terhadapnya sejak tahun 2017 hingga saat ini.
FY menyatakan kalau Mike telah mengeksploitasi tubuh dan tenaga nya dengan iming-iming akan menjadikannya salah satu top star di perusahaan Mike. Namun, janji itu tak pernah dipenuhi oleh Mike.
Tak hanya FY. Korban lain yakni DA (25 thn) mengaku pernah dijadikan barang transaksi Mike dengan salah stau produser ternama di negeri ini. Beberapa korban lain menyampaikan cerita serupa seperti yang dialami oleh FY dan juga DA.'
Hinata berhenti membaca artikel tersebut. Ia lalu menatap Dolly dengan tatapan terkejut.
"Dd..Dolly.. ini, serius?" Tanya Hinata pada sang manajer.
Dolly mengerutkan keningnya.
"Kamu serius gak tahu soal ini, Nat?" Tanya balik Dolly.
"Enggak. Serius aku gak tahu! Kemarin, memang aku sempat mau sebarin foto perselingkuhan Mike sama Tiana sebelum mereka menikah. Tapi aku gak jadi sebarin setelah Anis kasih nasihat.." tutur Hinata menjelaskan.
__ADS_1
"Anis?" Dolly bertanya bingung.
"Dia itu sepupu jauh ku. Dia lumayan.. agamis," Hinata tiba-tiba saja terbayang wajah teduh Anis dalam jilbab lebarnya.
Dan sang model pun teringat pula dengan perkataan Anis kemarin kepadanya.
Flashback dimulai.
'Setiap perbuatan memiliki karma nya sendiri, Kak.. entah cepat ataupun lambat, setiap kebaikan dan keburukan akan kembali pada pelakunya lagi. Seperti hukum Newton I yang menyatakan F aksi \= - F reaksi. Ada sebab, ada akibat. Siapa yang berbuat, maka dia pula yang akan menanggung akibatnya..' tutur Anis panjang kali lebar.
'Begitu kah, Nis? Tapi, jika kita disakiti orang lain, memang nya kita harus diam saja, begitu?' cecar Hinata yang masih tak setuju dengan pendapat Anis.
'Tentu tidak, Kak. Kita diperbolehkan untuk melawan. Tapi, niatkan perlawanan itu untuk meniadakan penindasan, untuk bisa terbebas dari kezaliman. Jangan malah ikut berbuat zalim juga tapinya..' lanjut Anis menceramahi Hinata.
Hinata terdiam merenungkan perkataan Hinata. Ia masih sulit untuk menerima pendapat Anis yang tak setuju dengan aksi balas dendam nya kepada Mike.
'Yakin deh, Kak. Entah cepat atau lambat. Pasti akan ada balasan tersendiri buat mantan suami kakak itu. Karena langit tidaklah bisu. Dan semesta tak pula buta. Segala hal di sekitar kita akan menjadi saksi, dan mereka pula yang akan membalas perlakuan kita selama hidup di dunia," imbuh Anis kembali.
Flashback selesai.
"Ucapan Anis terbukti.. ? Aku tak menyebarkan berita tentang Mike lagi, tapi tahu-tahu ada banyak berita tentangnya bermunculan..??" Gumam Hinata yang masih merenungkan perkataan Anis kemarin.
"Nat! Nat! Kamu kenapa?"
Panggilan Dolly yang berulang kali padanya kemudian menyadarkan Hinata dari lamunan nya tentang perkataan Anis. Ia lalu fokus memandang Dolly lagi. Setelah nya, tiba-tiba Hinata berkata pads manajernya itu.
"Dolly.. maafin aku ya.. kalau sikap ku kemarin sudah bikin kamu kecewa.." tutur Hinata dengan raut menyesal.
"Hh.. iya. Aku udah maafin kok. Gimana pun juga, seminggu ini aku coba mikir untuk ada dalam posisi kamu, Nat. Dan kupikir, kamu tangguh banget udah bertahan untuk tetap waras tuk hadapin Mike.." jawab Dolly sambil tersenyum malu.
Seketika mata Hinata pun jadi berkaca-kaca. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung saja memeluk Dolly. Dan Dolly segera membalas nya.
Akhirnya, dua wanita itu pun akhirnya akur kembali.
__ADS_1
...
Setelah beberapa lama, Dolly lalu berkata.
"Sejak berita ini release, aku terus-menerus dapat notifikasi dari beberapa grup yang ku ikuti. Katanya, beberapa wanita yang menjadi korban pelecehan Mike itu akan membawa kasus mereka ke meja hijau. Besar kemungkinan, Mike bakal kena kasus pidana nantinya!" Tutur Dolly bercerita.
"Begitu kah? Hh.. baguslah.. tapi, Ly. Aku penasaran, kenapa tiba-tiba jadi banyak perempuan yang muncul ke Media? Maksudku, apa yang sudah menyebabkan mereka jadi berani untuk speak up?" Tanya Hinata dengan raut bingung.
"Nah. Barusan aku coba tanya-tanya ke teman Media yang ku kenal. Ternyata pemicu semua wanita itu bicara adalah Angela. Kamu ingat kan sama Angela, Nat?" Tanya Dolly.
"Angela? Maksud kamu.. Angela yang dulu hampir dijebak karena kasus narkoba itu?" Tanya Hinata memastikan.
"Iya. Dialah yang pertama kali menyuarakan aksi pelecehan Mike. Sepertinya dia ingat sama jasa mu yang pernah menolong nya,"
"Dan Angela juga ternyata pernah hampir dilecehkan sama mantan mu itu! Ya ampun, Nat. Dipikir-pikir, syukurlah kamu udah pisah dari lelaki breng sek macam Mike!" Umpat Dolly yang tampak kesal.
Dan Hinata jadi tersenyum lebar mendengar nya.
"Jadi, sekarang kamu gak marah lagi kan kalau aku bakal nabuhin genderang perang ke Mike?" Tanya Hinata dengan nada canda.
"Iya. Gak apa-apa. Menurutku, Mike pantas untuk diperangi. Asalkan jangan pakai cara belakang yang licik ya, Nat. Kami terlalu baik untuk mengotori prestasi mu di Dunia Model dengan upaya licik tuk balas dendam," segah Dolly mengingatkan.
"Oke, Mommy Dolly.. siap deh!!" Sahut Hinata sambil memberi pelukan singkat pada manajer nya itu.
"Iishh.. jangan peluk-peluk dulu ah! Kamu belum mandi ya?" Tuding Dolly sambil menutup hidung nya menjauhi Hinata.
Sang model pun merengut tersinggung. Ia lalu menyilangkan kedua tangan nya di depan.
"Aku belum mandi juga kan karena tadi aku lagi yoga pas kamu datang, Ly.. ya udah aku mandi dulu deh ya! Kamu jangan pergi dulu ya, Ly! Kita makan siang bareng?" Ajak Hinata sambil melangkah ke kamar mandi.
"Iya.. aku tunggu di sini, Nat. Tapi jangan lama-lama ya!" Pesan Dolly berteriak.
***
__ADS_1